Para traveler member Sriwijaya Travel Pass mengeluhkan kesulitan pemesanan tiket. Sampai saat ini mereka belum ada kejelasan dari Sriwijaya.
Saat jumpa pers, Senin (14/1/2019) di Tjikini Lima, Jakarta para member Sriwijaya Travel Pass berkumpul menceritakan kesulitan mereka sebagai member SJ Travel Pass.
"Dulu pas 6 bulan pertama tidak ada kendala. Saya masih bisa terbang sesuai dengan kebutuhan saya yaitu Jakarta-Yogyakarta. Namun semenjak Oktober kesulitan mulai terasa. Tiket selalu habis, namun saat saya cek di situs pemesan tiket yang lain penerbangannya masih tersedia. Ini kenapa?" ungkap Damai, salah satu mrmber SJ Travel Pass.
Damai juga mengungkapkan kesulitan untuk menemukan tiket sesuai kebutuhannya sebagai pekerja. Sering kali tiket yang tersedia hanya sore.
"Sebagai pekerja tentu kita butuh penerbangan pagi. Namun yang tersedia pada saat saya ingin pesan hanyalah penerbangan sore," tambahnya.
Hal serupa juga di ungkapkan member SJ Travel Pass lain, Isa. Dia kaget dengan adanya kebijakan baru yaitu standby ticket.
"Semenjak tidak tersedianya tiket, kita pun coba pesan melalui web. Dan ada salah satu member bisa memesan dan menyadari ada tulisan standby ticket. Kita kaget dong, maksud dari standby ticket ini apa?" ungkap Isa.
Isa pun mencoba menelfon ke layanan konsumen dan ternyata mereka juga tidak tahu tentang standby ticket ini.
"Saya pun menelfon ke layanan konsumen dan anehnya lagi si mbak yang angkat telfon ini juga nggak tahu. Dia pun meminta saya nunggu dan 15 menit kemudian barulah dijelaskan arti standby ticket," tambahnya.
Menurut keterangan yang didapatkan Isa, arti dari tiket standby ticket adalah tiket yang sudah dibeli namun belum pasti terbang. Kepastian terbang akan didapatkan 60 menit sebelum terbang.
"Kalau bahasa kasarnya kita adalah cadangan. Jika ada bangku kosong kita terbang. Namun jika tidak ada kita akan di undur ke penerbangan dan menunggu sampai tiga hari. Atau pilihan lainnya refund dengan dipotong administrasi," jelas Isa.
Isa juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini dia belum mendapatkan pengumuman dari Sriwijaya. Dia mendapatkan info dari member lain yang telah mendapatkan email tentang standby ticket.
"Kebijakan stanby ini berlaku sejak 12 Januari 2019. Saya tahu info ini dari member lain yang telah di email. Namun secara pribadi saya belum ada mendapatkan info dari Sriwijaya," tambahnya.
Dalam kesempatan ini Isa pun menyampaikan harapannya terhadap manajemen Sriwijaya.
"Kami hanya ingin ketentuan sesuai akad awal dikembalikan. Dimana kesepakatan awal terbang unlimited dan juga tidak dibeda-bedakan dengan penumpang reguler dengan member SJ Travel Pass," tutup Isa.
Ini 10 Kota Dunia yang Paling Sering Dinyanyikan
Tak sedikit kota yang menjadi inspirasi dalam sebuah lagu. Menurut sebuah riset, ini 10 kota di dunia yang paling sering dinyanyikan.
Dalam sebuah riset yang dirilis oleh Celebrity Cruises, Senin (14/1/2018), sejumlah kota di dunia ternyata kerap disebut dalam barisan lagu populer.
Mencari tahu hal tersebut, pihak Celebrity Cruises meriset sekitar 200 ribu lagu yang masuk dalam chart top 40 dari 100 lagu billoard AS dan Inggris dari tahun 1960. Pencarian itu menghasilkan sekitar 2 ribu lagu dari 896 penyanyi yang menyebutkan 420 kota berbeda di seluruh dunia.
Dari 420 kota di dunia, New York di AS diketahui jadi kota yang paling sering disebut dalam 161 lagu. Bukan rahasia umum, kalau popularitas New York membuatnya sering jadi sumber inspirasi bagi para penyanyi.
Kemudian, di peringkat 2 ada London yang disebut dalam 101 lagu. di peringkat ketiga ada Los Angeles yang disebut dalam 88 lagu populer.
Selain tiga besar di atas, berikut 10 besar kota dunia yang namanya sering jadi inspirasi dalam lagu-lagu populer:
1. New York, 161 lagu
2. London, 101 lagu
3. Los Angeles, 88 lagu
4. California, 68 lagu
5. Hollywood, 66 lagu
6. Paris, 54 lagu
7. Miami, 46 lagu
8. New Orleans, 43 lagu
9. Brooklyn, 38 lagu
10. Roma, 30 lagu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar