Kamis, 12 Maret 2020

Per Januari 2019, Emirates Resmi Pindah ke Terminal 3 Bandara Soetta

Maskapai Emirates resmi pindah ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Langkah ini ditandai dengan kedatangan penerbangan Emirates EK356.

Sebagai upaya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya di Indonesia, maskapai Emirates memindahkan operasionalnya ke Terminal 3 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Perpindahan operasional ini secara resmi ditandai dengan kedatangan penerbangan Emirates EK356 di Gate 9 pukul 15.45 pada 7 Januari 2019.

"Sebagai maskapai global, kami mencari cara untuk secara konsisten meningkatkan standar dalam hal pengalaman pelanggan, baik di dalam pesawat, di darat, dan sebelum, selama, dan setelah penerbangan bersama kami. Kami senang karena telah berhasil menyelesaikan pemindahan operasi kami ke fasilitas Terminal 3 yang luar biasa. Ini adalah tonggak penting bagi operasi Emirates di Jakarta dan perpindahan ini akan membantu kami mencapai kesuksesan yang lebih besar di Indonesia," kata Rashid Al Ardha, Country Manager Emirates Indonesia dalam keterangannya, Senin (14/1/2019).

Penumpang yang akan check-in untuk penerbangan akan diarahkan untuk mengunjungi konter Emirates di baris B 07-20. Setelah menyerahkan bagasi, penumpang kelas premium dipersilakan untuk mengunjungi lounge di depan Gate 9/10 sebelum naik ke pesawat.

Dalam kondisi tertentu yang mengharuskan penumpang untuk mengubah rincian penerbangannya, mereka dapat mengunjungi kantor Emirates di Airline Management Building No 6, yang terletak di Gedung Parkir di lantai 4. 

Curhatan Traveler Terhadap Sriwijaya Travel Pass

Para traveler member Sriwijaya Travel Pass mengeluhkan kesulitan pemesanan tiket. Sampai saat ini mereka belum ada kejelasan dari Sriwijaya.

Saat jumpa pers, Senin (14/1/2019) di Tjikini Lima, Jakarta para member Sriwijaya Travel Pass berkumpul menceritakan kesulitan mereka sebagai member SJ Travel Pass.

"Dulu pas 6 bulan pertama tidak ada kendala. Saya masih bisa terbang sesuai dengan kebutuhan saya yaitu Jakarta-Yogyakarta. Namun semenjak Oktober kesulitan mulai terasa. Tiket selalu habis, namun saat saya cek di situs pemesan tiket yang lain penerbangannya masih tersedia. Ini kenapa?" ungkap Damai, salah satu mrmber SJ Travel Pass.

Damai juga mengungkapkan kesulitan untuk menemukan tiket sesuai kebutuhannya sebagai pekerja. Sering kali tiket yang tersedia hanya sore.

"Sebagai pekerja tentu kita butuh penerbangan pagi. Namun yang tersedia pada saat saya ingin pesan hanyalah penerbangan sore," tambahnya.

Hal serupa juga di ungkapkan member SJ Travel Pass lain, Isa. Dia kaget dengan adanya kebijakan baru yaitu standby ticket.

"Semenjak tidak tersedianya tiket, kita pun coba pesan melalui web. Dan ada salah satu member bisa memesan dan menyadari ada tulisan standby ticket. Kita kaget dong, maksud dari standby ticket ini apa?" ungkap Isa.

Isa pun mencoba menelfon ke layanan konsumen dan ternyata mereka juga tidak tahu tentang standby ticket ini.

"Saya pun menelfon ke layanan konsumen dan anehnya lagi si mbak yang angkat telfon ini juga nggak tahu. Dia pun meminta saya nunggu dan 15 menit kemudian barulah dijelaskan arti standby ticket," tambahnya.

Menurut keterangan yang didapatkan Isa, arti dari tiket standby ticket adalah tiket yang sudah dibeli namun belum pasti terbang. Kepastian terbang akan didapatkan 60 menit sebelum terbang.

"Kalau bahasa kasarnya kita adalah cadangan. Jika ada bangku kosong kita terbang. Namun jika tidak ada kita akan di undur ke penerbangan dan menunggu sampai tiga hari. Atau pilihan lainnya refund dengan dipotong administrasi," jelas Isa.

Isa juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini dia belum mendapatkan pengumuman dari Sriwijaya. Dia mendapatkan info dari member lain yang telah mendapatkan email tentang standby ticket.

"Kebijakan stanby ini berlaku sejak 12 Januari 2019. Saya tahu info ini dari member lain yang telah di email. Namun secara pribadi saya belum ada mendapatkan info dari Sriwijaya," tambahnya.

Dalam kesempatan ini Isa pun menyampaikan harapannya terhadap manajemen Sriwijaya.

"Kami hanya ingin ketentuan sesuai akad awal dikembalikan. Dimana kesepakatan awal terbang unlimited dan juga tidak dibeda-bedakan dengan penumpang reguler dengan member SJ Travel Pass," tutup Isa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar