Senin, 05 April 2021

Dalam Waktu Singkat Galaxy S21 Terjual 1 Juta Unit di Korsel

 - Samsung produsen smartphone terbesar asal Korea Selatan, mengumumkan bahwa penjualan domestik ponsel flagship baru mereka seri Galaxy S21 telah mencapai angka 1 juta unit pada minggu lalu sejak dirilis pada 29 Januari 2021.

Seri Galaxy S21 ini berhasil mencapai angka tersebut dalam waktu 57 hari sejak peluncurannya pertama di Korea Selatan, waktu yang cukup singkat karena satu bulan lebih cepat dibandingkan seri pendahulunya.


Namun, pencapaian ini lebih lambat jika dibandingkan dengan penjualan seri Galaxy S10 pada tahun 2019, di mana ponsel tersebut mencapai angka 1 juta unit dalam 47 hari.


Samsung biasanya mengumumkan seri ponsel flagship seri S baru pada pertengahan Februari setiap tahunnya. Tapi untuk kali ini, seri Galaxy S21 diumumkan pada Januari 2021 dengan harga yang relatif lebih murah.


Dilansir detikINET dari Gizmochina, di Korea Selatan Samsung Galaxy S21 dijual seharga 999.900 won, lebih rendah dibandingkan S20 yang berharga 1,24 juta won. Harga ini juga yang membantu Samsung dalam meningkatkan penjualannya saat ini.


Samsung Galaxy S21 menyumbang 52% dari total penjualan seri S21. Diikuti dengan Galaxy S21 Ultra dengan 27% dan Galaxy S21 Plus dengan 21%. Penjualan Galaxy S21 menyumbang 20% dari total penjualan ponsel Samsung di Korea Selatan dan sebanyak 60% pembelian dilakukan secara online.

https://kamumovie28.com/movies/the-caretaker-4/


Dianggap Sesat, Facebook Bekukan Akun Presiden Venezuela


 Facebook dilaporkan telah membekukan akun Facebook Presiden Venezuela Nicolas Modura karena dinilai telah melanggar kebijakan terkait penyebaran informasi yang salah tentang COVID-19. Pasalnya ia mempromosikan pengobatan yang diklaim dapat menyembuhkan virus tersebut tanpa adanya rekomendasi dari dokter dan bukti lainnya.

Pihak Facebook pun telah menghapus video Moduro yang mempromosikan Carvativir sebuah obat yang berasal dari daun thyme sebagai obat "ajaib" yang dapat menetralkan virus corona tanpa adanya efek samping.


"Kami menghapus video yang diposting ke Halaman Presiden Nicolas Maduro karena melanggar kebijakan kami terhadap informasi yang salah tentang COVID-19 yang kemungkinan akan membahayakan orang," kata juru bicara Facebook yang dilansir detiKINET dari CNET.


Langkah Facebook menghapus akun Presiden Venezuela ini mengikuti panduan dari organisasi kesehatan dunia WHO yang mengatakan saat ini tidak ada obat yang dapat menyembuhkan virus tersebut.


"Karena pelanggaran berulang terhadap aturan kami, kami juga membekukan laman selama 30 hari," kata Facebook.


Namun tindakan Facebook ini pun dikecam oleh pemerintahan Venezuela yang menuding Facebook telah melakukan 'totaliterisme digital' karena telah membekukan akun presiden Venezuela.


Kementerian Informasi Venezuela mengatakan Facebook menargetkan konten yang diarahkan untuk memerangi virus Corona dan menggambarkan Carvativir sebagai retroviral dari 'produksi dan rekayasa nasional'


"Kami menyaksikan totaliterisme digital yang dilakukan oleh perusahaan supranasional yang ingin menerapkan hukum mereka di negara-negara di dunia," kata Kementerian Informasi Venezuela dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters.


Namun Facebook enggan berkomentar terkait tudingan tersebut.

https://kamumovie28.com/movies/finding-dory/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar