Randi Bachtiar, suami dari Tasya Kamila, mengidap kanker kelenjar getah bening atau hodgkin lymphoma stadium dua. Saat ini, Randi masih menjalani radioterapi yang diharapkan menjadi fase pengobatan terakhir untuk penyakit yang diidapnya.
Randi pun mengaku kaget saat didiagnosis mengidap penyakit tersebut. Namun, dirinya mulai berjuang agar bisa sembuh dari penyakit limfoma hodgkin yang diidapnya.
"Saat ini gw sedang berikhtiar dan berjuang melawan kanker [kelenjar] getah bening (Lymphoma Hodgkin), salah satu jenis kanker yang insya Allah bisa diobati dan disembuhkan," ujar Randi Bachtiar dalam postingan di Instagram milik Tasya Kamila.
Limfoma hodgkin ini membuat sel-sel dalam sistem limfatik tumbuh secara tidak normal dan bisa menyebar. Akibatnya, limfoma akan kehilangan fungsinya untuk melawan infeksi. Sehingga pengidap limfoma hodgkin ini akan rentan terhadap infeksi.
Apa penyebabnya?
Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab dari limfoma hodgkin ini masih belum diketahui pasti. Tetapi, ini dimulai saat sel yang bertugas melawan infeksi (limfosit) mengembangkan mutasi genetik.
Mutasi ini akan mendorong sel untuk berkembang biak dengan cepat, yang menyebabkan banyak sel yang tumbuh tidak normal dan menumpuk di sistem limfatik. Akibatnya, sel-sel yang sehat akan keluar dari sistem limfatik fa menyebabkan gejala limfoma hodgkin muncul.
Seperti apa gejalanya?
Gejala yang paling umum adalah terjadi pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak nyeri di leher, ketiak, atau selangkangan dan sering merasa kelelahan. Namun, ada beberapa gejala yang juga bisa muncul saat seseorang mengidap penyakit ini, seperti:
Demam
Berkeringat di malam hari
Penurunan berat badan
Muncul rasa gatal yang parah
https://nonton08.com/movies/aunts-temptation/
Catat! 5 Hal yang Bisa Jadi Penyebab Miss V Berbau Tidak Sedap
Setiap wanita memiliki bau vagina yang berbeda-beda. Bau pada area vagina umumnya dipengaruhi oleh keringat yang ada di sekitarnya, makanan yang dikonsumsi setiap hari, atau faktor lain.
Sering kali bau pada area vagina berubah-berubah, mulai dari baunya yang sangat menyengat, asam, atau bahkan bau tidak sedap. Namun, wanita tak perlu khawatir dengan perubahan bau tersebut.
Dikutip dari laman Health, berikut 5 hal umum yang menyebabkan perubahan bau pada vagina secara tiba-tiba.
1. Menstruasi
Menurut Jennifer Landa, MD, obgyn dari BodyLogicMD di Orlando, Florida, Amerika Serikat, perubahan bau pada vagina selama wanita mengalami menstruasi merupakan hal yang wajar. Pasalnya, selain darah, terdapat pula jaringan yang keluar dari uterus. Selain itu, ada pula bakteri dari uterus yang ikut keluar selama menstruasi.
Pada masa akhir menstruasi di mana darah yang keluar tidak sebanyak di awal, biasanya bau vagina akan semakin tajam. Sebab, ketika darah yang keluar dari uterus semakin sedikit, maka ia akan bercampur dengan bau penyebab bakteri, sehingga sering kali tercium bau amis.
2. Berhubungan intim
Bau yang muncul pada vagina usai bercinta umumnya disebabkan oleh campuran keringat dan sekresi vagina yang diproduksi oleh tubuh selama bercinta. Air mani atau cairan semen juga memiliki baunya sendiri. Ketika cairan semen bercampur dengan bakteri yang ada di vagina, hal tersebut bisa menyebabkan bau tajam yang juga normal.
Biasanya, bau tajam tersebut berupa bau amis menyengat. Namun, apabila bau tersebut diikuti dengan munculnya keputihan, nyeri, dan/atau gatal, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bisa saja hal tersebut menandakan adanya infeksi pada vagina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar