Seorang wanita mengidap achalasia, salah satu gangguan autoimun. Adalah Dinda Kinanti, wanita asal Bekasi yang mengaku sudah mengidap achalasia sejak 2017 silam. Kisahnya viral di media sosial baru-baru ini.
Dalam video TikTok pribadinya, ia kerap menunjukkan kesehariannya saat harus makan dan minum lewat selang. Dinda, wanita berusia 20 tahun ini tampak sangat terbiasa memakai selang NGT sendiri, untuk dimasukkan ke lambung melalui hidungnya.
Tak sedikit netizen yang bertanya, apakah prosedur pemasangan selang NGT (nasogastric tube) sendiri aman untuknya. Dinda menjelaskan, pemasangan tersebut sudah berdasarkan persetujuan dokter dan pertimbangan ahli.
Saat dikonfirmasi detikcom, Dinda bercerita, achalasia yang diidapnya seperti penghalang makanan untuk sampai ke lambung. Hingga kini, ia mengaku belum mengetahui hingga kapan dirinya harus makan dan minum lewat selang tersebut.
"Jadi achalasia itu dari kerongkongan ke lambung kaya ada otot, ototnya itu nutup terus yang seharusnya kalau lewat makanan dia kebuka, tapi punyaku nutup terus," tuturnya.
Dengan kondisi tersebut, ia terpaksa mengonsumsi makanan cair seperti jus hingga susu. Makanan padat yang masuk ke mulutnya terpaksa harus diolah terlebih dahulu hingga cair.
"Biasanya makan cari-cari saja kaya susu jus, atau makanan yang diblender terus disaring, biskuit," kata Dinda.
Dinda mengaku selang yang dimasukkan lewat hidung sampai lambung bisa sepanjang 55 sentimeter. Ia menyebut, harus mengganti selang ini selama sebulan sekali karena berbahan silicon.
Kondisi Dinda memang belum pulih, tetapi ia tak pernah patah semangat untuk terus berjuang melawan penyakit yang diidapnya di usia muda.
Balas @virgoses cara ukur selang ngt & ngecek ngt masuk ke lambung atau tidak #NGT #fyp #taugasih cara ukur ngt dan cek #edukasi #foryourpage ☺♬ original sound - dinda kip
Apa sih gejala achalasia?
Dikutip dari Mayo Clinic, gejala achalasia kerap muncul bertahap dan kian memburuk. Awalnya mungkin mengalami kesulitan menelan atau disfagia, terasa seperti makanan dan minuman tersangkut di tenggorokan.
Muntah makanan atau air liur
Maag
Bersendawa
Nyeri dada yang datang dan pergi
Batuk di malam hari
Pneumonia (dari aspirasi makanan ke paru-paru)
Penurunan berat badan
https://cinemamovie28.com/movies/web-of-deception/
Tips Biar Imun Tetap Kuat Lawan Corona saat Puasa Seharian
Sama seperti tahun lalu, tahun ini umat islam di dunia melaksanakan ibadah berpuasa di bulan Ramadhan di tengah pandemi COVID-19. Meski begitu hal tersebut tidak menjadi halangan bagi banyak orang untuk melaksanakannya.
Tetapi, untuk dapat menjaga kesehatan di saat menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam spesialis makanan dan psikolog klinis Merve Öz mengatakan, hal yang paling dibutuhkan tubuh selama berpuasa Ramadhan di tengah pandemi ini adalah sistem kekebalan dan sistem pencernaan yang baik.
"Antara sahur dan buka puasa adalah saat sistem kekebalan paling aktif tetapi untuk memastikan hal ini," kata Merve Öz.
Oleh karena itu Merve Öz, menekankan pentingnya untuk melaksanakan dan makan makanan yang sehat saat sahur, meskipun lelah dan ingin kembali untuk tidur.
"Jika Anda tidak bangun untuk sahur, tubuh Anda akan stres karena kelaparan yang berkepanjangan, yang dapat menurunkan kekebalan Anda," ungkapnya.
Untuk membangun pola makan yang sehat selama berpuasa Ramadhan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat agar terhindar dari virus corona, Merve Öz menyarankan untuk memilih makanan yang lebih ringan tapi mengenyangkan.
Memilih makanan yang ringan tetapi mengenyangkan dapat membantu tubuh mengisi kembali semua nutrisi yang akan hilang sepanjang hari.
Porsi makan janganlah terlalu besar, tetapi pastikan menu yang bergizi lengkap. Merve Öz meminta untuk memasukkan semua kelompok makanan penting seperti biji-bijian, sayuran dan buah-buahan, polong-polongan, kacang-kacangan, produk susu atau alternatif dan sumber protein lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar