Negeri Jiran tengah dilanda kenaikan kasus virus Corona yang cukup tinggi. Dilaporkan tingkat keterisian ruang perawatan intensif (ICU) untuk pasien Corona hampir penuh.
Jumlah kematian pasien COVID-19 di Malaysia juga jadi sorotan. Pasalnya data kematian COVID-19 di Malaysia yang dilaporkan dari 31 Maret hingga 30 April menunjukkan tren yang sangat mengkhawatirkan di antara populasi yang lebih muda.
Keadaan Malaysia darurat Corona ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Tan Sri Noor Hisham Abdullah.
"63 pasien ICU, dengan lebih dari 25 pasien kritis untuk diperiksa di bangsal umum dan unit gawat darurat dan lebih dari 20 kasus rujukan ke ICU setiap hari dalam satu minggu terakhir di Rumah Sakit Sungai Buloh," ujar Noor Hisham dalam postingan Facebook miliknya, Minggu (2/5/2021), dikutip dari The Star.
Varian mutan ganda di Malaysia
Malaysia telah mendeteksi kasus pertama dari varian virus Corona yang sangat menular yang pertama kali diidentifikasi di India pada hari Minggu (2/5/2021), beberapa hari setelah memberlakukan larangan penerbangan dari India.
Menteri Kesehatan Adham Baba menyatakan varian tersebut terdeteksi pada warga negara India yang diperiksa di Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Kasus pertama strain COVID-19 mutan ganda yang terdeteksi di Malaysia adalah seorang pekerja asing yang melakukan perjalanan ke Mumbai. Sejak itu pasien diisolasi dan sedang menjalani perawatan.
Varian Corona B1617 dikategorikan sebagai variant of interest oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Artinya ada indikasi varian memiliki mutasi yang memengaruhi sifat penularan, kepekaan alat tes, keparahan gejala, hingga kemampuan virus menghindari sistem imunitas.
Varian B1617 juga disebut-sebut jadi pemicu terjadinya lonjakan kasus besar-besaran di India, meski para ahli sepakat ada faktor lain yang menyebabkan 'tsunami COVID-19' di negara itu.
https://cinemamovie28.com/movies/the-diary-of-a-big-man/
Imbas Kasus Corona Tinggi, Wilayah di Malaysia Ini Harus Lockdown!
Malaysia menghadapi situasi darurat virus Corona. Banyak rumah sakit di Negeri Jiran yang dilaporkan hampir kehabisan ruang rawat intensif (ICU) untuk pasien COVID-19.
Imbas lonjakan kasus, pemerintah Malaysia menetapkan lockdown lokal atau perintah pengendalian pergerakan atau movement control order (MCO) di enam wilayah Selangor mulai 6-17 Mei.
Menteri Senior Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan perjalanan antar negara bagian dan antar distrik tidak akan diizinkan. Wilayah yang terkena dampak adalah Hulu Langat, Petaling, Gombak, Klang, Kuala Langat dan Sepang.
Di wilayah tersebut, kegiatan ekonomi masih tetap diperbolehkan tetapi tidak dengan kegiatan sosial. Saat pemberlakuan MCO, pasar Ramadhan, sekolah, dan kegiatan sosial tidak diperbolehkan.
"Tempat makan seperti restoran, truk makanan, pedagang asongan dan kios hanya diperbolehkan beroperasi dari jam 6 pagi sampai tengah malam saja," katanya dalam jumpa pers.
Toko kelontong, apotek, dan pom bensin buka dari jam 6 pagi hingga 10 malam. Namun, pompa bensin di jalan raya diperbolehkan beroperasi 24 jam. Pasar makanan segar diizinkan buka dari jam 6 pagi sampai 2 siang.
Sementara itu Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Khairy Jamaluddin mengatakan pemerintah meluncurkan sistem identifikasi hotspot berbasis data agar bisa dengan cepat menunjukkan titik-titik dengan kasus infeksi tinggi. Sistem ini akan mencantumkan lokasi yang ditetapkan sebagai pusat penyebaran atau hotspot di area publik.
"Saat ini, beberapa hotspot besar di Kuala Lumpur dan Selangor adalah pusat perbelanjaan, gerai (makanan dan minuman), dan bazar," sebut Khairiy dikutip dari Strait Times.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar