Seorang guru honorer asal Sukabumi dilaporkan mengalami gangguan penglihatan dan kelumpuhan usai divaksinasi COVID-19 tahap kedua. Menanggapi hal ini, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Hindra Irawan Satari mengatakan guru Susan mengidap sindrom Guillain-Barre.
"Diagnosis dari DPJP RSHS: guillain barre syndrome," kata Prof Hindra.
Prof Hindra menjelaskan bahwa kondisi GBS yang dialami guru Susan tidak berkaitan dengan vaksin COVID-19 yang diterimanya. Masih belum ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa sindrom yang dialaminya berkaitan dengan vaksin.
Dikutip dari CDC, Guillain-Barre Syndrome (GBS) atau sindrom Guillain-Barre adalah kelainan langka di mana sistem kekebalan tubuh merusak sel saraf. Kondisi ini menyebabkan kelemahan otot dan terkadang kelumpuhan.
Meski penyebabnya belum sepenuhnya dipahami, sindrom GBS ini sering terjadi setelah infeksi virus atau bakteri. Gejala utamanya adalah kelemahan dan kesemutan.
Efek dari sindrom ini bisa menyebar dengan cepat hingga melumpuhkan seluruh tubuh. Paling parah, orang yang mengalami sindrom Guillain-Barre ini harus dirawat di rumah sakit untuk menerima perawatan.
Sampai saat ini belum ada obat yang spesifik untuk sindrom Guillain-Barre. Tetapi, ada beberapa perawatan yang bisa meredakan atau mengurangi durasi penyakit. Meski banyak yang sembuh, angka kematian akibat sindrom ini adalah 4-7 persen.
Sekitar 60-80 persen pengidap sindrom GBS ini mampu berjalan dalam enam bulan. Pasien dengan sindrom ini juga mungkin mengalami efek yang menetap, seperti kelemahan, mati rasa, atau kelelahan.
Sebelumnya, risiko Guillain-Barre Syndrome juga dikaitkan dengan vaksinasi (terutama vaksin flu yang digunakan di AS selama wabah flu babi tahun 1976). Namun, penelitian menemukan kecil kemungkinan bisa mengalami kondisi ini pasca vaksinasi.
https://nonton08.com/movies/jesus-6/
Update Corona 8 Mei: Tambah 6.130, Total Kasus Aktif 99.003
Jumlah kasus positif Corona di Indonesia bertambah 6.130 pada Sabtu (8/5/2021). Total kasus positif menjadi 1.709.762, sembuh 1.563.917, dan meninggal 46.842 kasus.
Jumlah kasus aktif tercatat 99.003 kasus, spesimen diperiksa mencapai 74.547, dan suspek yang diamati sebanyak 86.552.
Detail penambahan kasus COVID-19 adalah sebagai berikut.
Kasus positif bertambah 6.130 menjadi 1.709.762
Pasien sembuh bertambah 5.494 menjadi 1.563.917
Pasien meninggal bertambah 179 menjadi 46.842
Sebelumnya, pada Jumat (7/5/2021), tercatat total sebanyak 1.703.632 kasus positif virus Corona COVID-19, 1.558.423 pasien sembuh, dan 46.663 kasus meninggal dunia.
Jabar Tembus 2.209 Kasus! Ini Sebaran 6.130 Kasus Baru COVID-19 RI 8 Mei
Pada Sabtu (8/5/2021), Indonesia melaporkan penambahan 6.130 kasus baru COVID-19. Total pasien terkonfirmasi saat ini 1.709.762 kasus COVID-19.
Jawa Barat mencatatkan kasus harian tertinggi yaitu 2.209 kasus, disusul DKI Jakarta dengan 732 kasus.
Detail perkembangan virus Corona Sabtu (8/5/2021), adalah sebagai berikut:
Kasus positif bertambah 6.130 menjadi 1.709.762
Pasien sembuh bertambah 5.494 menjadi 1.563.917
Pasien meninggal bertambah 179 menjadi 46.842
Tercatat sebanyak 74.547 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 86.552.
Sebaran 6.130 kasus baru Corona Indonesia pada Sabtu (8/5/2021), sebagai berikut:
Jawa Barat: 2.209 kasus
DKI Jakarta: 732 kasus
Riau: 653 kasus
Sumatera Barat: 300 kasus
Bangka Belitung: 267 kasus
Jawa Timur: 225 kasus
Sumatera Selatan: 150 kasus
Jawa Tengah: 140 kasus
DI Yogyakarta: 137 kasus
Kalimantan Tengahh: 125 kasus
Bali: 113 kasus
Kepulauan Riau: 112 kasus
Kalimantan Timur: 109 kasus
Kalimantan Selatan: 108 kasus
Aceh: 100 kasus
Jambi: 88 kasus
Sumatera Utara: 82 kasus
Banten: 81 kasus
Lampung: 77 kasus
Nusa Tenggara Timur: 77 kasus
Bengkulu: 76 kasus
Kalimantan Barat: 74 kasus
Nusa Tenggara Barat: 23 kasus
Maluku: 19 kasus
Sulawesi Selatan: 17 kasus
Sulawesi Tengah: 11 kasus
Papua Barat: 10 kasus
Sulawesi Utara: 9 kasus
Kalimantan Utara: 3 kasus
Gorontalo: 2 kasus
Papua: 1 kasus
Sulawesi Tenggara: 0 kasus
Sulawesi Barat: 0 kasus
Maluku Utara: 0 kasus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar