Minggu, 24 November 2019

5 Obat Sakit Jantung Alami, Sederhana dan Lebih Aman

Penyakit jantung tidak selalu harus diobati dengan mengkonsumsi obat-obatan berbahan kimia. Ada obat sakit jantung alami yang sederhana dan lebih aman bisa dicoba.


Sakit jantung koroner merupakan keadaan di mana jantung tidak lagi berfungsi sebagaimana fungsinya. Keadaan ini terjadi karena adanya lemak dan kolesterol yang mengendap sehingga suplai darah menuju jantung terganggu.


Penyakit jantung koroner bisa dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat dan obat-obat tradisional. Berikut ini obat sakit jantung alami yang bisa dicoba:

1. Kulit Manggis

Kulit manggis mengandung xanthone, berfungsi menghidupkan antioksidan yang mampu mencegah radikal bebas. Zat radikal bebas dapat memunculkan endapan pembuluh darah dan memicu terjadinya penyumbatan. Kandungan Xanthones dalam kulit manggis, yakni dua jenis alpha manggis dan gamma manggis dapat membantu dalam pengobatan berbagai penyakit kardiovaskular.

.

2. Bawang Putih

Antioksidan yang terkandung dalam bawang putih dapat membantu menghilangkan kolesterol jahat, mencegang munculnya serangan kanker, dan menurunkan gula darah. Karena itu bawang putih menjadi salah satu obat alami untuk penyakit jantung koroner.


3. Kunyit Putih

Kunyit putih mengandung zat-anti-lipid peroksida yang berkhasiat untuk mengobati penyakit jantung korner, asam urat, dan diabetes. 

4. Teh Hijau

Teh hijau memiliki kandungan vitamin K yang mampu menurunkan tekanan darah dan obat untuk penyakit jantung. Teh hijau juga diyakini bisa menurunkan berat badan dan mencegah kolesterol.

5. Daun Sirsak

Daun sirsak bersifat validator yang bisa melebarkan pembulu darah yang tersumbat. Cara sederhana untuk membuat obat dari bahan alami menggunakan daun sirsak, siapkan 5 lembar daun dan rebus di air yang mendidih, tunggu hingga air berubah warna. Setelah berubah warna obat alami dari daun sirsak bisa langsung dikonsumsi dalam keadaan hangat. https://bit.ly/33acrhi


Obat sakit jantung alami hanya membantu menyembuhkan , gaya hidup yang sehat merupakan kunci untuk menjalankan kehidupan yang sehat dan lebih baik.'

Mengenal Infeksi Katup Aorta, Salah Satu Penyebab Gagal Jantung

Jantung merupakan organ vital yang membantu keberlangsungan hidup manusia. Sebagai salah satu organ yang bertugas menerima dan memompa darah ke seluruh tubuh, jantung dilengkapi dengan empat katup yang berfungsi mengatur aliran darah agar berjalan dengan lancar. Katup ini juga menjadi pembatas ruang pada jantung, seperti katup trikuspid, katup mitral, katup pulomonal, dan katup aorta.

Empat katup jantung ini akan membuka dan menutup seirama dengan detak jantung. Hal itu berguna untuk mengaliri aliran darah ke berbagai ruangan di dalam jantung seperti atrium kanan dan kiri, serta ventrikel kanan dan kiri. Salah satu katup yang sering menjadi penyebab gagal jantung pada setiap orang yakni katup aorta.

Dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular Siloam Hospitals Lippo Village, Dicky A. Wartono, Sp.BTKV mengatakan katup aorta ini merupakan katup yang memisahkan antara aorta dengan jantung sebagai pintu masuknya, sehingga mengatur aliran darah dari ventrikel kiri menuju pembuluh aorta hingga berlanjut ke seluruh tubuh dalam satu arah.

"Pada prinsipnya katup ini bekerja satu arah, dia membuka kemudian menutup untuk mencegah darah kembali ke jantung. Tapi, kalau katupnya bermasalah dia bisa gagal membuka dengan sempurna begitu juga tidak bisa menutup dengan sempurna, sehingga menyebabkan gagal jantung," ujar Dicky di Siloam Hospitals Lippo Village Tangerang, Banten, Selasa (24/9/2019).

Dicky menilai hal tersebut dikarenakan adanya infeksi pada saluran katup aorta, sehingga menyebabkan terganggunya aliran darah ke jantung. Selain itu, faktor degeneratif seperti penuaan dan pengapuran juga sangat memengaruhi, karena mampu mengakibatkan tidak lancarnya aliran darah pada katup tersebut.

"Di Indonesia, keadaan ini paling sering diakibatkan oleh penyakit jantung rematik. Biasanya, kelainan ini bisa disertai dengan infeksi, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan endocarditis bakterialis," terangnya.

Dicky menuturkan hal tersebut dapat berdampak pada penyempitan katup aorta, sehingga kerja jantung menjadi lebih berat dan memerlukan tenaga lebih besar untuk membuka aliran darah pada katup tersebut. Pada tahap ini jantung bisa bertahan, tapi risiko gagal jantung pun menjadi lebih tinggi.

"Jantung akan memompa darah dengan cukup kuat, hingga akhirnya otot jantung lelah dan tidak cukup kuat untuk memompa darah lagi," sebutnya.

Dicky menuturkan penyempitan katup aorta ini bisa menimpa pada setiap orang, baik perempuan maupun laki-laki. Gejalanya dapat terlihat dalam aktivitas sehari-hari. Misal, seseorang akan mudah nyeri dada, sesak napas, hingga pingsan. Sampai saat ini, obat-obatan yang tersedia hanya mampu meringankan gejalanya saja, tetapi belum bisa mengatasi penyakit tersebut. https://bit.ly/2QN1MH0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar