Minggu, 24 November 2019

Anies Siapkan Instruksi Gubernur Penanganan DBD di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan Instruksi Gubernur (Ingub) untuk menangangi Demam Berdarah Dengeu (DBD). Anies ingin Ingub jadi landasan dinas terkait untuk mengatasi pencegahan DBD.

"Ingub itu nanti akan menjadi landasan untuk mereka melakukan pembiayaan-pembiayaan dan lain-lain, sebagai kegiatan berjalan," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).

Anies mengatakan Ingub tersebut masih sedang diproses. Meski demikian, pihaknya sudah meminta jajarannya melakukan berbagai tindakan pencegahan.

"Kami berharap masyarakat, menjadi jumantik (juru pemantau jentik) di rumahnya masing-masing karena perpindahan nyamuk itu tidak lewat rute transportasi, normalnya manusia, dia bisa terbang dari satu tempat ke tempat lainnya karena itu pantau di setiap rumah kita," ucap Anies.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti mengatakan terdapat tiga kota dengan kasus DBD tertinggi yaitu Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Widyastuti menuturkan Kepulauan Seribu merupakan wilayah yang paling sedikit kasus DBD.

"Kepulauan Seribu kan air laut, tidak terlalu disukai nyamuk. Yang disenangi nyamuk di air tawar," ucap Widyastuti.

Peningkatan kasus DBD di awal tahun 2019 mencapai lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Januari 2018 tercatat ada sebanyak 198 kasus, sedangkan data per 28 Januari 2019 sudah tercatat sebanyak 662 kasus. https://bit.ly/35w0q7v

Pemprov DKI Luncurkan Aplikasi Kesehatan, Cegah DBD hingga AIDS

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan 3 aplikasi berbasis Android demi pelayanan kesehatan warga. Anies menyebut inovasi seperti ini penting untuk penyelesaian masalah warga Ibu Kota.

"Kehadiran ini mencerminkan komitmen kita bahwa kesehatan yang menjadi prioritas utama penuh dengan terobosan terbaru. Masalah yang kita hadapi banyak sekali, dan kita harus melakukan inovasi menyelesaikan masalah yang sebelumnya tidak terbayangkan," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019).

Tiga aplikasi tersebut antara lain DBDKlim, E-Jiwa, dan Jak-Track. DBDKlim adalah program peringatan dini penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) berbasis iklim yang bekerja sama dengan BMKG. E-Jiwa merupakan aplikasi berbasis android dalam mendeteksi secara dini masalah kejiwaan seseorang. Sedangkan, Jak-Track merupakan penerapan model tracking data, laporan, kemajuan, dan capaian program penanggulangan HIV/AIDS di DKI Jakarta.

Anies mendorong warga Jakarta segera mengunduh aplikasi tersebut. Begitu mendaftar, warga akan langsung terdata pada puskesmas terdekat.

"Saya berharap semua puskesmas secara aktif menjangkau masyarakat kita," kata Anies.

Mantan Mendikbud itu memang mendorong Dinas Kesehatan DKI Jakarta terus berinovasi demi kemudahan warga mendapatkan layanan kesehatan. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Widyastuti menuturkan terkait DBD sebaran yang paling tinggi berada di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Selatan.

"Paling banyak ada di Jakagakarsa, Kebayoran Baru, Pesanggarahan dan di Cipayung," ucap Widyastuti di tempat yang sama. https://bit.ly/2KOc4Tj

Tidak ada komentar:

Posting Komentar