Korps Brimob memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-74 di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dalam acara tersebut, Brimob memberikan penghargaan Warga Kehormatan Korps Brimob kepada 3 orang.
Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (14/11/2019), tokoh yang mendapat gelar kehormatan tersebut adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Ketua BPK RI Agung Firman, dan pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana.
Pemandu acara HUT Brimob menyebut penghargaan kepada Agung Firman diberikan karena ia memberikan dorongan, semangat, dan motivasi pada kinerja keuangan Korps Brimob Polri sehingga menjadi satuan kerja yang transparan dan akuntabel dalam tata kelola keuangan selama 7 tahun berturut-turut.
Penghargaan kepada Siti Nurbaya Bakar diberikan karena jasanya dalam mengembangkan sumber daya Korps Brimob Polri dengan memberikan tempat latihan di Purwakarta seluas 2.500 hektare. "Serta Gunung Halimun, Bogor, sebagai lahan latihan anggota Brimob untuk meningkatkan kemampuan," sebut pembawa acara.
"Rusdi Kirana, jabatan founder Lion Group, beliau berjasa dalam memberikan dukungan dalam tugas pasukan Brimob sejak tahun 2009 sampai sekarang sehingga Brimob mampu melaksanakan tugas mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang hingga Merauke dengan lancar dan tepat waktu," imbuh pembawa acara.
Sebelumnya, dalam sambutan, Jenderal Idham Azis mengatakan selama memimpin dirinya akan melanjutkan program Promoter yang didukung 7 program implementasi.
"Implementasi kebijakan Promoter telah menunjukkan hasil signifikan, dalam masa kepemimpinan saya program ini akan saya lanjutkan lewat 7 program prioritas," ujar Idham. https://bit.ly/2s55mle
Dalam acara tersebut, turut hadir Mendagri Tito Karnavian dan Ketua DPR Puan Maharani. Hingga saat ini acara masih berlangsung.
Mahfud Md Heran dengan Nyinyiran Aparat Kecolongan
Menko Polhukam Mahfud Md heran dengan nyinyiran soal aparat kecolongan terkait bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut. Mahfud mengatakan teroris memang selalu 'nyolong' dalam setiap aksinya.
"Nggaklah (kecolongan). Memang teroris itu selalu nyolong. Ya ndak apa-apa. Istilah 'kecolongan' lalu dipolitisir lagi. Pokoknya ditindak gitu saja nanti," kata Mahfud di SICC, Bogor, Rabu (13/11/2019).
Mahfud menyerahkan penelusuran jaringan teroris bom Polrestabes Medan ke intelijen.
Mahfud juga membantah anggapan bahwa pihak berwenang tidak memperhatikan gerak-gerik teroris. Dia meminta masyarakat mempercayakan penanganan terhadap teroris.
"Begini loh, kepada masyarakat juga jangan selalu nyinyir. Pemerintah bertindak disebut melanggar HAM, pemerintah nggak bertindak disebut kecolongan. Begitu saja. Kita sama-sama dewasa menjaga negara ini," imbuhnya.
Mahfud pun meminta masyarakat tidak selalu menyudutkan pemerintah dalam mengambil tindakan setiap aksi teror. Mahfud mengatakan masyarakat bisa menunggu benar atau tidaknya penindakan aparat lewat proses pengadilan.
"Oleh sebab itu, jangan selalu menyudutkan aparat kalau mengambil tindakan. Dikontrol saja secara proporsional. Benar atau tidak, kan nanti ada proses hukum di pengadilan yang membuktikan aparat salah atau tidak," imbuhnya.
Pelaku bom bunuh diri diketahui bernama Rabbial Muslim Nasution tewas. Enam orang--empat di antaranya polisi--jadi korban luka. https://bit.ly/2QJ1CjO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar