Lovers of Modena, adalah julukan untuk sepasang kerangka manusia yang ditemukan di kuburan kuno di kota Modena, Italia, dalam kondisi bergandengan tangan. Kini, penelitian terbaru mengungkap misteri soal gender mereka.
Pada saat ditemukan pada tahun 2009, kerangka yang berasal dari sekitar abad 4 sampai 6 itu kondisinya buruk, sehingga tidak bisa ditentukan jenis kelaminnya. Upaya analisis dengan teknik genetika tak membuahkan hasil.
Nah, grup ilmuwan dari University of Bologna mengembangkan teknik baru dengan memanfaatkan protein yang ditemukan di lapisan gigi. Mereka menyatakan kedua kerangka tersebut adalah lelaki.
Dikutip detikINET dari Guardian, penemuan dua individu yang dikuburkan dengan tangan bergandengan bukanlah hal baru. Akan tetapi semuanya adalah pasangan pria dan wanita, bukan sesama jenis.
"Pada saat ini tidak ada contoh lain tipe seperti ini. Banyak kuburan yang ditemukan adalah pasangan berpegangan tangan, namun semuanya pria dan wanita. Apa relasi antara dua individu di Modena ini masih tetap misteri," sebut Federico Lugli, periset University of Bologna.
Tidak ada bukti bahwa keduanya berhubungan asmara dan cenderung tidak mungkin jasad yang punya relasi sesama jenis akan dikuburkan secara terbuka di masa tersebut.
Mereka pun mengemukakan teori bahwa keduanya mungkin saudara kandung, saudara sepupu, atau prajurit yang tewas bersama-sama di medan pertempuran. Beberapa kerangka lain yang ditemukan di area yang sama menunjukkan tanda trauma, mungkin karena kematian akibat konflik kekerasan. https://bit.ly/335pTTx
Teori Penyebab Ratusan Orang Tewas di Danau Terpencil Himalaya
'Danau Kerangka' atau 'Danau Misteri'. Itulah sebutan untuk danau Roopkund yang berlokasi di Himalaya wilayah India. Ada sekitar 800 kerangka manusia di sana yang sampai saat ini belum terjawab apa penyebab kematian mereka.
Berada di ketinggian sekitar 5.020 meter, danau dengan kedalaman 2 meter ini dikelilingi gletser dan pegunungan es, tidak ada habitat manusia di sana. Kerangka yang ditemukan berada di tepiannya. Saat ini, daerah tersebut menjadi tujuan turis yang gemar petualangan atau trekking.
Sejak abad ke-19, kabar tentang Danau Kerangka ini sudah berseliweran. Pada tahun 1942, penjaga taman nasional Nada Devi bernama Hari Kishan Madwall menemukannya. Kerangka tampak bermunculan saat es di danau mencair.
Awalnya, teori menyebutkan para korban ini adalah tentara Jepang yang bersembunyi lalu celaka. Tapi usia kerangka jauh lebih tua dibanding masa invasi Jepang sehingga teori itu mentah.
Ahli genetik dari Manvendra Singh at the Center for Cellular and Molecular Biology di India kemudian mengindikasikan 70% kerangka ada kaitannya dengan warga Iran dan sisanya warga lokal.
Teori baru pun muncul, bahwa mereka adalah sekelompok orang Iran dibantu warga lokal, sedang mencari tempat tinggal baru. Studi lanjutan menyebut mereka meninggal dunia di sekitar tahun 800.
Adapun cerita dari legenda lokal mengisahkan mereka adalah raja dan istrinya yang hamil, Rani Balampa, bersama para pelayan dan penari, yang berziarah ke kuil dewi Nanda Devi. Kemudian datanglah badai dan batu besar berjatuhan sehingga mereka semua meninggal dunia.
Penelitian pada kerangka itu memang memastikan penyebab kematian yang umum, yaitu luka parah di kepala karena obyek yang jatuh dari atas. Para peneliti lantas menyimpulkan para manusia malang itu mendadak terjebak badai dan tak dapat selamat. Mungkin juga mereka tersesat di sana.
Tapi studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications membuat misteri di danau itu malah makin membingungkan. Riset itu menganalisa 38 kerangka. Ada 23 orang keturunan Asia Selatan, tapi mereka meninggal secara sporadis dalam satu atau beberapa event berbeda antara tahun 700 sampai 1000.
Anehnya, 14 korban meninggal dalam peristiwa terpisah dalam jarak waktu begitu jauh, yaitu di sekitar tahun 1800. Dan yang lebih aneh, mereka bukan dari Asia Selatan melainkan Mediterania. Tepatnya dari Yunani dan Kreta. Tidak ada satupun dari kerangka yang diteliti punya hubungan satu sama lain.
Jadi, kenapa ada sekelompok orang dari Mediterania sampai ada di sana dan apa penyebab mereka tewas? Para periset belum dapat mengetahuinya.
"Kehadiran individu dengan keturunan yang diasosiakan dengan Mediterania timur mengindikasikan bahwa danau Roopkund bukan hanya area yang menarik warga lokal, akan tetapi menarik pula pengunjung dari seluruh dunia," kata ahli evolusi biologi Harvard, Eadoin Harney.
Ratusan orang itu ternyata tiba di waktu yang berbeda-beda dan mungkin kelompok yang berbeda pula. Riset lanjutan mungkin bisa menjelaskan apa yang begitu menarik di danau itu dan apa yang menyebabkan para pengunjung banyak yang meninggal dunia di waktu terpisah. https://bit.ly/2O3QqMT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar