Selasa, 19 November 2019

Menkes Terawan Ditarget Turunkan Angka Stunting Kurang Dari 14 Persen

Masalah stunting memang menjadi salah satu prioritas Menteri Kesehatan Terawan. Menurutnya bidang kesehatan di Indonesia masih banyak tantangan terutama dalam mengurangi angka stunting.

Angka stunting di Indonesia memang sudah turun menjadi 27,67 persen. Namun, Menkes Terawan mengaku ada pesan khusus dari Presiden Jokowi untuk mengurangi angka stunting serendah-rendahnya.

"Pesan khusus presiden itu menurunkan angka stunting kalau bisa bahkan di bawah 14 persen," ucapnya saat menghadiri rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional ke-55 di ICE BSD Serpong, Tangerang, Sabtu (9/11/2019).

Kasus stunting ditargetkan dapat turun dalam 3 tahun mendatang. Menurut Terawan, hal ini diperlukan agar anak bangsa dapat tumbuh menjadi generasi yang premium.

Sebelumnya disampaikan bahwa terdapat 2 program pemerintah dalam upaya menurunkan stunting, sebagai berikut :

1. Program pertama adalah pengadaan software yang berisi program penurunan stunting. Pembuatan software yang digawangi Direktorat Kesehatan Masyarakat tentunya dilakukan sesuai anggaran pemerintah.

2. Program kedua adalah melibatkan puskesmas, yang fungsinya kembali menjadi preventif dan promotif bukan kuratif. Puskesmas berperan mencegah stunting yang nantinya menjadi bahan penilaian akreditasi puskesmas. Layanan kesehatan tersebut dikatakan terakreditasi jika mampu mencegah stunting. https://bit.ly/37dgbC1

Kenaikan Iuran BPJS Ditolak Komisi IX, Ini Respons Menkes Terawan

Presiden Jokowi memutuskan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan per Januari 2020. Kenaikan iuran BPJS ini berlaku bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja resmi.

Rencana kenaikan iuran BPJS ini ditolak oleh Komisi IX DPR RI. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX Nihatul Wafiroh dari Fraksi PKB. Nihatul menilai kenaikan tarif membuat masyarakat miskin menjerit.

Mengomentari penolakan ini, Menteri Kesehatan Terawan mengatakan bahwa ia senang dan mengapresiasi aspirasi dari Komisi IX yang merupakan representasi dari masyarakat yang memilihnya.

"Saya senang jadi dapat banyak masukan. Ini kan penting. Sebenarnya intinya kan sama, mau mensejahterakan masyarakat di bidang kesehatan," katanya saat ditemui detikcom dalam kegiatan Hari Kesehatan Nasional ke-55 di ICE BSD Serpong, Tangerang, Sabtu (9/11/2019).

Namun menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana caranya membuat rakyat tidak merasakan kenaikan iuran BPJS ini. Pemerintah berencana untuk memberikan subsidi iuran bagi peserta kelas III. Rencana ini masih dalam pembahasan.

"Kalau iuran kelas 3 itu akan tersubsidi itu kan nggak berasa kalau naik. Kalau bagi peserta kelas 2 dan 1, ada regulasi entar bisa diatur. Jangan instan, sekarang buat yang masyarakat kelas 3 dulu yang merasa tidak mampu kita cari peluangnya," pungkas Menkes. https://bit.ly/3310ytO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar