Robbie Davidson adalah sosok cukup terkenal di kalangan penganut Bumi datar. Ia adalah penggagas konferensi Bumi datar yang dihadiri cukup banyak orang.
Davidson yang asal Amerika Serikat ini mengaku dulu menertawakan gagasan Bumi datar. "Aku hanya tertawa dan bilang mereka tentu adalah orang paling bodoh. Bagaimana mereka bisa percaya sesuatu yang begitu tolol?" katanya, dikutip detikINET dari CNN.
Namun lambat laun, Davidson malah berbalik arah, memeluk keyakinan Bumi datar dan menggagas konferensinya. Menurutnya, pernyataan bahwa manusia hidup di tempat random di alam semesta yang tak terbatas adalah perbuatan setan.
"Dia (setan-red) melakukan pekerjaan luar biasa meyakinkan orang dengan ide bahwa kita hanyalah bintik random di alam semesta," cetusnya.
Ia meyakini jika Bumi, Matahari, Bulan dan bintang-bintang ada di semacam kubah, teori yang banyak diamini oleh penganut Bumi datar. Adapun foto-foto Bumi bulat disebutnya hanyalah rekayasa Photoshop.
Keyakinan lainnya adalah bahwa luar angkasa tidak ada, pendaratan di Bulan adalah palsu dan dunia ini tidak bergerak melainkan tetap pada tempatnya. Satu lagi, Antartika adalah batas Bumi sehingga orang takkan terjatuh dari pinggiran.
Para penganut Bumi datar cenderung banyak percaya teori konspirasi. "Mereka punya mungkin 20 teori konspirasi teratas. Tapi yang paling utama selalu adalah Bumi datar," ujar Mark Sargent, seorang sutradara pendukung Bumi datar. https://bit.ly/2XzfNcy
Cenderung fanatik, apa yang membuat mereka begitu yakin di tengah banjir bukti bahwa Bumi itu bulat? "Orang pada intinya hanya mencoba memahami dunia," kata Daniel Jolley, akademisi di Northumbria University, Inggris.
"Mereka mungkin punya ketidakpercayaan pada orang atau kelompok powerful, yang bisa saja pemerintah atau NASA dan ketika mencari bukti yang masuk akal bagi mereka, pandangan dunianya menjadi didukung. Sulit untuk mendobrak mindset itu," tandasnya.
Menguak Sepak Terjang Komunitas Bumi Datar
Mereka yang meyakini Bumi datar memang jumlahnya sangat sedikit dibandingkan populasi. Namun komunitasnya boleh dibilang solid dan rajin menyebarkan pahamnya. Tak jarang yang sudah yakin bumi Bulat mendadak 'pindah' keyakinan karenanya.
"Saya dulu tidak ingin jadi flat Earther. Apakah Anda ingin bangun pagi dan semua orang jadi menganggap Anda idiot?" kata David Weiss, seorang warga Amerika Serikat kepada CNN yang dikutip detikINET.
Tapi Weiss malah kemudian mantap menjadi penganut Bumi datar. "Saya tak bermasalah dengan orang yang ingin percaya kita hidup di sebuah bola. Itu pilihan mereka. Hanya saja itu adalah sesuatu yang tidak saya percaya," cetusnya.
Weiss mendapat teman di komunitas Bumi datar yang cukup besar. Minggu ini, dia menghadiri Flat Earth National Conference yang diadakan di sebuah hotel di Dallas. Ada sekitar 600 orang yang datang.
Konferensi serupa sudah pernah diadakan di Brasil, Italia sampai Inggris. Acaranya digelar dengan serius, tapi topik yang dibahas adalah soal Bumi itu datar, bukan bulat, dengan segenap argumennya.
"Kami semua berkomunikasi online, tapi event ini membuat kami bisa berjabat tangan dan memeluk satu sama lain. Kami bisa berkolaborasi, membuat teman baru, karena teman lama kami hilang," tutur Weiss. https://bit.ly/2pAYX0f
Tidak ada komentar:
Posting Komentar