Minggu, 24 November 2019

Polisi Temukan Masuknya Aliran Dana Besar ke Rekening Veronica Koman

Polisi telah menemukan tambahan data dari enam rekening milik tersangka provokasi di Asrama Mahasiswa Papua (AMP), Veronica Koman. Sebelumnya, polisi juga telah mendalami dua rekening milik Veronica.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan pihaknya mencurigai adanya aliran dana cukup besar yang, menurutnya, tidak masuk akal. Selain itu, Luki mengatakan dana tersebut diambil di wilayah-wilayah konflik. Namun Luki enggan menyebut berapa besar aliran dana tersebut.

"Ada (dana) yang masuk yang cukup besar. Sebagai seorang mahasiswa, ini kayanya nggak masuk akal dan itu ada penarikan di beberapa wilayah konflik. Cukup besar," kata Luki kepada wartawan di Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (13/9/2019).

Luki memaparkan dana itu diambil di beberapa wilayah, di antaranya di Surabaya dan Papua. Untuk itu, pihaknya masih bekerja sama dengan tim di Mabes Polri.

"Ada penarikan di beberapa wilayah, baik itu di Surabaya maupun di luar Surabaya di wilayah Papua, dan ini akan kami dalami. Kami akan bekerja sama dengan tim di Mabes Polri," imbuhnya.

Tak hanya itu, Luki menambahkan pihaknya meminta waktu untuk melakukan pendalaman terhadap hal ini.

"Hasil pengembangan penyidik, kami dapat tambahan data ada tambah enam rekening, kemarin kami sebutkan dua. Ada beberapa yang cukup signifikan dari dana yang masuk dan ini akan kami kembangkan terus," pungkasnya. https://bit.ly/34m5IT2

Ada Kemungkinan Veronica Koman Lari ke Negara Lain?

Polisi telah melayangkan pemanggilan kedua kepada tersangka kasus provokasi kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua, Veronica Koman. Namun, hingga kini, Veronica, yang sedang berada di luar negeri, belum mengindahkan panggilan polisi.

Polisi mengidentifikasi keberadaan Veronica ada di sebuah kota di Australia. Untuk itu, polisi bekerja sama dengan Konjen Australia untuk memastikan kebenaran keberadaan Veronica.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan Veronica akan lari ke negara lain, Wakapolda Jatim Brigjen Toni Harmanto mengatakan masih akan terus memantau.

"Kita akan lihat nanti dalam proses berikutnya saja," kata Toni ditemui setelah berkoordinasi dengan Konjen Australia di Surabaya, Rabu (11/9/2019).

Namun Toni menegaskan pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah seandainya Veronica tak kunjung memenuhi panggilan.


"Seperti dijelaskan Bapak Kapolda kemarin, langkah yang kita kerjakan tadi ada tahapan-tahapannya. Setelah dua kali surat panggilan juga tidak diindahkan oleh bersangkutan, kita tentunya akan menetapkan daftar pencarian orang yang bersangkutan," papar Toni.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Misalnya saja dengan Divisi Hubungan Internasional Polri hingga kantor kedutaan besar Indonesia di wilayah Veronica berada.

"Berikutnya kita akan melayangkan itu yang sudah berjalan proses ini, surat-menyurat kepada hubungan internasional setempat untuk berkomunikasi dengan kantor kedutaan Indonesia yang ada di wilayah tersangka berada nanti," imbuh Toni.

"Kami mencoba melakukan langkah-langkah ini hanya untuk memastikan kembali tentang keberadaan bersangkutan di sana," pungkasnya. https://bit.ly/33a3YL2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar