Kamis, 08 Oktober 2020

Seks Oral Bisa Tularkan Kanker Tenggorokan! Begini Penjelasannya

 Pada dasarnya, kanker bukanlah penyakit yang bisa ditularkan. Namun salah satu pemicunya bisa menular lewat seks oral, yakni Human Papillomavirus atau HPV.

Virus ini memicu berbagai jenis kanker, seperti kanker serviks dan kanker penis. Nah, melalui aktivitas seks oral, virus ini juga bisa menular dan menyebabkan kanker di area mulut dan sekitarnya, termasuk tenggorokan.


"Seks oral ini unik. Risiko terjadinya kanker rongga mulut dan tenggorokan karena itu jadi lebih besar," kata dr Denny Handoyo Kirana, SpOnk-Rad, ahli kanker dari MRCCC Semanggi, saat dihubungi detikcom, Rabu (7/10/2020).


"Kalau orang yang terkena infeksi itu berhubungan, virus itu jadi menular (dari kelamin wanita) ke alat kelamin pria. Lalu, saat melakukan seks oral, maka virusnya itu masuk ke rongga mulut dan juga berisiko pada kanker tenggorokan," jelasnya.


Ditegaskan oleh dr Denny, risiko penyakit kanker akibat seks oral ini bisa dialami oleh siapapun. Risiko ini kemungkinan bisa terjadi dari pria ke wanita maupun sebaliknya.

https://indomovie28.net/ice-age-collision-course/


Maluku Utara Nihil, Ini 5 Provinsi Kasus Baru COVID-19 Terbanyak 7 Oktober


Berdasarkan situs resmi Satgas Penanganan COVID-19 pada Rabu (7/10/2020), kasus baru Corona di Indonesia bertambah sebanyak 4.538 kasus, sehingga totalnya sudah mencapai 315.714 orang.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus COVID-19 harian tertinggi yakni 1.211 orang. Sementara posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan 752 orang.


Berikut 5 provinsi dengan penambahan kasus COVID-19 tertinggi per 7 Oktober.


DKI Jakarta: 1.211 kasus

Jawa Barat: 752 kasus

Jawa Tengah: 384 kasus

Jawa Timur: 331 kasus

Kalimantan Timur: 202 kasus.

Hanya ada satu provinsi di Indonesia yang tidak ada kasus baru virus Corona per 7 Oktober yakni Maluku Utara


Ini Manfaat Air Jahe untuk Kesehatan, Bisa Diminum Setiap Hari


Jahe sering dimanfaatkan dalam pengobatan Aryuveda dan homeopati dan tradisional sejak lama. Air jahe mengandung beberapa mineral seperti kalium, mangan, tembaga dan magnesium.

Air jahe atau teh jahe dibuat dengan cara merebus jahe segar yang sudah digeprek atau diiris ke dalam air kemudian disaring. Air perasan jeruk nipis hingga madu bisa dicampurkan ke dalamnya.


Dalam buku "Home Doctor" Dr. P.S Phadke menyebutkan, konsumsi air jahe secara rutin dapat membantu menyembuhkan masalah ginjal, radang sendi, alergi dan masuk angin.


Dilansir dalam NDTV, menurut Ahli Gizi Makrobiotik dan Praktisi Kesehatan Shilpa Arora, "Air jahe membantu pencernaan dan membantu dalam mengobati infeksi batuk dan flu."


Sedangkan Jaclyn London, MS, RD, CDN selaku Direktur Nutrisi di Good House Keeping Institute memperingatkan bahwa air jahe bukanlah minuman detoks. Mengonsumsi air jahe sebaiknya tidak ditambahkan dengan pemanis seperti gula pasir.


Berikut manfaat dari air jahe:

1. Baik untuk Pencernaan

Manfaat air jahe dan gula merah atau gula aren minum segelas air jahe setiap hari dapat membantu memperkuat sistem pencernaan dan mencegah gangguan pencernaan, mual dan mulas. Satu sendok teh jus mint, jus lemon dan satu sendok makan madu yang dicampur dengan air jahe bisa meredakan morning sickness saat hamil.


2. Mencegah Diabetes

Konsumsi air jahe dan jeruk nipis diketahui bisa mengurangi risiko kerusakan ginjal dan bahkan menurunkan efek diabetes. Jahe dan akar jahe merupakan sumber zinc yang berperan penting dalam sekresi insulin.

https://indomovie28.net/one-two/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar