Salah satu kebiasaan orang Indonesia saat berbuka puasa adalah menyantap gorengan. Boleh nggak sih kita makan gorengan saat buka puasa?
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr H Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP mengatakan boleh-boleh saja memakan gorengan saat berbuka puasa, namun harus diperhatikan lagi porsi untuk menyantapnya.
"Gorengan tetap harus hati-hati, tidak saat berbuka langsung, arena tenggorokan kita masih butuh hidrasi, gorengan tetap tidak boleh berlebihan, habis buka baiknya minum yang manis-manis terlebih dahulu," jelas Prof Ari, dalam Webinar Online 'Tips Sehat Puasa ala Guru Besar FKUI'. Senin (12/4/2021).
"Bisa kurma 3 buah, kue kecil, atau jus. Kalau untuk makan besar bisa setelah sholat magrib, karena lambung harus diberikan makanan secara bertahap," tambah Prof Ari.
Selain itu, Prof Ari juga juga menyarankan untuk hindari makanan yang banyak mengandung gas seperti:
Makanan berlemak
Sayuran tertentu seperti sawi dan kol
Buah-buahan tertentu seperti buah nangka, kedondong, buah yang dikeringkan
Minuman yang bersoda
Hindari makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung
Kopi
Minuman beralkohol
Anggur putih
Sari buah sitrus
Susu full cream
https://cinemamovie28.com/movies/a-secret-love/
Catat! Manfaat di Balik Anjuran Nabi 3 Buah Kurma saat Berbuka
Sebagian besar orang terbiasa mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis untuk berbuka puasa, salah satunya kurma. Kurma ini termasuk buah yang dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak tiga buah.
Pakar kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH mengatakan kurma mengandung karbohidrat yang kompleks, serat, elektrolit, serta mineral. Selain itu, kandungan kalorinya juga cukup untuk memulihkan tenaga.
"Kurma ini mengandung karbohidrat yang kompleks. Dia ada serat, ada mineral sehingga cukup ideal sesuai dengan anjuran nabi untuk berbuka puasa dengan mengkonsumsi kurma. Sunahnya demikian disebutkan untuk dikonsumsi dalam jumlah ganjil yaitu 1, 3, atau 5 buah," kata Prof Ari dalam Webinar Online 'Tips Sehat Puasa ala Guru Besar FKUI', Senin (12/4/2021).
"Kurma ini juga termasuk buah, jadi pasti ada komponen airnya walaupun kecil. Ini bisa menjadi pilihan utama, terutama pada orang yang mempunyai masalah dengan kencing manis dibandingkan dengan hal-hal yang manis lainnya, seperti yang terbuat dari gula," jelasnya.
Lalu, lebih baik berbuka puasa dengan kurma atau teh manis?
Menanggapi ini, pakar gizi dari FKUI Prof Dr dr Saptawati Bardosono, MSc mengatakan mengkonsumsi kurma dengan air putih saat berbuka sangat bagus. Ini jauh lebih baik jika dibandingkan berbuka puasa dengan teh manis.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Prof Saptawati menegaskan kurma bisa meningkatkan gula darah yang menurun selama berpuasa. Kurma mengandung serat yang sangat dibutuhkan tubuh dan juga mengandung antioksidan.
"Ternyata lebih bagus air putih dengan tiga kurma. Kurma bisa meningkatkan gula darah yang sudah menurun. Seratnya juga sangat dibutuhkan dan juga sudah diteliti banyak mengandung antioksidan," jelas Prof Saptawati.
"Jadi, kurma ini luar biasa dan harus dilestarikan berbuka puasa dengan air putih dan tiga kurma sebelum kita sholat magrib, kemudian baru makan malam, tarawih, dan tidur tentu diselingi dengan minum air putih," lanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar