Minggu, 04 April 2021

Gegara Thierry Henry, Pemain Arsenal Mau Boikot Medsos

  Para pemain Arsenal kabarnya tengah berdiskusi untuk membicarakan kemungkinan boikot media sosial. Tindakan itu mungkin saja dilakukan untuk mengikuti jejak legenda klub asal London itu, Thierry Henry.

Henry saat ini menjadi bintang olahraga paling tenar yang memutuskan untuk berhenti menggunakan medsos. Ia menilai para perusahaan medsos sejauh ini tidak bertindak maksimal untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti pelecehan sampai rasisme. Padahal persoalan itu dirasakan semakin gawat.


Maka, Henry menyatakan tidak akan mengaktifkan lagi medsos sampai mereka tegas menindak hal tersebut. "Mudah sekali untuk bikin akun, lalu memakainya untuk bully dan mengacau tanpa konsekuensi dan bisa tetap anonim. Volume besar rasisme, bully dan menyebabkan siksaan mental pada individu terlalu beracun untuk diabaikan," kata Henry.


Arsenal sendiri telah mengkampanyekan #StopOnlineAbuse untuk menekan perusahaan medsos seperti Twitter dan Instagram agar benar-benar serius mencari solusi. Terlebih beberapa pemain Arsenal seperti Eddie Nketiah, Willian dan Granith Xhaja jadi korban rasisme di platform tersebut.


Maka tidak menutup kemungkinan bahwa para pemain Arsenal bakal beraksi lebih keras seperti yang dilakukan oleh Henry, agar permintaan mereka tidak diabaikan begitu saja. Arsenal sendiri sudah mengeluarkan pernyataannya.


"Di sepakbola dan lainnya, kami melihat dunia diracuni kebencian rasisme dan kalimat diskriminatif. Kita tidak bisa meremehkan imbas dari pelecehan itu kepada para individu," sebut Arsenal yang dikutip detikINET dari Daily Mail.


Untuk saat ini, boikot media sosial masih sebatas rencana. Arsenal juga menangani kasus yang terjadi per individu. Tapi tak menutup kemungkinan seluruh pemain memutuskan bersatu dan meninggalkan medsos agar aksi protes menjadi lebih konkret.

https://trimay98.com/movies/my-best-friends-wedding-2/


Proyek Kabel Internet Bawah Laut Google-Facebook Gaet XL


- Facebook dan Google menggandeng operator seluler XL Axiata dalam menggelar proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menghubungkan Amerika Utara dengan Asia Tenggara.

Proyek bersama perusahaan telekomunikasi regional ini memiliki tujuan untuk menyediakan akses internet lebih cepat ke Indonesia dan juga Singapura. Dua kabel bawah laut itu dinamakan Echo dan Bifrost, yang akan menjangkau Indonesia.


"Iya benar, saat ini kami bersama dengan Facebook-Google melakukan kemitraan untuk pembangunan SKKL," ujar Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih kepada detikINET, Rabu (31/3/2021).


"Harapannya kehadiran SKKL tersebut tentu memberikan manfaat bagi seluruh pihak termasuk perusahaan, masyarakat dan juga bagi negara," sambungnya.


Manfaat keberadaan kabel bawah laut anyar itu diantaranya tersedianya akses internet dan data dengan kapasitas besar ke luar negeri untuk masyarakat, pemerintah dan korporasi untuk mendukung kemudahan komunikasi dan banyak aktivitas, kemajuan ekonomi dan pengembangan teknologi.


Kemudian mengurangi ketergantungan akses internet dan data ke jaringan global yang selama ini hanya tersedia melalui jalur Singapore dan Hongkong, memberi kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi digital pada masyarakat secara luas sampai ke pelosok dan Kawasan Timur Indonesia.


Disampaikan Ayu, saat ini implementasi proyek tersebut masih berjalan sesuai rencana. Dari sisi teknis juga dipastikan pelaksanaan proyek kabel tersebut melewati jalur dan zonasi yang di rekomendasikan pemerintah dan untuk lokasi pendaratan kabel (cable landing station) juga akan memasuki tahap konstruksi.


"Saat ini kami juga masih terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk dukungan perizinan yang dibutuhkan untuk percepatan pelaksanaan proyek tersebut," pungkasnya.

https://trimay98.com/movies/my-best-friends-wedding/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar