Minggu, 04 April 2021

Keajaiban Bulan Purnama Bantu Evakuasi Kapal di Terusan Suez

 - Kapal Ever Given yang kandas di Terusan Suez selama hampir satu minggu akhirnya berhasil bebas. Siapa sangka bulan purnama ikut berkontribusi dalam proses evakuasi ini.

Seperti diketahui, Terusan Suez mengalami pasang surut seperti permukaan air pada umumnya. Pasang surut mencapai kondisi paling ekstrem saat Bumi sejajar dengan matahari dan Bulan, dua objek yang menyebabkan tarikan gravitasi di planet kita.


Ketika ada bulan purnama, atau bulan berada di fase baru, tarikan gravitasinya menambah tarikan gravitasi matahari sehingga pasang naik dan surut menjadi lebih dramatis.


Kebetulan, pada 28 Maret yang lalu muncul bulan purnama. Tidak hanya itu, posisi Bulan juga berada relatif dekat dengan Bumi dalam orbitnya, dan akan mencapai titik terdekatnya atau perigee pada Selasa (30/3).


Ketika Bulan dan matahari sejajar, seperti kasus bulan purnama akhir pekan lalu, kombinasi tarikan gravitasinya menyebabkan pasang naik yang sangat tinggi, yang dikenal sebagai Spring Tides, seperti dikutip dari Space, Rabu (31/3/2021).


Berdasarkan data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) pasang naik terjadi dalam selang 12 jam dan 25 menit. Jadi dibutuhkan waktu enam jam dan 12,5 menit untuk air di pesisir mengalir dari tinggi ke rendah, atau rendah ke tinggi.


Ini memberikan rentang waktu yang bisa dimanfaatkan tim evakuasi Ever Given. Karena faktor-faktor alam ini, tinggi permukaan air di Terusan Suez jadi 46 cm lebih tinggi dari biasanya.


"Kami sangat terbantu oleh gelombang pasang kuat yang kami alami sore ini," kata Peter Berdowski, CEO Boskalis, perusahaan yang mengevakuasi Ever Given.


"Akibatnya, anda memiliki kekuatan alam yang mendorong dengan kuat, dan kekuatan itu mendorong lebih kuat daripada yang bisa ditarik oleh dua kapal tunda," tambahnya.


Setelah kapal Ever Given berhasil dievakuasi, lalu lintas perairan di Terusan Suez kembali dibuka. Sementara itu kapal yang membawa lebih dari 18.000 kontainer ini dibawa ke lokasi lain untuk dilakukan pemeriksaan.

https://trimay98.com/movies/the-caretaker-3/


Gegara Thierry Henry, Pemain Arsenal Mau Boikot Medsos


 Para pemain Arsenal kabarnya tengah berdiskusi untuk membicarakan kemungkinan boikot media sosial. Tindakan itu mungkin saja dilakukan untuk mengikuti jejak legenda klub asal London itu, Thierry Henry.

Henry saat ini menjadi bintang olahraga paling tenar yang memutuskan untuk berhenti menggunakan medsos. Ia menilai para perusahaan medsos sejauh ini tidak bertindak maksimal untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti pelecehan sampai rasisme. Padahal persoalan itu dirasakan semakin gawat.


Maka, Henry menyatakan tidak akan mengaktifkan lagi medsos sampai mereka tegas menindak hal tersebut. "Mudah sekali untuk bikin akun, lalu memakainya untuk bully dan mengacau tanpa konsekuensi dan bisa tetap anonim. Volume besar rasisme, bully dan menyebabkan siksaan mental pada individu terlalu beracun untuk diabaikan," kata Henry.


Arsenal sendiri telah mengkampanyekan #StopOnlineAbuse untuk menekan perusahaan medsos seperti Twitter dan Instagram agar benar-benar serius mencari solusi. Terlebih beberapa pemain Arsenal seperti Eddie Nketiah, Willian dan Granith Xhaja jadi korban rasisme di platform tersebut.


Maka tidak menutup kemungkinan bahwa para pemain Arsenal bakal beraksi lebih keras seperti yang dilakukan oleh Henry, agar permintaan mereka tidak diabaikan begitu saja. Arsenal sendiri sudah mengeluarkan pernyataannya.


"Di sepakbola dan lainnya, kami melihat dunia diracuni kebencian rasisme dan kalimat diskriminatif. Kita tidak bisa meremehkan imbas dari pelecehan itu kepada para individu," sebut Arsenal yang dikutip detikINET dari Daily Mail.


Untuk saat ini, boikot media sosial masih sebatas rencana. Arsenal juga menangani kasus yang terjadi per individu. Tapi tak menutup kemungkinan seluruh pemain memutuskan bersatu dan meninggalkan medsos agar aksi protes menjadi lebih konkret.

https://trimay98.com/movies/the-caretaker-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar