Mutasi E484K sudah masuk Indonesia. Mutasi yang disebut varian Eek ini sudah masuk sejak Februari lalu, ditemukan dari sampel di salah satu RS Jakarta Barat.
Menurut dokter paru sekaligus Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, mutasi E484K ini bisa memperpendek masa kerja antibodi netralisasi di dalam tubuh. Akibatnya, orang tersebut menjadi lebih mudah terinfeksi ulang pasca sembuh dari COVID-19.
"Karena pengaruhnya terhadap antibodi, maka mungkin akan ada dampaknya pada efikasi vaksin. Kita masih akan tunggu hasil penelitian selanjutnya tentang bagaimana dampaknya terhadap efikasi vaksin," kata Prof Tjandra melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Selasa (6/4/2021).
"Perlu diketahui bahwa kalau memang nanti mutasi E484K dan atau mutasi atau varian baru lainnya memang akan membuat vaksin menjadi tidak efektif, maka para pakar dan produsen vaksin akan dapat memodifikasi vaksin yang ada sehingga akan tetap efektif dalam pengendalian COVID-19," lanjutnya.
Agar mutasi 'Eek' atau E484K ini tidak menyebar lebih luas, Prof Tjandra mengatakan perlu adanya beberapa tindakan pencegahan. Berikut langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan sebagaimana dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona pada umumnya:
Meningkatkan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak).
Melakukan penelusuran kontak intensif pada keadaan khusus.
Mengawasi kedatangan dari luar negeri.
Meningkatkan jumlah pemeriksaan whole genome sequencing.
https://cinemamovie28.com/movies/7-hours-to-go/
Lari Dulu 21 Km Tiap Mau Sarapan, Remaja Ini Nyaris Tewas Kecanduan Olahraga
Seorang remaja perempuan berusia 19 tahun hampir meninggal karena kecanduan berolahraga. Ia selalu berlari half marathon atau sekitar 21 km tiap mau sarapan bahkan bersembunyi di toilet untuk jogging di tempat.
Hal ini berawal sejak remaja bernama Lisa Fouweather asal Doncaster, South Yorkshire, mengikuti kompetisi lari dan bergabung dengan Doncaster Athletics Clubs pada September 2016 lalu. Ia selalu berlari dengan harapan performanya bisa meningkat dan menjadi yang terbaik di klubnya.
Lisa pun bertekad untuk terus berlatih dengan mengikuti cara para profesional di Instagram dan melakukan diet ekstrem. Setiap hari, ia hanya mengkonsumsi buah dan sayur. Ia menghindari semua yang mengandung lemak serta gula seperti roti dan kentang, termasuk minuman.
"Aku takut mengkonsumsi 'kalori cair' dan akan membuang jus jeruk milikku ke luar jendela saat orang tuaku pergi," kata Lisa yang dikutip dari Daily Mail, Selasa (6/4/2021).
"Aku hanya akan makan buah, tujuh stroberi, atau jika aku sangat lapar hari itu aku mungkin makan pisang," lanjutnya.
Sampai akhirnya, di awal 2017 orang tua Lisa yaitu Joanna dan Roy Fouweather menyadari ada yang tidak beres pada anaknya. Mereka pun membawa Lisa ke rumah sakit dan dirujuk ke Layanan Kesehatan Mental Anak dan Remaja (CAHMS).
Lisa didiagnosis mengalami ortoreksia dan dilarang untuk berolahraga. Tetapi, Lisa mengancam akan bunuh diri jika tidak diperbolehkan untuk berolahraga, karena ia tidak bisa hidup tanpa olahraga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar