Minggu, 04 April 2021

Xiaomi Gelontorkan Rp 145 Triliun Bikin Mobil Listrik

 Xiaomi ternyata benar-benar serius memasuki bisnis mobil listrik. Vendor ponsel asal China ini mengumumkan akan menyiapkan USD 10 miliar (Rp 145 triliun) dalam 10 tahun ke depan untuk mengembangkan mobil listrik pintar.

Xiaomi akan membentuk anak perusahaan yang fokus dalam bisnis mobil pintar dengan nilai investasi awal sebesar 10 miliar Yuan atau Rp 22 triliun. CEO Xiaomi Lei Jun juga akan memimpin unit baru tersebut.


"Xiaomi berharap untuk menawarkan kendaraan listrik pintar untuk memungkinkan semua orang di dunia menikmati hidup pintar kapan saja, di mana saja," kata Xiaomi dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (31/3/2021).


Saat ini, Xiaomi menyandang status sebagai vendor ponsel terbesar ketiga di dunia. Selain ponsel, mereka juga memproduksi beragam gadget, mulai dari alat cukur elektrik, sikat gigi, jam tangan pintar hingga skuter.


Kini mereka memasuki salah satu area bisnis paling kompetitif di China. Mereka tidak hanya bersaing dengan produsen mobil ternama di Negeri Tirai Bambu, seperti Geely dan BYD, tapi juga nama baru seperti Nio dan Xpeng Motors.


Perusahaan teknologi China juga mulai merambah sektor mobil listrik. Baidu yang merupakan Google-nya China, belum lama ini meluncurkan perusahaan mobil listrik dan menggaet CEO untuk memimpin bisnis tersebut.


Xiaomi juga bukan satu-satunya vendor ponsel yang terjun ke bisnis ini. Apple telah lama dirumorkan akan meluncurkan mobil listriknya sendiri, yang kemungkinan akan dikembangkan dengan produsen mobil yang sudah mapan.


Mobil listrik memang sedang ngetren di China berkat dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintah, termasuk memberikan subsidi. Firma riset Canalys memperkirakan akan ada 1,9 juta kendaraan listrik yang dijual di China pada 2021, mewakili pertumbuhan 51% year-on-year.

https://trimay98.com/movies/the-swap-2/


Keajaiban Bulan Purnama Bantu Evakuasi Kapal di Terusan Suez


- Kapal Ever Given yang kandas di Terusan Suez selama hampir satu minggu akhirnya berhasil bebas. Siapa sangka bulan purnama ikut berkontribusi dalam proses evakuasi ini.

Seperti diketahui, Terusan Suez mengalami pasang surut seperti permukaan air pada umumnya. Pasang surut mencapai kondisi paling ekstrem saat Bumi sejajar dengan matahari dan Bulan, dua objek yang menyebabkan tarikan gravitasi di planet kita.


Ketika ada bulan purnama, atau bulan berada di fase baru, tarikan gravitasinya menambah tarikan gravitasi matahari sehingga pasang naik dan surut menjadi lebih dramatis.


Kebetulan, pada 28 Maret yang lalu muncul bulan purnama. Tidak hanya itu, posisi Bulan juga berada relatif dekat dengan Bumi dalam orbitnya, dan akan mencapai titik terdekatnya atau perigee pada Selasa (30/3).


Ketika Bulan dan matahari sejajar, seperti kasus bulan purnama akhir pekan lalu, kombinasi tarikan gravitasinya menyebabkan pasang naik yang sangat tinggi, yang dikenal sebagai Spring Tides, seperti dikutip dari Space, Rabu (31/3/2021).


Berdasarkan data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) pasang naik terjadi dalam selang 12 jam dan 25 menit. Jadi dibutuhkan waktu enam jam dan 12,5 menit untuk air di pesisir mengalir dari tinggi ke rendah, atau rendah ke tinggi.


Ini memberikan rentang waktu yang bisa dimanfaatkan tim evakuasi Ever Given. Karena faktor-faktor alam ini, tinggi permukaan air di Terusan Suez jadi 46 cm lebih tinggi dari biasanya.


"Kami sangat terbantu oleh gelombang pasang kuat yang kami alami sore ini," kata Peter Berdowski, CEO Boskalis, perusahaan yang mengevakuasi Ever Given.


"Akibatnya, anda memiliki kekuatan alam yang mendorong dengan kuat, dan kekuatan itu mendorong lebih kuat daripada yang bisa ditarik oleh dua kapal tunda," tambahnya.

https://trimay98.com/movies/the-swap/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar