Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) tengah menganalisis munculnya kondisi langka Guillain-Barre Syndrome (GBS) usai vaksinasi COVID-19 AstraZeneca. Dikutip dari Reuters, EMA mengatakan komite keamanan vaksin Vaxzevria akan menganalisis data dari vaksin ini.
Tetapi, tidak disebutkan secara spesifik berapa jumlah kasus sindrom Guillain-Barre atau GBS dalam hal ini.
Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Indonesia, yang menyebabkan seorang guru honorer asal Sukabumi. Guru bernama guru Susan mengalami kelumpuhan dan gangguan penglihatan.
Namun, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Hindra Irawan Satari mengatakan kasus ini tidak berkaitan dengan vaksin COVID-19 kedua yang diterimanya.
Berikut beberapa fakta soal sindrom Guillain-Barre atau GBS yang perlu diketahui.
Apa itu sindrom Guillain-Barre?
Guillain-Barre Syndrome (GBS) atau sindrom Guillain-Barre adalah kelainan langka yang membuat sistem kekebalan tubuh merusak sel saraf. Kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami kelemahan otot hingga kelumpuhan.
Apa penyebabnya?
Terkait penyebab dari sindrom Guillain-Barre ini belum sepenuhnya dipahami. Namun, sindrom ini sering terjadi setelah infeksi virus atau bakteri.
Selain itu, dikutip dari Mayo Clinic, ada beberapa contoh infeksi yang diketahui bisa berkaitan dengan sindrom Guillain-Barre atau GBs, yaitu:
Bakteri campylobacter
Influenza
Cytomegalovirus
Virus Epstein-Barr
Virus Zika
Hepatitis A, B, C, dan E
Human immunodeficiency virus (HIV)
Bakteri mycoplasma pneumoniae
COVID-19
Kasus sindrom Guillain-Barre juga dilaporkan bisa berkaitan dengan operasi, luka atau trauma, serta vaksinasi influenza. Hanya saja CDC mengatakan kasus GBS yang berkaitan dengan vaksinasi influenza kemungkinannya lebih kecil daripada influenza itu sendiri.
Terkait Guillain-Barre Syndrome ini, apa saja gejala yang muncul? Klik ke halaman selanjutnya.
Apa saja gejala sindrom Guillain-Barre?
Umumnya, gejala utama dari Guillain-Barre Syndrome ini adalah kelemahan dan kesemutan. Pasien dengan sindrom ini juga mungkin mengalami efek yang menetap, seperti kelemahan, mati rasa, atau kelelahan.
Selain itu, ada beberapa gejala atau tanda lainnya dari Guillain-Barre Syndrome yang dikutip Mayo Clinic:
Ketidakmampuan untuk berjalan
Kesulitan dalam bergerak, berbicara, mengunyah, atau menelan
Gangguan penglihatan
Nyeri hebat yang terasa seperti pegal atau kram yang terasa memburuk saat malam hari
Kesulitan mengontrol kandung kemih atau fungsi usus
Denyut jantung lebih cepat
Sulit bernapas
Berkaitan dengan vaksin?
Komnas KIPI menyatakan, tidak ada cukup bukti untuk mengaitkan Guillain Barre Syndrome yang diidap Guru Susan dengan vaksinasi COVID-19. Sindrom ini juga beberapa kali ditemukan dalam penelitian vaksin, termasuk vaksin flu maupun COVID-19, namun peluangnya tidak berbeda secara signifikan dibandingkan yang tidak divaksin.
https://nonton08.com/movies/butter-5/
Lagi Malas Bercinta? 5 Cara Alami Ini Ampuh untuk Tingkatkan Gairah Seks
Tingkat libido atau gairah seks bisa berbeda-beda pada setiap orang. Turunnya libido dalam beberapa waktu merupakan hal yang normal. Namun, apabila seseorang ingin meningkatkan libidonya, terdapat banyak cara alami yang bisa dilakukannya.
Tinggi atau rendahnya libido seseorang juga bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor usia, kesehatan, dan kecemasan. Meski demikian, libido rendah kerap kali menurunkan kepercayaan diri saat berhadapan dengan pasangan dan bisa mempengaruhi hubungan.
Dikutip dari laman Medical News Today, berikut 5 cara alami yang bisa dilakukan untuk meningkatkan libido atau gairah seks.
1. Fokus pada foreplay
Pengalaman seks yang menyenangkan bisa meningkatkan dorongan seksual yang bisa meningkatkan libido. Dalam beberapa kasus, pasangan sering kali meningkatkan pengalaman seks mereka dengan fokus pada foreplay, seperti berciuman, bersentuhan, serta seks oral.
Bagi wanita, foreplay merupakan hal yang penting. Berdasarkan studi yang dilakukan pada tahun 2017, hanya sebanyak 18 persen wanita bisa mencapai klimaks melalui penetrasi, sedangkan 33,6 persen wanita dilaporkan membutuhkan stimulasi klitoris untuk orgasme.
2. Tidur cukup
Mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas bisa meningkatkan suasana hati dan energi seseorang. Sejumlah penelitian juga mengungkap bahwa tidur berkualitas bisa meningkatkan libido seseorang. Dalam sebuah studi tahun 2015, mendapatkan cukup tidur di malam hari bisa meningkatkan gairah seks di keesokan harinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar