Suami dari mantan artis cilik Tasya Kamila, Randi Bachtiar, dikabarkan mengidap kanker hodgkin lymphoma stadium dua. Hal ini diungkapkan oleh Tasya lewat akun Instagram pribadinya.
"Suamiku @randibachtiar sedang berjuang melawan kanker (Limfoma Hodgkin stadium 2). Dia sudah menjalani operasi, kemoterapi, dan sekarang menjalani radioterapi yang diharapkan menjadi fase terakhir perawatannya," tulis Tasya yang dilihat detikcom dalam postingannya, Sabtu (8/5/2021).
"Saat ini gw sedang berikhtiar dan berjuang melawan kanker (kelenjar) getah bening (Lymphoma Hodgkin), salah satu jenis kanker yang insya Allah bisa diobati dan disembuhkan," ujar Randi Bachtiar.
Apa itu hodgkin lymphoma?
Hodgkin lymphoma atau limfoma hodgkin adalah salah satu jenis kanker pada kelenjar getah bening (limfoma), jaringan yang berperan untuk mengontrol sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini membuat sel-sel dalam sistem limfatik tumbuh secara tidak normal dan bisa menyebar.
Dikutip dari Mayo Clinic, efeknya limfoma akan kehilangan fungsinya untuk melawan infeksi. Sehingga pengidap limfoma hodgkin ini akan rentan terhadap infeksi.
Penyakit ini bisa menyerang orang-orang dari segala usia. Tetapi, kondisi ini paling sering diidap oleh orang-orang yang berusia antara 20 sampai 40 tahun, dan mereka di usia 55 tahun.
Saat seseorang mengidap limfoma hodgkin, ada beberapa gejala yang bisa dialami. Gejala yang paling umum adalah terjadi pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak nyeri di leher, ketiak, atau selangkangan dan sering merasa kelelahan.
https://nonton08.com/movies/the-dominator-3-junior-bullies/
4 Fakta Sindrom Guillain-Barre dan Kaitannya dengan Vaksin AstraZeneca
Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) tengah menganalisis munculnya kondisi langka Guillain-Barre Syndrome (GBS) usai vaksinasi COVID-19 AstraZeneca. Dikutip dari Reuters, EMA mengatakan komite keamanan vaksin Vaxzevria akan menganalisis data dari vaksin ini.
Tetapi, tidak disebutkan secara spesifik berapa jumlah kasus sindrom Guillain-Barre atau GBS dalam hal ini.
Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Indonesia, yang menyebabkan seorang guru honorer asal Sukabumi. Guru bernama guru Susan mengalami kelumpuhan dan gangguan penglihatan.
Namun, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Hindra Irawan Satari mengatakan kasus ini tidak berkaitan dengan vaksin COVID-19 kedua yang diterimanya.
Berikut beberapa fakta soal sindrom Guillain-Barre atau GBS yang perlu diketahui.
Apa itu sindrom Guillain-Barre?
Guillain-Barre Syndrome (GBS) atau sindrom Guillain-Barre adalah kelainan langka yang membuat sistem kekebalan tubuh merusak sel saraf. Kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami kelemahan otot hingga kelumpuhan.
Apa penyebabnya?
Terkait penyebab dari sindrom Guillain-Barre ini belum sepenuhnya dipahami. Namun, sindrom ini sering terjadi setelah infeksi virus atau bakteri.
Selain itu, dikutip dari Mayo Clinic, ada beberapa contoh infeksi yang diketahui bisa berkaitan dengan sindrom Guillain-Barre atau GBs, yaitu:
Bakteri campylobacter
Influenza
Cytomegalovirus
Virus Epstein-Barr
Virus Zika
Hepatitis A, B, C, dan E
Human immunodeficiency virus (HIV)
Bakteri mycoplasma pneumoniae
COVID-19
Kasus sindrom Guillain-Barre juga dilaporkan bisa berkaitan dengan operasi, luka atau trauma, serta vaksinasi influenza. Hanya saja CDC mengatakan kasus GBS yang berkaitan dengan vaksinasi influenza kemungkinannya lebih kecil daripada influenza itu sendiri.
Terkait Guillain-Barre Syndrome ini, apa saja gejala yang muncul? Klik ke halaman selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar