Rabu, 05 Mei 2021

Bayi Ditemukan di Samping Jenazah Ibunya, Warga Tak Tolong karena Takut Corona

 Kisah pilu kembali terjadi di India. Dalam sebuah insiden tragis, seorang bayi ditemukan di samping jenazah ibunya yang diduga telah meninggal selama 2 hari.

Dilaporkan juga bahwa bayi tersebut tidak makan atau minum sejak ibunya meninggal dunia. Hal yang paling menyayat hati adalah tidak ada sama sekali tetangganya yang berani menghubungi keluarga mereka karena takut kena Corona.


Setelah tercium bau dari jenazah sang ibu, barulah para warga memanggil polisi ke kediaman mereka di Pimpri Chinchwad, India. Polisi kemudian mendobrak pintu rumah dan menemukan bayi tersebut di sebelah ibunya.


Dilaporkan dari media lokal NDTV, para tetangga menolak untuk menggendong bayi malang itu karena khawatir virus Corona. Polisi Sushila Gabhale dan Rekha Waze pun mengambil alih dan memberinya makan.


"Saya juga punya dua anak, satu usia delapan, satu usia enam. Bayinya seperti anak saya sendiri, dia minum susu dengan sangat cepat karena dia sangat lapar," kata Sushila Gabhale.


Rekannya, Rekha, mengatakan anak itu secara ajaib baik-baik saja, hanya mengalami demam.


"Anak itu sedikit demam saat kami tunjukkan ke dokter. Dia menyuruh kami memberinya makan dengan baik, selebihnya baik-baik saja. Setelah memberi makan bayi biskuit dengan air, kami membawa anak itu ke rumah sakit pemerintah untuk tes COVID," ujar Rekha.


Tes Corona menunjukkan sang bayi negatif Corona.


Masih dilakukan otopsi untuk mengungkap penyebab kematian sang ibu. Belum diketahui apakah dia meninggal sebagai pasien Corona atau tidak.


"Suami wanita itu dilaporkan pergi ke Uttar Pradesh untuk bekerja. Kami menunggu dia kembali," kata Prakash Jadhav, Inspektur Polisi.

https://cinemamovie28.com/movies/the-incredible-fist/


India Tembus 20 Juta Kasus, Ini 10 Negara dengan COVID-19 Tertinggi di Asia


- Tsunami COVID-19 di India belum berakhir. Total kasus Corona di negara itu sudah menembus angka 20 juta kasus pada Selasa (4/5/2021).

Dikutip dari AFP, India melaporkan sebanyak 357.229 kasus baru Corona pada hari Selasa. Jumlah ini 10.918 lebih sedikit dari kasus kemarin, yakni 368.147 kasus.


Diketahui sudah sepekan terakhir India terus melaporkan lebih dari 300.000 kasus Corona setiap harinya.


Menurut pakar penyakit menular dari Amerika Serikat, Anthony Fauci, India dapat mengakhiri lonjakan kasus ini bila lockdown diberlakukan meski hanya sementara.


"Tidak ada yang suka lockdown ... Tapi jika Anda melakukannya hanya untuk beberapa minggu, (Negara) Anda bisa memiliki dampak signifikan pada dinamika wabah," jelas Fauci.


Namun, Perdana Menteri India, Narendra Modi, masih optimis tsunami COVID-19 di India dapat diatasi tanpa harus menerapkan lockdown nasional.


Bagaimana perkembangan COVID-19 di negara lain di Asia?

Tak hanya India, COVID-19 juga masih mewabah di berbagai negara di Asia. Berikut update daftar 10 negara dengan kasus Corona terbanyak di Asia, dikutip dari data Worldometer pada Rabu (5/4/2021) pagi.


1. India

Total kasus: 20.658.234 kasus

Total sembuh: 16.938.400 kasus

Total meninggal: 226.169 kasus.

2. Turki

Total kasus: 4.929.118 kasus

Total sembuh: 4.554.037 kasus

Total meninggal: 41.527 kasus.

3. Iran

Total kasus: 2.575.737 kasus

Total sembuh: 2.022.586 kasus

Total meninggal: 73.219 kasus.

4. Indonesia

Total kasus: 1.686.373 kasus

Total sembuh: 1.541.149 kasus

Total meninggal: 46.137 kasus.

5. Irak

Total kasus: 1.086.141 kasus

Total sembuh: 971.793 kasus

Total meninggal: 15.608 kasus.

6. Filipina

Total kasus: 1.067.892 kasus

Total sembuh: 984.210 kasus

Total meninggal: 17.622 kasus.

7. Israel

Total kasus: 838.697 kasus

Total sembuh: 831.090 kasus

Total meninggal: 6.369 kasus.

8. Pakistan

Total kasus: 837.523 kasus

Total sembuh: 733.062 kasus

Total meninggal: 18.310 kasus.

9. Bangladesh

Total kasus: 765.596 kasus

Total sembuh: 695.032 kasus

Total meninggal: 11.705 kasus.

10. Yordania

Total kasus: 715.703 kasus

Total sembuh: 694.427 kasus

Total meninggal: 8.955 kasus.

https://cinemamovie28.com/movies/swapping-perfect-neighbor/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar