Rabu, 05 Mei 2021

India Tembus 20 Juta Kasus, Ini 10 Negara dengan COVID-19 Tertinggi di Asia

 - Tsunami COVID-19 di India belum berakhir. Total kasus Corona di negara itu sudah menembus angka 20 juta kasus pada Selasa (4/5/2021).

Dikutip dari AFP, India melaporkan sebanyak 357.229 kasus baru Corona pada hari Selasa. Jumlah ini 10.918 lebih sedikit dari kasus kemarin, yakni 368.147 kasus.


Diketahui sudah sepekan terakhir India terus melaporkan lebih dari 300.000 kasus Corona setiap harinya.


Menurut pakar penyakit menular dari Amerika Serikat, Anthony Fauci, India dapat mengakhiri lonjakan kasus ini bila lockdown diberlakukan meski hanya sementara.


"Tidak ada yang suka lockdown ... Tapi jika Anda melakukannya hanya untuk beberapa minggu, (Negara) Anda bisa memiliki dampak signifikan pada dinamika wabah," jelas Fauci.


Namun, Perdana Menteri India, Narendra Modi, masih optimis tsunami COVID-19 di India dapat diatasi tanpa harus menerapkan lockdown nasional.


Bagaimana perkembangan COVID-19 di negara lain di Asia?

Tak hanya India, COVID-19 juga masih mewabah di berbagai negara di Asia. Berikut update daftar 10 negara dengan kasus Corona terbanyak di Asia, dikutip dari data Worldometer pada Rabu (5/4/2021) pagi.


1. India

Total kasus: 20.658.234 kasus

Total sembuh: 16.938.400 kasus

Total meninggal: 226.169 kasus.

2. Turki

Total kasus: 4.929.118 kasus

Total sembuh: 4.554.037 kasus

Total meninggal: 41.527 kasus.

3. Iran

Total kasus: 2.575.737 kasus

Total sembuh: 2.022.586 kasus

Total meninggal: 73.219 kasus.

4. Indonesia

Total kasus: 1.686.373 kasus

Total sembuh: 1.541.149 kasus

Total meninggal: 46.137 kasus.

5. Irak

Total kasus: 1.086.141 kasus

Total sembuh: 971.793 kasus

Total meninggal: 15.608 kasus.

6. Filipina

Total kasus: 1.067.892 kasus

Total sembuh: 984.210 kasus

Total meninggal: 17.622 kasus.

7. Israel

Total kasus: 838.697 kasus

Total sembuh: 831.090 kasus

Total meninggal: 6.369 kasus.

8. Pakistan

Total kasus: 837.523 kasus

Total sembuh: 733.062 kasus

Total meninggal: 18.310 kasus.

9. Bangladesh

Total kasus: 765.596 kasus

Total sembuh: 695.032 kasus

Total meninggal: 11.705 kasus.

10. Yordania

Total kasus: 715.703 kasus

Total sembuh: 694.427 kasus

Total meninggal: 8.955 kasus.

https://cinemamovie28.com/movies/true-and-false-monkey-king/


Sate Takjil Beracun Tewaskan Bocah di Bantul, Kenapa Sianida Gampang Dibeli?


Bocah 10 tahun asal Bantul meninggal dunia akibat tak sengaja makan takjil sate beracun. Ayahnya, seorang driver ojek online membawa pulang 'rezeki' sebungkus sate lantaran keluarga tujuan menolak kiriman. Tak tahu hidangan berbuka tersebut telah diracun sianida, sate tersebut menewaskan anaknya.

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr apt Zullies Ikawati menerangkan, senyawa toksik sianida tidak diperjualbelikan sembarangan. Umumnya, hanya diperuntukkan kepentingan penelitian.


"Bisa jadi ilegal," ujarnya pada detikcom, Senin (3/5/2021) ketika ditanya kemungkinan dari mana diperolehnya sianida untuk tindakan kriminal.


Kabar duka ini bukan kali pertama pembunuhan dengan racun sianida. Lagi-lagi, sang korban tak tahu ada racun dalam makanannya.


Menurut Prof Zullies, jika sianida tertelan, senyawa akan menghambat kerja enzim. Akibatnya, pemanfaatan oksigen dalam jaringan terganggu. Organ yang sensitif terhadap kondisi kurang oksigen, misalnya otak, akan rusak.


"Organ yang sensitif terhadap kondisi kurangnya O2 akan sangat menderita terutama jaringan otak. Kekurangan oksigen ini akan menyebabkan kejang, gangguan jantung dan pernafasan, dan bisa menyebabkan kematian jika kadarnya cukup tinggi," imbuhnya.

https://cinemamovie28.com/movies/the-sound-of-a-flower/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar