Jumat, 07 Mei 2021

Kerupuk Vs Keripik, Mana Sih yang Lebih Memicu Hipertensi?

 Bagi sebagian warga +62, kriuk kerupuk bikin makan siang makin afdol. Dicampur nasi nikmat, dicampur kuah pun tak kalah sedap.

Seperti goreng-gorengan lainnya, kerupuk disebut-sebut membawa sederet bahaya bagi tubuh. Terlebih karena gurih, banyak yang mengaitkannya dengan kandungan garap dan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi. Namun rupanya, ada yang lebih mengkhawatirkan dibanding kerupuk.


"Dia (kerupuk) nggak manis, kandungan garamnya juga saya nggak tahu. Tapi sepanjang yang saya tahu, orang nggak bisa makan kerupuk 1 blek (kaleng kerupuk). Mungkin sebagai teman makan bolehlah, selama tidak banyak," terang dr Erwinanto, SpJP(K), FIHA, dokter jantung yang juga ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) dalam diskusi daring, Kamis (6/5/2021).


Jangan senang dulu. Ia menegaskan, tak berarti makanan kriuk aman dikonsumsi semena-mena. Apapun jika berlebihan, pasti tidak baik untuk kesehatan.


Nah, yang menurutnya lebih berbahaya dibanding kerupuk adalah keripik-keripikan baik yang berbahan kentang, ubi, dan lain-lain. Kalau itu, garamnya memang mengkhawatirkan.

Kerupuk umumnya dimakan tidak lebih dari 1 potong sekali makan, sehingga dr Erwinanto tak begitu mengkhawatirkan pengaruhnya.


Lain halnya dengan potato chips, gurihnya bikin nagih. Makan sedikit tak cukup, tangan akan terus-menerus merogoh isi kantong snack sampai lama-lama habis sebungkus.


"Yang masalah adalah chip (keripik). Chip itu tahu ya, seperti potato (kentang) dan sebagainya itu yang banyak garam. Itu bukan kerupuk," imbuhnya.


Menurutnya, makanan apa pun sebenarnya tak dilarang. Namun, harus diseimbangkan dengan batas maksimal asupan garam per hari, yakni 5-6 gram.


Jika dalam 1 hari sudah memakan makanan tinggi garam seperti snack atau mie instan, pastikan asupan makanan lainnya dalam hari itu tak tinggi garam agar asupan garam harian tidak berlebih.

https://trimay98.com/movies/the-goat/


Umi Pipik Dipoligami Saat Tumor Kelenjar Getah Bening Menggerogoti Dirinya


Bukan kabar baru bahwa Umi Pipik, istri mendiang Ustaz Jefri Al Buchori, pernah mengidap tumor kelenjar getah bening. Yang mengejutkan, ternyata ia sempat dipoligami ketika tengah bergelut dengan penyakit itu.

Pengakuan itu diungkap pemilik nama lengkap Pipik Dian Irawati tersebut dalam tayangan YouTube Venna Melinda Channel baru-baru ini.


"Bahkan keluarga besar saya pun, saat mohon maaf ya, Uje poligami segala macam, mungkin setahun setelah saya cerita ketika beliau meninggal," katanya, Rabu (5/5/2021).


Salah satu alasan untuk menutup rapat-rapat cerita pahit itu antara lain karena tidak ingin mengumbar isi dapur rumah tangga. Terlebih, ia dan almarhum Uje selalu terlihat harmonis di depan umum.


Sementara itu, pengakuan soal tumor kelenjar getah bening telah diungkapnya sejak tahun lalu. Kala itu, ia bercerita di channel YouTube keluarga Anang Hermansyah.


"Sempat ada kayak tumor kecil gitu, kelenjar getah bening di leher," tutur Umi Pipik saat itu.

https://trimay98.com/movies/jesus-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar