Bukan kabar baru bahwa Umi Pipik, istri mendiang Ustaz Jefri Al Buchori, pernah mengidap tumor kelenjar getah bening. Yang mengejutkan, ternyata ia sempat dipoligami ketika tengah bergelut dengan penyakit itu.
Pengakuan itu diungkap pemilik nama lengkap Pipik Dian Irawati tersebut dalam tayangan YouTube Venna Melinda Channel baru-baru ini.
"Bahkan keluarga besar saya pun, saat mohon maaf ya, Uje poligami segala macam, mungkin setahun setelah saya cerita ketika beliau meninggal," katanya, Rabu (5/5/2021).
Salah satu alasan untuk menutup rapat-rapat cerita pahit itu antara lain karena tidak ingin mengumbar isi dapur rumah tangga. Terlebih, ia dan almarhum Uje selalu terlihat harmonis di depan umum.
Sementara itu, pengakuan soal tumor kelenjar getah bening telah diungkapnya sejak tahun lalu. Kala itu, ia bercerita di channel YouTube keluarga Anang Hermansyah.
"Sempat ada kayak tumor kecil gitu, kelenjar getah bening di leher," tutur Umi Pipik saat itu.
https://trimay98.com/movies/krampus-the-devil-returns/
AS Dukung Gagasan Longgarkan Paten Vaksin COVID-19
Gagasan untuk menangguhkan sementara hak paten atas vaksin COVID-19 menguat. Amerika Serikat (AS) telah menyatakan dukungan, sementara Uni Eropa juga membuka diri untuk berdiskusi.
Dukungan pemerintah AS disampaikan oleh perwakilan perdagangan Katherine Tai dalam sebuah pernyataan. Disebutkan, COVID-19 merupakan krisis kesehatan global yang membutuhkan langkah-langkah luar biasa.
"Pemerintah sangat percaya pada perlindungan atas kekayaan intelektual, tetapi dalam rangka mengakhiri pandemi, mendukung pengabaian perlindungan untuk vaksin COVID-19," tulisnya, dikutip dari Reuters, Jumat (7/5/2021).
Dirjen organisasi kesehatan dunia WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji sikap AS sebagai momen monumental dalam memerangi COVID-19. Sikap ini disebutnya mencerminkan kepemimpinan moral dari Gedung Putih untuk memerangi pandemi.
Gagasan untuk menangguhkan sementara paten vaksin COVID-19 bertujuan untuk meningkatkan produksi vaksin secara global. Terkait pro dan kontra yang muncul, presiden Komisi Eropa von der Leyen telah menyatakan siap berdiskusi.
Rekor Bayi Kembar 9 Lahir di Mali, Begini Kondisinya Sekarang
Rekor baru kelahiran kembar terbanyak pecah di Mali, 9 bayi lahir dalam sekali persalinan. Namun bayi kembar 9 ini masih harus dirawat 2-3 bulan sebelum diperbolehkan pulang.
Dikutip dari BBC, Prof Youssef Alaoui dari Klinik Ain Borja di Casablanca, Maroko, mengatakan bahwa kehamilan dan kelahiran ini sangat-sangat langka dan luar biasa. Kesembilan bayi, 5 perempuan dan 4 laki-laki, seluruhnya sehat.
Halima Cisse (25), sang ibu, melahirkan bayi-bayi tersebut dengan bobot antara 500-1.000 gram. Ia tidak menjalani program kesuburan sebelumnya. Sebelum melahirkan, ia sempat mengalmai perdarahan namun akhirnya bisa dikendalikan.
"Ibunya sekarang dalam kondisi sehat dan tidak lagi dalam bahaya. Kami berharap bayi-bayinya cepat pulih," kata Prof Alaoui.
Dikabarkan sebelumnya, pemindaian USG hanya menunjukkan ada 7 bayi dalam kandungan Cisse. Keberadaan 2 bayi tambahan baru diketahui saat keduanya dilahirkan.
Kelahiran bayi kembar 9 dikenal juga sebagai nonuplet. Sedikitnya ada 2 set nonuplet yang pernah tercatat sebelumnya, yakni di Australia pada 1971 dan Malaysia pada 1999. Namun tidak satupun yang bertahan lebih dari beberapa hari.
Rekor kembar terbanyak menurut Guiness World Record saat sebelumnya dipegang oleh Nadya Suleman pada 2009, dengan 8 bayi atau octuplet yang kini sudah berusia 12 tahun. Kembar 8 ini didapat melalui pembuahan in vitro fertilization.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar