Jumat, 22 November 2019

Biaya Pindah Ibu Kota Dinilai Lebih Murah Dibanding 'Obati' Jakarta

Kemacetan di Jakarta, termasuk Bogor, Tangerang, dan Bekasi menimbulkan kerugian ekonomi hingga ratusan triliunan rupiah setiap tahunnya. Hal ini menjadi salah satu 'penyakit' Jakarta yang menjadi salah satu faktor pertimbangan perpindahan ibu kota.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan perpindahan ibu kota menjadi solusi yang lebih tepat lantaran penyakit Jakarta tersebut kerap sulit diobati. Perpindahan ibu kota dinilai lebih menguntungkan jika dibandingkan harus terus menerus menelan rugi akibat kemacetan Jakarta tadi.

"Pemborosan-pemborosan itu sudah bukan masa nya lagi bagi kita untuk mengkompromikan. Akan lebih murah lagi anggaran tadi dipakai salah satunya untuk pemindahan ibu kota saja dan program-program yang lain," katanya dalam diskusi Perspektif Indonesia di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Biaya perpindahan ibu kota sendiri diproyeksikan sebesar Rp 400-500 triliun. Anggaran tersebut kata dia akan seminimal mungkin membebani keuangan negara karena akan melibatkan skema pembiayaan kerja sama dengan badan usaha atau swasta.

"Arahan dari Presiden akan sedikit sekali pakal APBN. Karena, APBN nantinya akan diambil dari anggaran multi year," katanya. https://bit.ly/2raE7oZ

Pindah Ibu Kota Butuh Rp 400 T, Duitnya dari Mana?

Pemerintah tengah gencar mematangkan rencana pindah ibu kota. Biaya yang diproyeksikan sekitar Rp 400-500 triliun.

Dari mana sumber pendanaan untuk merealisasikan rencana tersebut?

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan, pemerintah tak bakal banyak menggunakan APBN dalam pembiayaan pindah ibu kota. Dia bilang, nantinya pembiayaan pembangunan ibu kota baru akan banyak bersumber dari badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta.

"Pemerintah sendiri nanti akan sangat minimal menggunakan dana dari APBN. Terbatas sekali," katanya dalam acara diskusi perspektif Indonesia di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Untuk itu, Erani mengimbau agar masyarakat tidak khawatir terkait urusan pembiayaan perpindahan ibu kota. Dia bilang, skema dengan porsi APBN seminim mungkin sudah disiapkan.

"Bapak Presiden sudah menyampaikan hal ini. Nantinya tidak banyak (APBN), hanya terbatas saja," katanya.

Selain itu, Erani menjelaskan bahwa penggunaan APBN nantinya tak akan digunakan secara langsung. Maksudnya, seluruh pembiayaan ibu kota baru dari beberapa persen APBN akan dicicil.

"Arahan dari Presiden akan sedikit sekali pakal APBN. Karena, APBN nantinya akan diambil dari anggaran multi year," ujar dia.  

Apa Saja yang Akan Ada di Ibu Kota Baru RI?

Rencana pemindahan ibu kota baru sudah disiapkan. Desain awal atau kajian yang diperlukan sudah dipresentasikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dalam rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pekan ini.

"Kajiannya sudah ada dari Bappenas untuk segala keperluan pemindahan ibu kota," ungkap Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika dalam diskusi di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Lalu, apa saja yang akan ada di ibu kota baru nanti?

Nantinya, dalam rencana ini hanya pusat pemerintahan dan negara saja yang pindah. Sedangkan, untuk pusat bisnis dan keuangan bakal tetap berada di Jakarta. https://bit.ly/2O7ninZ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar