Kamis, 21 November 2019

BPBD Agam Kerahkan Alat Berat Bersihkan Jalan Tertutup Sisa Banjir Bandang

BPBD Agam, Sumatera Barat berusaha membuka akses transportasi di lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Jorong Galapuang, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya. Aktivitas transportasi mengalami gangguan, karena akses jalan tertutup longsor sepanjang 200 meter dengan ketinggian lebih kurang 3-5 meter.

"Sejumlah alat berat sudah dikerahkan ke lokasi dan sedang melakukan pembersihan," kata Staf Operasional Pusdalops BPBD Agam, Lukman Syahputra kepada detikcom, Kamis (21/11/2019) siang.

Menurut Lukman, ada dua rumah warga yang hanyut dan sekitar 13 lainnya mengalami kerusakan. Rumah warga itu berada di Jorong Galapuang, Nagari Tanjung Sani.

Selain rumah, musibah itu juga menyebabkan kerusakan serius pada sebuah Masjid dan sekolah agama di daerah itu. Begitu juga dengan lahan pertanian milik warga yang ikut rusak.

Saat ini, korban banjir dan longsor tersebut sudah dievakuasi sementara ke tempat yang aman, seperti ke rumah tetangga dan rumah keluarganya.

Pemulihan pasokan listrik

PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat sudah memulihkan kondisi kelistrikan di daerah bencana. PLN juga menyiagakan petugas 24 jam untuk memastikan pasokan listrik ke daerah itu berlangsung aman. https://bit.ly/37pVRNO

"Petugas kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan pasokan listrik aman," kata Manager PLN ULP Lubuk Basung Agam, Ahmad Fauzi, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.

Fauzi menuturkan, kelistrikan sempat terputus saat kejadian banjir bandang. Tetapi sekarang kondisi kelistrikan sudah terkendali.

"Ada beberapa sambungan rumah pelanggan yang putus, sehingga perlu perbaikan. Petugas teknik kami sudah bergerak ke lokasi semenjak pagi dan alhamdulillah tidak ada jaringan kita yang terkena," katanya.

Sementara itu, General Manager PLN UIW Sumatera Barat, Bambang Dwiyanto mengatakan, petugasnya siaga 24 jam terkait penormalan pascabencana.

"Petugas kami di ULP Lubuk Basung sudah standby di lokasi untuk proses penormalan dan membantu warga yang terdampak bencana," jelas Bambang.

BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi selama 11-17 November

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan lebat dan kenaikan gelombang selama 11-17 November 2019. BMKG meminta masyarakat mewaspadai kondisi hujan dengan intensitas lebat disertai petir.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin," kata Deputi Bidang Meteorologi R. Mulyono R. Prabowo melalui keterangan tertulisnya, Senin (11/11/2019).

Mulyono mengatakan kondisi atmosfer yang tidak stabil diakibatkan melemahnya siklon tropis di Laut Cina Selatan. Mulyono memprediksi hujan lebat tersebut akan banyak terjadi di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

"Kondisi atmosfer yang tidak stabil di sebagian besar wilayah tersebut juga turut mendukung pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan dalam periode sepekan ke depan," tutur Mulyono. https://bit.ly/2D5inOa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar