Kamis, 21 November 2019

Fenomena Matahari Bercincin Tampak di Trenggalek dan Tulungagung

Fenomena matahari bercincin tampak di Tulungagung, Trenggalek dan sekitarnya. Banyak warga yang penasaran dan mengabadikan momen langka itu.

"Saya tadi penasaran kok ada seperti cincin di sekeliling matahari, mirip-mirip pelangi. Fenomena ini jarang terjadi," kata Indi, warga Durenan, Trenggalek, Senin (11/11/2019).

Indi mengatakan, fenomena itu berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB. Saat matahari sedang bersinar dengan teriknya.

Sementara prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang Amunudin Al Roniri mengatakan, fenomena matahari bercincin itu biasa disebut Halo Matahari. Fenomena ini terjadi akibat adanya awan cirrostratus.

"Awan cirrostratus adalah awan terbentuk dari air dan butir-butir air tersebut yang menguraikan sinar matahari menjadi pelangi dalam istilah meteorologi disebut halo," kata Amin, Senin (11/11/2019).

Pihaknya mengakui, halo matahari merupakan peristiwa langka. Kejadian tersebut bisa berlangsung pada sing maupun malam hari pada saat bulan purnama. "Tapi ini bukan merupakan kejadian khusus ya," pungkasnya. https://bit.ly/2s6sUGF

Fenomena Halo Matahari Muncul di Jateng, Tanda Masuk Musim Hujan?

Menjelang akhir musim kemarau tahun ini fenomena 'halo' matahari terlihat dari sebagian wilayah di Jawa Tengah. Apakah kemunculan halo tersebut berhubungan dengan kondisi cuaca saat ini?

Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kota Semarang, Iis Widyaharmoko, mengatakan fenomena tersebut tidak berhubungan dengan situasi cuaca yang menandakan akan masuk musim penghujan.

"Bukan (pertanda masuk musim hujan)," kata Iis kepada detikcom, Selasa (1/10/2019).

Ia menjelaskan halo merupakan fenomena biasa yang merupakan fenomena optis dimana keluar lingkaran cahaya baik di sekitar matahari maupun bulan.

"Umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus, biasanya cirrostratus," jelasnya.

"Cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinar matahari menjadi terpecah ke dalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada pelangi," terang Iis.

Siang ini fenomena tersebut bisa dilihat dari beberapa daerah di Jateng antara lain Klaten, Kudus dan Boyolali. Iis menyebut wajar jika fenomena itu hanya bisa dilihat dari sudut pandang tertentu.

"Karena fenomena optis, jadi hanya beberapa sudut pandang yang hanya bisa melihat," katanya. https://bit.ly/2OvNOGH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar