Kisah Mike Hughes, seorang penganut Bumi datar, yang ingin membuktikan bahwa planet ini tidak bulat dengan roket buatannya sendiri berakhir antiklimaks.
Mulanya, pria yang berprofesi sebagai driver limosin tersebut dijadwalkan untuk meluncur pada Senin (12/8) waktu setempat di wilayah Amboy, Gurun Mojave, California, Amerika Serikat. Tetapi karena ada kesalahan teknis, Mike gagal terbang.
Dikutip dari Space, Kamis (15/8/2019), kesalahan teknis yang dimaksud adalah pada pemanas air yang ia beli dari situs jual-beli Craigslist. Alat itu sejatinya berfungsi untuk memicu agar roket rakitan Mike, yang ditenagai uap, dapat lepas landas.
Menurut juru bicara Mike Hughes, Darren Shuster, pemanas yang dibeli seharga USD 325 atau sekitar Rp 4,6 jutaan itu tidak mampu memanaskan air hingga 200 derajat Celcius -- suhu yang dibutuhkan untuk membuat uap agar dapat mendorong roket Mike mencapai ketinggian 5.000 kaki atau 1.500 meter yang ditargetkan.
Akibat kejadian ini, pria berusia 63 tahun itu menunda peluncuran hingga Sabtu (17/8). Yang menarik, upaya Mike dalam menepis tidak ada lengkungan Bumi saat dilihat ketinggian itu mendapat sponsor dari sebuah aplikasi pencari kencan.
"Saya menghargai dukungan, cinta, dan kegembiraan dari semua orang dan penundaan tidak akan menghentikan misi saya - roket yang sudah terpasang dan perlu ada menambal kebocoran, jadi akhir pekan harus bisa," ungkap Mad Mike, begitu julukan yang melekat kepadanya.
Sekedar informasi, sebelumnya Mad Mike berhasil meluncur dengan roket buatannya itu hingga menyentuh 572 meter dari permukaan Bumi. Keberhasilan itulah yang membulatkan tekadnya untuk mencapai ketinggian lebih jauh lagi agar dapat membuktikan keyakinannya bahwa Bumi tidaklah bulat.
Pandangan Unik Soal Bumi dari Para Mantan Penganut Flat Earth
Mungkin jarang terdapat cerita yang menjelaskan seorang penganut paham Bumi datar 'tobat' dan berpaling dari teori konspirasi tersebut. Meski jarang, namun bukan berarti kisah tersebut tidak ada sama sekali.
Salah satunya terjadi pada James Buckley. Aktor asal Inggris yang identik dengan perannya di serial The Inbetweeners itu baru-baru ini menyatakan bahwa ia sudah kembali memercayai bahwa Bumi itu bulat dalam sebuah wawancara.
Walau sudah 'tobat', bukan berarti ia sudah tidak memiliki pandangan yang unik mengenai Planet Biru ini. Pandangan unik itu terlihat saat Buckley menganalogikan Bumi sebagai bola bubur.
"Pertama, saya pikir itu (Bumi) bulat, lalu saya diberi tahu bahwa Bumi berbentuk datar. Kemudian saya mulai berpikir bahwa Bumi memang datar, lalu sekarang (saya menyatakan) bulat lagi," ujarnya.
"Jadi saya menemukan teori bahwa Bumi sebenarnya kental dan bergelombang. Saya membayangkannya sebagai sebuah bola bubur yang memiliki gaya gravitasi," katanya menambahkan, sebagaimana detikINET kutip dari Lad Bible, Sabtu (8/6/2019). https://bit.ly/2QypOVY
Aneh, tapi tidak sepenuhnya salah
Cara Buckley dalam mengandaikan bentuk Bumi memang lucu, tapi sejatinya ada poin penting yang berusaha disampaikannya. Selain planet ini memang bulat dan memiliki gravitasi, ada temuan yang memang menunjukkan Bumi itu 'kental dan bergelombang'.
Untuk menjelaskan hal itu, kita perlu menarik waktu mundur terlebih dahulu. Tidak terlalu jauh, hanya sampai ke 2011 lalu. Pada saat itu, European Space Agency (ESA) berhasil memetakan Bumi berdasarkan gaya gravitasi yang tersebar di seluruh dunia.
Model buatan ESA sekilas memang menunjukkan bahwa Bumi tampak bergelombang, dan terkesan lunak seperti tanah liat yang mudah dibentuk. Mungkin, ketimbang menggunakan kata 'kental', Buckley seharusnya mengatakannya sebagai 'lembek' agar lebih sesuai dengan model Bumi tersebut.
Kala itu, dalam situs resminya, ESA menjelaskan bahwa penelitian mereka ini bertujuan untuk memahami lebih lanjut bagaimana kerja Bumi. Salah satu fungsi dari model tersebut adalah untuk mengukur sirkulasi laut, perubahan permukaan air laut, dan dinamika es di daerah kutub. Dengan kata lain, model ini berguna dalam mengukur dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh pemanasan global.
Lantas, mengapa model itu memperlihatkan Bumi yang tampak bergelombang dan lunak? Pasalnya, ESA memberikan detail mengenai ketinggian di masing-masing permukaan Bumi, makanya tampak berundak-undak.
Butuh dua tahun bagi mereka untuk membuat model itu. Dalam prosesnya, mereka menggunakan satelit Gravity Field and Steady-State Ocean Circulation Explorer (GOCE) yang mengorbit Bumi dan merekam struktur mantel planet ini. https://bit.ly/2KDWcm4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar