Senin, 25 November 2019

Menag: Satgas Antiradikalisme Akan Dibentuk untuk Berantas PNS Radikal

 Menteri Agama Fachrul Razi menyebut satgas untuk menangkal radikalisme akan dibentuk di lembaga negara serta kementerian. Langkah ini untuk memberantas PNS yang terpapar sifat-sifat radikal.

"Perlu saya garis bawahi, pertama, keputusan 11 menteri dan kepala lembaga negara. Betul-betul untuk pegawai negeri sipil, mereka harus menjadi garda terdepan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan melakukan langkah-langkah deradikalisasi. Jadi sama sekali tidak boleh seorang pegawai negeri sipil ketularan sifat-sifat radikal," tegas Fachrul Razi kepada wartawan setelah mengisi kuliah umum di UIN Maulana Malik Ibrahim, Jalan Sumbersari, Kota Malang, Kamis (21/11/2019).

Menurut Fachrul, satgas khusus akan dibentuk oleh setiap kementerian dan lembaga negara untuk menindaklanjuti keputusan yang sudah disepakati tersebut.

"Ada pembentukan satgas nanti untuk menampung laporan-laporan. Satgas dibentuk oleh kementerian dan lembaga negara masing-masing," tuturnya.

Jika ditemukan ada PNS terpapar paham radikal, Fachrul memastikan tentunya akan langsung dilakukan penindakan.

"Pasti akan dipanggil, tidak kami apa-apakan. Kami hanya memberi nasihat karena sudah ancaman nyata radikalisasi di Indonesia saat ini," ucap Fachrul menjawab pertanyaan wartawan.

Fachrul menambahkan langkah pencegahan juga bakal dilakukan untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS), karena saat ini tengah dibuka proses rekrutmen CPNS.

"Rekrutmen CPNS, juga akan kami cek nasionalismenya bagaimana. Pasti ada wawancara, pertanyaan-pertanyaan terkait itu. Ini wajar, tidak ada yang aneh," lanjut Fachrul.

Dalam kuliah umumnya, Fachrul Razi memaparkan radikalisme sudah menjadi ancaman nyata bagi Indonesia.

"Agak sedikit keras memang, karena kita tidak boleh membiarkan. PNS adalah garda terdepan melindungi negara dari radikalisme. Kita tidak ingin ada musuh dalam selimut, masa PNS digaji negara malah melawan negara," tegas Fachrul. https://bit.ly/2qvMNXb

Di Acara Pembinaan Mental TNI AD, Menag Bicara Persatuan Umat Beragama

 Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengaku sadar tak semua orang senang dengan pernyataan bahwa sebagai Menag dirinya akan menjadi menteri bagi semua umat beragama di Indonesia dan bukan hanya untuk salah satu agama. Meski menimbulkan polemik, menurutnya pernyataan tersebut perlu diungkapkan.

"Seperti yang teman-teman ketahui saya baru saja diangkat menjadi menteri agama dan saya nyatakan saya adalah menteri agama republik Indonesia. Mungkin tidak semua orang suka tapi menurut saya itu yang paling tepat dalam situasi sekarang untuk saya nyatakan supaya bangsa ini benar-benar kompak," kata Menag Fachrul di Dinas Pembinaan Mental TNI AD (Bintalad), Jalan Kesatrian VI, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (20/11/2019).

Hal itu disampaikan Fachrul dalam acara Sarasehan Bintalad TA 2019 yang mengangkat tema 'Menakar Radikalisme dan Nasionalisme Serta Solusinya dalam Rangka Memperkokoh Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Menuju Indonesia Maju'. Dia mengatakan untuk menuju Indonesia maju, kekompakan diperlukan.

Dia mengatakan pemerintah akan menghimpun masyarakat untuk menjalin persatuan. Fachrul pun mengatakan hal ini juga supaya meminimalisir upaya pecah belah bangsa Indonesia yang dilakukan pihak-pihak tertentu.

"Supaya kalau ada yang di pojok-pojok sana yang berpikir untuk berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dia akan berpikir dua kali bahwa ternyata semua pejabat-pejabat itu mengajak semua orang bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya. https://bit.ly/33dO02E

Tidak ada komentar:

Posting Komentar