Senin, 25 November 2019

MUI Mulai Standardisasi Dai, Menag: Kami Punya Program Ulama Bersertifikat

 Majelis Ulama Indonesia (MUI) memulai kegiatan standardisasi dai atau sertifikasi dai. Menanggapi hal itu, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengaku sudah memiliki program ulama bersertifikat.

"Kami memang punya program seperti itu. Saya belum tahu namanya apa, tapi kemungkinan, ulama bersertifikat. Tapi nanti kami rumuskan apa yang betul," ujar Fachrul di kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Meskipun begitu, Fachrul mengatakan tak membeda-bedakan ceramah ulama yang bersertifikat ataupun yang tidak bersertifikat. Menurutnya, ulama yang tak memiliki sertifikat pun tetap dibolehkan berceramah.

"Tapi bukan berarti yang punya sertifikat boleh lalu yang nggak punya enggak boleh, enggak," katanya.

Dalam programnya itu, Fachrul juga tak memaksakan seorang ulama harus memiliki sertifikat. Sertifikat itu, kata dia, tak menjadi syarat juga untuk seseorang bisa berceramah.

"Ya nanti kita lihat, dan kembali garis bawahi tidak menjadi persyaratan orang untuk menceramah di mana-mana, silakan saja," pungkasnya.

Diketahui, MUI memulai kegiatan standardisasi dai atau sertifikasi dai. Visi dan koordinasi dakwah menjadi bahasan dalam kegiatan itu.

"Para dai yang sudah berkiprah di masyarakat diundang ke MUI untuk musyawarah dan tukar pikiran agar menyatukan visi dan koordinasi langkah dakwah. Merekalah yang akan direkomendasi oleh MUI sebagai dai," kata Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat KH Cholil Nafis dalam keterangannya, Senin (18/11).

Cholil mengatakan materi yang dibahas secara garis besar meliputi wawasan keislaman, wawasan kebangsaan, dan metode dakwah. Dia mengatakan juga dibahas Islam wasathiyah (moderat).

"Materi wawasan Islam wasathi (moderat) mengulas tentang paham Islam yang diajarkan Rasulullah SAW dan dijelaskan oleh para sahabatnya. Islam wasathi sebagai arus utama paham Islam Indonesia," kata dia.

"Mengikuti akidah ahlussunnah wal jamaah. Islam yang tidak ekstrem kanan juga tidak ekstrem kiri," tambah Cholil. https://bit.ly/2OzIFgw

Dia mengatakan wawasan kebangsaan dipaparkan tentang kesepakatan kebangsaan (al-ittafaqaat al-wathaniyah) bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sesuai ajaran Islam, sudah final dan mengikat. Cinta Tanah Air adalah bagian dari iman sehingga membela negara adalah bagian dari implementasi beragama Islam.

Buka Islamic Young Leaders Summit, Menag Cerita Kepemimpinan Rasulullah

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi membuka acara Islamic Young Leaders Summit (IIYLS) 2019. Di depan anak muda dari negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ini, Fachrul menceritakan mengenai figur kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Fachrul menceritakan momen Perang Badar yang dipimpin Rasulullah. Fachrul menyampaikan nilai kepemimpinan Rasulullah saat mendengarkan saran seorang sahabat.

"Pada saat itu pasukan muslim yang dipimpin Rasulullah datang lebih awal dan segera mengambil posisi yang menurut Rasulullah adalah posisi yang terbaik. Kemudian seorang sahabat yang bernama Al Habab bin Mundzir menyarankan kepada Rasulullah, 'ya Rasulullah, saya paling tahu daerah sini. Kalau Anda berkenan maka posisi ini adalah posisi yang kurang baik. Saya sarankan anda memindahkan pasukan ke tempat yang lebih baik karena saya sangat tahu daerah sini'," kata Menag Fachrul Razi di Gedung Nusantara V, Gedung DPR MRP RI, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019).

Mendapatkan saran dari seorang sahabat yang paham soal kondisi medan, Rasulullah pun mendengarkan. Fachrul mengambil nilai seorang pemimpin yang tidak merasa paling benar dan tetap mendengarkan saran dari orang yang lebih paham.

"Rasulullah kemudian memindahkan kedudukannya ke tempat yang disarankan Al Habab itu dan memang tempat itu sangat strategis dan pasukan muslim bisa mengalahkan kafir Quraish yang jumlahnya jauh lebih besar. Apa yang Rasul lakukan di sini adalah pemimpin itu jangan merasa paling hebat dan tidak mau mendengarkan saran," ucapnya.

Fachrul mengatakan sikap Rasulullah tersebut patut menjadi teladan. Sebab menurutnya, Rasulullah sebagai pemimpin terhebat pun masih mendengar saran dari sahabatnya. https://bit.ly/35zp1bI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar