Mengenang sesuatu yang mengharukan bisa membuat seseorang menangis, seperti yang baru-baru ini terjadi dalam persidangan gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ada mekanisme biologis di otak sehingga orang bisa meneteskan air mata.
Dalam artikelnya di The Independent, dr Nick Knight menjelaskan bahwa air mata ada beberapa jenis. Salah satunya air mata yang keluar ketika mengalami emosi yang kuat, baik sedih, marah, maupun bahagia. Ini adalah air mata yang dikenal sebagai 'psychic tears' atau 'crying tears'.
Sama seperti jenis air mata yang lain, psychic tears diproduksi oleh lacrimal system yang terletak di antara kelopak dan bola mata. Ketika ada reaksi emosional, hipotalamus di otak yang terhubung dengan sistem saraf otonom akan memerintahkan kelenjar-kelenjar tersebut untuk memproduksi air mata. Sistem ini bekerja di luar kontrol kesadaran.
Salah satu fakta menarik adalah air mata mengandung senyawa leucine enkephalin, yang merupakan pereda nyeri alamiah. Ini menjelaskan anggapan umum bahwa menangis bisa membuat seseorang merasa lega, lebih nyaman dibandingkan terus-terusan memendam atau menahan perasaan.
Sebuah penelitian terhadap 200 perempuan di Belanda membuktikan bahwa sebagian besar responden merasa lebih nyaman setelah menangis. Namun seperti dikutip dari WebMD, tidak semua orang mengalami hal yang sama. Partisipan dengan skor depresi dan ansietas yang tinggi cenderung justru merasa lebih terpuruk setelah menangis.
Meski demikian, emosi bukan satu-satunya penyebab seseorang menangis. Selain psychic tears, dikenal juga berbagai jenis air mata non-emosional. Di antaranya adalah air mata basal, yang secara terus menerus diproduksi dalam jumlah tertentu untuk menjaga kelembaban bola mata.
Ada pula air mata refleks yang diproduksi untuk mencegah iritasi ketika ada benda asing menempel di bola mata. Fungsinya untuk membasuh partikel debu maupun paparan senyawa lain yang bisa memicu iritasi, termasuk uap sulfur yang membuat mata pedih saat mengupas bawang. https://bit.ly/341MBNJ
Jangan Malu, Ini 5 Manfaat Kesehatan yang Didapat dari Menangis
Menangis bukanlah hal yang memalukan. Bahkan pakar mengatakan menangis adalah hal yang lumrah bagi manusia, apapun penyebabnya.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 mafaat kesehatan yang didapat dari menangis:
1. Detoks
Proses membuang racun dari dalam tubuh atau detoks bisa dilakukan dengan menangis. Dr Willian H Frey II, seorang ahli biokimia dari Psychiatry Research Laboratories di St. Paul-Ramsey Medical Centre menemukan menangis mengeluarkan zat seperti tubuh ketika menghembuskan napas, buang air kecil dan berkeringat.
Beberapa zat yang turut serta keluar ketika menangis adalah prolaktin protein, hormon adrenokortikotropik dan endrorphin leucine-enkephalin yang bisa mengurangi rasa sakit.
2. Membunuh bakteri
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Food Microbiology menemukan fakta bahwa air mata memiliki kekuatan antimikroba yang kuat dalam melindungi terhadap kontaminasi anthrax. Air mata mengandung lisozim yang berguna untuk membunuh 90 sampai 95 persen bakteri dalam tubuh hanya dalam waktu lima sampai sepuluh menit.
Lisozim dapat membunuh bakeri tertentu dengan cara menghancurkan dinding sel bakteri.
3. Menjaga kesehatan mata
Ketika selaput mata mengalami dehidrasi, mata bisa menurun kualitas penglihatannya. Nah, Air mata diproduksi oleh kelenjar lakrimal yang terbukti bisa menjaga kesehatan mata dengan cara melumasi bola mata dan kelopak mata.
Peneliti dari National Eye Institute mengatakan air mata bisa menjaga bola mata agar tetap lembab dan melunturkan debu.
4. Memperbaiki mood
Sebuah penelitian di tahun 2008 dari University of South Florida menemukan menangis dapat menenangkan dan memperbaiki mood lebih baik daripada antidepresan apapun. Hampir dari 90 persen suasana hati bisa diperbaiki dengan menangis.
Namun catat, seseorang dengan gangguan kecemasan atau gangguan bipolar mungkin saja tidak bisa mengalami efek positif dari menangis.
5. Mengungkapkan perasaan
Menangis dapat menjadi sarana saat Anda tak bisa mengungkapkan kata-kata, terutama kepada pasangan. Sebabnya, menangis tidak selalu berasal dari hal buruk namun bisa saja dari hal yang membahagiakan.
Tangisan adalah reaksi dari seseorang yang memiliki emosi baik ataupun buruk yang harus diluapkan karena hal ini sangat wajar terjadi. Tangisan bisa meredamkan perkelahian, membuang rasa amarah dan membuka dialog dengan orang lain. https://bit.ly/2CUapHr
Tidak ada komentar:
Posting Komentar