Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India, Ashwini Kumar Choubey mengatakan Kementerian Ayurveda, Yoga & Naturopati, Unani, Siddha, dan Homeopati (AYUSH), akan serius mengerjakan persiapan obat-obatan serta pengobatan kanker menggunakan urine sapi. Kementerian AYUSH ini memang bergelut di bidang pengobatan alternatif.
"Urine sapi dipersiapkan untuk menjadi beberapa jenis obat, terutama untuk pengobatan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, seperti kanker. Urine yang digunakan berasal dari beberapa jenis sapi lokal dan Kementerian AYUSH sangat serius menggarapnya. Saat ini pemerintah sedang mengerjakan perlindungan dan konservasi sapi," jelas Choubey.
Dikutip dari India Time, Choubey mengatakan diabetes dan kanker merupakan penyakit menular yang menjadi tantangan di seluruh dunia, dan pemerintah India memberikan kesempatan untuk membuat solusi dari permasalahan ini.
"Kami tidak dapat mengklaim untuk menghilangkan penyakit itu sepenuhnya. Tetapi, kami dapat mengendalikan penyakit tersebut. Untuk itu, Pemerintah India juga telah menetapkan batas waktu hingga 2030 untuk membuktikan dan melanjutkan penelitian ini," ujarnya.
Choubey juga mengatakan, bahwa Kementerian Kesehatan sedang mempelajari lebih lanjut proposal terkait penelitian ini untuk dimasukkan sebagai salah satu pengobatan kanker, di bawah Perdana Menteri Ayushman Bharat Jana Arogya Yojana (JAY). https://bit.ly/335skFI
Pertama Kalinya Studi Sebut Daging Ayam Berkaitan dengan Risiko Kanker
Biasanya, risiko tinggi kanker dikaitkan dengan konsumsi daging-dagingan merah. Namun sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti Oxford University menemukan kaitan risiko kanker dengan konsumsi daging putih, seperti ayam.
Penelitian ini melacak 475.000 warga Inggris paruh baya dari tahun 2006 hingga 2014. Para peneliti menganalisis pola makan dan penyakit yang dikembangkan. Hasilnya, ada sekitar 23.000 orang yang mengembangkan penyakit kanker.
Untuk pertama kalinya, para peneliti mengatakan bahwa konsumsi ayam dikaitkan dengan kemungkinan risiko lebih tinggi terkena kanker limfoma non-Hodgkin, dan juga meningkatkan kanker prostat pada pria.
"Asupan unggas secara positif terkait dengan risiko melanoma ganas, kanker prostat, dan limfoma non-Hodgkin," kata peneliti dikutip dari The Sun.
Namun, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health tidak menjelaskan secara pasti apa kaitannya antara daging ayam dengan peningkatan risiko kanker, apa karena mengandung karsinogen atau metode memasak yang menjadi faktornya.
"Kaitan asupan unggas dengan kanker prostat dan limfoma non-Hodgkin masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut," tandas peneliti. https://bit.ly/2qjXBYo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar