Godaan sate kambing saat perayaan Idul Adha rasanya sayang untuk dilewatkan. Tapi berbagai penelitian mengaitkan daging merah dan bakar-bakaran dengan risiko kanker usus atau kolorektal.
Ahli kanker usus dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Toar JM Lalisang, SpB(K)BD, menegaskan untuk tidak berlebihan mengkhawatirkan hal itu. Menurutnya, ada banyak faktor lain yang mempengaruhi kanker usus.
"Makan saja, nggak ada masalah. Kan nggak setiap hari juga," katanya, ditemui di RSCM baru-baru ini.
Kalau semua nggak boleh, nanti orang nggak makan dong?
dr Toar JM Lalisang, SpB(K)BD - Ahli kanker kolorektal
Diakuinya, konsumsi daging merah memang dikenal sebagai salah satu faktor risiko kanker kolorektal. Namun sejumlah riset membuktikan, ada lebih banyak faktor lain yang berpengaruh.
"Dibandingkan di Padang, kanker kolorektal di Jawa justru lebih tinggi," kata dr Toar, menyinggung kebiasaan orang Padang yang banyak makan rendang sapi.
Demikian juga soal bakar-bakaran, sejumlah literatur memang menyebutnya sebagai penghasil karsinogenik atau penyebab kanker. Namun lagi-lagi, ada banyak faktor lain yang berpengaruh sehingga tidak perlu khawatir berlebihan.
"Kalau semua nggak boleh, nanti orang nggak makan dong," pungkas dr Toar. https://bit.ly/342W3R7
Tips Makan Daging Agar Tak Sakit Jantung dan Kolesterol
Olahan daging kambing dan sapi menjadi hidangan khas selama perayaan Idul Adha. Namun layaknya asupan lain, olahan kambing dan sapi berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Selain jumlah konsumsi, pilihan bumbu dan hidangan pendamping juga ikut berdampak pada kesehatan tubuh. Konsumsi sembarangan bisa meningkatkan kadar kolesterol, tekanan darah, dan membahayakan kesehatan jantung.
"Yang penting adalah makan secukupnya, jika sudah mengkonsumsi daging saat makan siang maka makan pagi dan malam bisa pilih menu lain. Selain itu perhatikan pilihan bumbu untuk memasak daging, jangan terlalu banyak garam supaya tidak meningkatkan tekanan darah," kata dokter ahli penyakit dalam konsultan kardiovaskular dr Eka Ginanjar, SpPD-KKV, FINASIM, FACP.
Tips lain adalah melengkapi asupan nutrisi lain dengan makan cukup sayur, buah, dan sumber protein lain. Untuk sumber protein, dr Eka menyarankan konsumsi ikan yang dimasak dengan gula, garam, dan lemak secukupnya.
Ikan saat ini tercatat sebagai salah satu jenis asupan terbaik.
Kelengkapan dan keseimbangan nutrisi memungkinkan kondisi kesehatan terus terjaga setiap hari. Hasilnya seseorang tidak mudah sakit atau terserang penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes. https://bit.ly/333Mujx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar