Sabtu, 21 Desember 2019

Mega Proyek Pariwisata Arab Saudi

 Arab Saudi terus memoles kesiapan menjadi destinasi wisata. Rangkaian mega proyek di sektor pariwisata pun telah mereka lakukan.

Arab Saudi baru-baru ini telah mengeluarkan penerbitan visa untuk turis di 49 negara. Visa ini bisa didapatkan secara online melalui portal visa elektronik (eVisa), atau visa on arrival setibanya di Arab Saudi. Dari 49 negara itu, Indonesia belum termasuk.

Pada tahun 2017 lalu, pemerintah Arab Saudi juga memperbolehkan turis berbikini di pantai. Aturan ini hanya berlaku pada daerah wisata saja, yaitu di mega resort di Laut Merah.

Diprakasai oleh Pangeran Arab Saudi Muhammed bin Salman, pembangunan resortnya ada di kawasan sepanjang 200 km yang direncanakan mulai dibangun tahun 2019 dan akan selesai pada 2022. Dikabarkan, resornya akan dilengkapi berbagai fasilitas mewah. Dana yang dihabiskan pun sekitar USD 5 M!

Namun ternyata mega proyek untuk pariwisata tidak hanya di kawasan pantai saja. Terdapat beberapa mega proyek yang sedang digarap oleh Arab Saudi demi menyambut kedatangan turis ke negaranya. Dikumpulkan detikcom, Senin (30/9/2019) berikut daftar mega proyek wisata di Arab Saudi.

1. Ad Diriyah

Rock Art, situs lain UNESCO yang dimiliki Arab Saudi (Saudi Commission for Tourism and Antiquities/CNN Travel)Rock Art, situs lain UNESCO yang dimiliki Arab Saudi (Saudi Commission for Tourism and Antiquities/CNN Travel)

Ad Diriyah disebut juga dengan 'permata Arab Saudi' dimana situs ini dipercaya akan menggerakan pariwisata Arab Saudi. Ad Diriyah merupakan situs negara pertama yang menjadi pusat kekuasaan asli keluarga Al Saud Arab Saudi.

Berada di pinggiran Riyadh, kawasan Ad Diriyah diatur menjadi tujuan wisata utama yang memiliki resor mewah dan hotel kelas internasional, serta ragam restoran dan hiburan berkelas. Hotel pertama nantinya akan dibuka akhir tahun 2021. Sedangkan Ad Diriyah akan dibuka pada tahun 2020.

Juga di dalam Ad Diriyah terdapat situs UNESCO, situs Al-Turaif. Ini adalah kota yang dibangun dari batu bata yang telah ada semenjak abad 15. Situs ini telah dibuka semenjak tahun 2010.

2. NEOM

NEOM merupakan calon kota teknologi nan futuristik di Arab Saudi. Dana yang digocorkan untuk proyek ini senilai USD 500 Miliar.

Ini adalah proyek unggulan dari rencana diversifikasi pasca-minyak Arab Saudi yang dikenal dengan Visi 2030 yang berupaya mengurangi ketergantungan kerajaan kepada hidrokarbon.

Zona ini berada di barat laut Arab Saudi yang meliputi kawasan perbatasan Mesir dan Yordania dengan cakupan area seluas 26.500 Km persegi. Kawasan ini sedang dibangun dan luasnya ini 35 kali luas Singapura dan akan berisi lebih dari 450 Km garis pantai.

Nantinya, kawasan Neom akan menampung area yang didekasikan untuk teknologi masa depan di 16 sektor, termasuk biotek, makanan, manufaktur, dan teknologi. Juga akan ada desa konstruksi yang berisi area hijau dengan kebun, petak sayur dan kebun hias. Dilengkapi lapangan sepakbola, gimnasion, lapangan tenis dan basket, dan lainnya.

Neom mendapat julukan sebagai 'jendela keberuntungan' untuk Laut Merah karena letaknya dekat dengan perbatasan Yordania dan Mesir. Atau sederhananya, zona internasional independen pertama yang membentang di tiga negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar