Piknik paling asyik memang di Kepulauan Seribu. Bisa main air, lihat pemandangan, dan yang paling penting murah! Contohnya di Pulau Untung Jawa.
Setiap hari sudah dihadapi dengan persoalan-persoalan pemicu stress, bahkan kadang otak kita rasanya sudah hampir meluap luap. Gak baik ah, kalau dibiarkan begitu terus.
Nah traveliing bisa jadi jalan alternatif buat refresh pikiran sebentar. Makanya gak heran, ada istilah 'Butuh Piknik'. Yah memang begitu kenyataannya. Tapi yang kita bayangin, budget piknik itu bisa jatah uang makan setengah bulan.
Ternyata piknik gak melulu mahal. Rekomendasi jalan-jalan dengan budget 100 ribu-an aja, yaitu Pulau Untung Jawa. Berikut rinciannya.
1. Biaya Nyebrang (Rekomendasi dari Tanjung Pasir)
Jangan mikir pusing-pusing kalau mau ke Pulau Untung Jawa. Cukup siapkan budget Rp 15 ribu, sudah bisa nyebrang ke pulau ini. Nah PP Rp 30 ribu kan? Penyebrangannya bisa melalui Tanjung Pasir, Tangerang.
Kapal pertama jalan jam 06.00 WIB, perjalanan kira-kira 45 menit. Pastikan jam setengah 6 sudah sampai Tanjung Pasir yah. Jam kapal arah pulang (menuju Tanjung Pasir), dimulai pukul 8 pagi dan selanjutnya jam 11 siang.
Di kapal pertama ini joint kapal pengangkut sayur, gak masalah lah kapalnya bersih kok, yang penting bisa nyebrang dengan hemat dan nyampai pulau juga masih pagi.
Selain itu, kita bisa nikmatin sunrise di tengah laut. Romantis kan?
2. Tempat tinggal
Kalau mau jalan-jalan gak mungkin dong sendirian? Hampa banget. Penginapan di sini start Rp 200 ribu sampai 300 ribu. Dengan harga segitu kalau jalan-jalannya ber empat, jadi satu orang bisa rogoh kocek Rp 50 ribu. Diperbolehkan juga kok buka tenda di pinggir pantai, tapi izin dulu ya.
3. Makan
Gak butuh rogoh kocek mahal mahal, estimasi makan hanya Rp 50 ribu-an untuk dua hari. Begini rinciannya.
Hari pertama
1. Makan siang = bisa beli di warung nasi = Rp. 15 ribu
2. Makan malam = menu khas laut = Rp 20 - 30 ribu
Hari kedua
1. Sarapan = Nasi uduk + Gorengan = Rp. 10 ribu
Cemilan
Siomay = cukup dengan Rp 13 ribu sudah dapat somay lengkap dengan telur rebus.
Jajanan Seblak = Seblak di sini dijual Rp 7 ribu
Kalau ditotal budget makan wajib hanya Rp 55 ribu loh.
Demi menghemat, disarankan bawa mie instan dari rumah dan bisa dimasak di sana.
4. Destinasi
Ada 10 destinasi yang bisa kalian datengin dan semua itu free.
Mari berhitung dari rincian itu semua :
-Kapal Nyebrang = PP Rp 30 ribu
-Home stay = Rp 50 ribu (per orang)
-Makan = Rp 55 ribu
Total = Rp 135 ribu
*Hitungan per-orang, minimal 4 orang dalam 1 home stay
Its so Amazing kan? Piknik ke pulau gak butuh budget mahal.
Yang Hijau dan Segar di Garut Selatan: Kampung Saparantu
Di Garut Selatan, ada satu desa yang masih sangat asri dan hijau. Kampung Saparantu namanya. Suasananya bikin betah, cocok untuk menyepi dari Jakarta.
Menikmati suasana alam yang segar diiringi dengan semilir angin di antara perpisahan siang dan pertemuan senja, merupakan momen spesial yang traveler dapatkan selama berlibur dan menikmati wisata alam di Kampung Saparantu, Garut.
Ya, benar banget. Kampung Saparantu terletak di Garut Selatan, tepatnya di Desa Pangrumasan, Kecamatan Pendeuy ini bagaikan surga yang tersembunyi di antara sendi-sendi alam yang masih kokoh.
Inilah Garut, yang menyimpan jutaan keindahan yang belum diketahui dan menampakan wujud keindahannya. Bagaimana traveler, mau meninggalkan desa tercinta ini berlama-lama kalau surga wisata ada di sini?
Itulah alasan traveler untuk tetap lekat dengan Desa Saparantu. Saya menemukan destinasi desa wisata ini dua bulan yang lalu, pada saat letih menyapa dan lelah yang berkepanjangan.
Entah apa yang saya rasakan, hingga berjalan melampaui batas daerah Garut kota, dan tertuju ke satu tempat dimana tempat itu bernama Kampung Saparantu, kampung yang penuh cerita, sejarah baru, dan titik yang indah.
Kampung ini bagaikan berlian yang menyelinap di antara daun yang tertimbun tanah. Susah diungkapkan pokoknya. Namun lewat sebuah tulisan ini, saya berusaha untuk mengartikan dan mengenalkan sedikit demi sedikit indahnya kampung ini.
Ya, sebuah kampung yang ada di ujung Garut ini menyimpan potensi yang sangat melimpah. Mulai dari pertanian yang mendominasi mata pencaharian masyarakat di kampung ini, peternakan yang menunjang perekonomian masyarakatnya, serta pegunungan yang memberikan sumber kehidupan lewat sumber airnya yang jernih.
Dalam satu bulan sudah kelima kalinya saya berkunjung ke Desa ini. Rasa cinta dan sayang akan Kampung Saparantu sudah menjadi bagian dari ruang hati saya, dimana selain menemukan sebuah tempat yang indah, sejuk, asri, segar, dan tentunya menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar