Susu merupakan salah satu asupan nutrisi yang dianjurkan bagi ibu hamil. Asupan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
Secara spesifik, ada banyak sekali jenis susu yang biasa ditemui, seperti susu sapi murni, dan ada juga susu khusus hamil. Namun, dari sekian banyaknya jenis susu, manakah yang sebaiknya dipilih para calon ibu?
Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, susu ibu hamil komposisinya dibuat sesuai dengan kebutuhan ibu hamil yaitu untuk janin dan ibunya. Sedangkan susu murni tidak spesifik untuk ibu hamil atau golongan tertentu.
"Susu murni biasanya tidak difortifikasi dengan zat nutrisi tapi sesuai dari asalnya yaitu susu sapi. Susu murni biasanya untuk kebutuhan keluarga, tidak spesifik buat usia berapa," ujar dr Muliaman kepada detikHealth baru-baru ini.
Karena itu, lanjut dr Muliaman, untuk menjawab mana jenis susu terbaik bagi ibu hamil, maka harus mengetahui terlebih dahulu kebutuhan nutrisi ibu hamil dan kandungan dari kedua jenis susu tersebut. http://indomovie28.com/killers/
"Pada kondisi hamil biasanya ibu butuh nutrisi pendukung lengkap dan seimbang yaitu nutrisi makro seperti karbohidrat, protein dan lemak serta nutrisi mikro seperti asam folat, zat besi, kalsium, DHA, serat dan lain-lain. Semua itu saat ini sudah difortifikasi ke dalam susu ibu hamil," jelasnya.
Adapun kandungan susu murni terdapat nutrisi seperti karbohidrat, lemak, dan protein yang baik untuk nutrisi ibu hamil. Selain itu, susu murni juga kaya akan kalsium. Sementara susu hamil, selain mengandung karbohidrat juga menyimpan lemak, protein, dan kalsium. Ada juga beberapa zat penting lain di dalamnya seperti asam folat, zat besi, serta sejumlah vitamin dan mineral lain.
dr Muliaman menambahkan, mengonsumsi susu pada saat masa kehamilan merupakan bagian upaya untuk tercukupinya kebutuhan nutrisi. Hal itu karena dibandingkan dibandingkan dengan kondisi normal, makan normal tanpa susu belum tentu terpenuhi semua kebutuhan nutrisi saat hamil.
"Dengan makan yang cukup seperti biasa masih ada keraguan untuk menjamin apakah yang dikonsumsi itu adalah cukup karena pemilihan makanan, cara memasak dan kondisi saluran pencernaan Ibu sangat mempengaruhi pemenuhan asupan nutrisi ibu hamil," ujarnya.
Pada kondisi inilah, susu ibu hamil seperti PRENAGEN dibutuhkan untuk memastikan nutrisi harian ibu hamil. Kandungan PRENAGEN dibuat sesuai kebutuhan ibu dan si kecil mulai dari masa perencanaan hamil hingga menyusui.
Bagaimana Memenuhi Nutrisi Bagi Orang yang Sudah Berumur?
Mengonsumsi makanan yang baik adalah penting bagi usia berapa pun. Tetapi tentu lebih penting lagi bagi orang yang sudah lanjut usia karena kebutuhan nutrisi berubah. Nutrisi yang memadai diperlukan untuk kesehatan, kualitas hidup dan vitalitas.
Sayangnya, karena berbagai alasan, banyak lansia mereka yang berusia senior tidak terpenuhi nutrisi dengan seharusnya, sehingga menyebabkan gizi buruk atau kekurangan gizi, dalam arti timbul berbagai penyakit di usia lanjut.
Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh lansia dalam memilih makanan. Hal itu karena absorpsi sudah berbeda dan metabolisme tubuh sudah menurun. Nutrisi yang perlu diperhatikan bagi usia senior adalah asupan nutrisi yang tinggi protein, kalsium, serat, dan vitamin serta mineral.
"Pada saat usia lansia, terutama di atas 60 tahun adalah tinggi protein, terutama untuk mempertahankan massa otot. Selain itu, makanan yang rendah Lemak dan gula," ujar dr Muliaman kepada detikHealth belum lama ini.
Selain itu, lanjut dr Muliaman, orang lanjut usia sebaiknya jangan mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan gula darah terlalu cepat.
"Jangan berikan makanan yang meningkatkan gula darah terlalu cepat. Kemudian, tinggi Kalsium karena pada usia lansia butuh intake kalsium 1000-1200 mg/hari. Serta tinggi serat untuk bisa membantu pencernaan dan memberi rasa kenyang yang lama. Lengkapi dengan vitamin dan mineral seperti vit D3, fosfor, dan zat besi," paparnya. https://indomovie28.com/pokemon-the-movie-hoopa-and-the-clash-of-ages/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar