Minggu, 04 Oktober 2020

15 Negara Kasus Aktif Corona Tertinggi Dunia, Indonesia Lampaui Filipina

  Corona di Indonesia kembali mencatat lebih dari 4 ribu kasus baru per Sabtu (3/10/2020). Sejak wabah Corona merebak di Indonesia, sudah ada 299.506 kasus positif yang tercatat.

Bahkan, menurut laporan Worldometers per Minggu pagi (4/10/2020), Indonesia termasuk 15 negara dengan kasus aktif Corona tertinggi di dunia. Kasus aktif Corona di Indonesia bahkan melebihi kasus aktif Filipina yang berada di luar 15 daftar negara tertinggi, yaitu peringkat ke-16.


Kasus aktif Corona tertinggi dunia masih ditempati Amerika Serikat dengan melaporkan lebih dari 2 juta kasus. India masih menduduki peringkat kedua di dunia dan tertinggi di Asia.


Berikut daftar 15 negara dengan kasus aktif Corona tertinggi di dunia dikutip dari Worldometers Minggu pagi (4/10/2020).


Amerika Serikat: 2.568.060


India: 938.869


Brasil: 512.248


Prancis: 476.649


Rusia: 207.392


Argentina: 143.909


Meksiko: 133.543


Ukraina: 119.232


Belgia: 94.676


Peru: 91.452


Bangladesh: 82.171


Israel: 71.510


Kolombia: 63.790


Indonesia: 63.399


Irak: 62.919


Sementara Filipina mencatat 58.606 kasus aktif Corona dan berada di peringkat 16.. Disusul oleh Italia dan Iran yang mencatat lebih dari 50 ribu kasus aktif.

https://cinemamovie28.com/knowing/


Sering Sakit Kepala, Gejala COVID-19 atau Bukan? Begini Membedakannya


- Gejala COVID-19 yang dikeluhkan pasien semakin beragam. Beberapa di antaranya bahkan sulit dikenali sebagai gejala COVID-19, salah satunya sakit kepala.

Sebagai gambaran, penelitian menemukan sakit kepala terjadi pada sekitar 11 hingga 34 persen orang-orang yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19. Perkiraan ini sejalan dengan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).


Dikutip dari Healthline, laporan WHO mengamati lebih dari 55 ribu kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, 13,6 persen di antaranya mengeluhkan gejala COVID-19 sakit kepala.


Sementara laporan CDC terkait orang yang dirawat di RS dengan COVID-19 menemukan bahwa sakit kepala dilaporkan di antara 9,6 hingga 21,3 persen, tergantung pada usia individu. Sakit kepala ditemukan sebagai gejala yang lebih umum pada orang di bawah usia 65 tahun.


Bagaimana cara membedakan sakit kepala karena COVID-19?

- Sakit kepala cukup intens terjadi pada pasien, sedang hingga parah

- Sensasi berdenyut atau menekan

- Terjadi di kedua sisi kepala (bilateral)

- Sakit menjadi lebih buruk saat membungkuk


Seperti penyakit virus lainnya, sakit kepala karena COVID-19 bisa diikuti dengan demam. Demam jarang terjadi pada migrain, serta jenis sakit kepala lainnya.


Meskipun sakit kepala adalah gejala potensial COVID-19, ada gejala lain yang lebih umum seperti berikut.


- Demam

- Kelelahan

- Batuk

- Sesak napas


Gejala tambahan yang mungkin terjadi pada frekuensi yang sama, atau lebih jarang dari sakit kepala adalah sebagai berikut.


- Sakit tenggorokan

- Sakit dan nyeri tubuh

- Pilek atau hidung tersumbat

- Gejala pencernaan, seperti mual, muntah, atau diare

- Gangguan pada indra penciuman dan perasa

https://cinemamovie28.com/unforgettable/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar