Seorang yang merupakan pelaut asal Indonesia nekat kabur dari fasilitas karantina di Korea Selatan dengan mendobrak tembok, satu hari sebelum dirinya menyelesaikan isolasi selama dua minggu. Juru bicara Kementerian Kesehatan Korsel, Son Young-rae, mengatakan WNI yang kabur ini dipastikan negatif COVID-19.
"Orang tersebut dinyatakan negatif virus Corona dan tidak menunjukkan adanya gejala selama masa isolasi," ujarnya pada wartawan yang dikutip dari Reuters, Rabu (7/10/2020).
Pihak berwenang setempat mencurigai pria tersebut yang masuk ke negara itu dengan visa awak kapal, dan akan menetap secara ilegal di Korea Selatan. Para pejabat di sana mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada insiden serupa yang melibatkan warga negara Vietnam dalam beberapa bulan terakhir.
Setiap orang dari luar negeri yang tiba di Korea Selatan diharuskan menjalani isolasi selama dua minggu, termasuk mereka yang memiliki gejala Corona atau tidak. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona di negara tersebut.
Pada Maret lalu, Kementerian Kesehatan Korea Selatan menegaskan akan mendeportasi dan memberi hukuman penjara bagi orang asing dan warga Korsel yang melanggar aturan karantina.
Hingga Selasa (6/10/2020) tengah malam kemarin, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan adanya 114 kasus baru infeksi Corona. Sehingga total kasus saat ini mencapai 24.353 dan kematian 425 kasus.
https://indomovie28.net/avengers-grimm/
Eddie Van Halen Meninggal karena Kanker Tenggorokan, Pengaruh Rokok?
Musisi legendaris Edward Lodewijk Van Halen atau dikenal dengan Eddie Van Halen meninggal dunia karena kanker tenggorokan. Sel-sel kanker telah menyebar ke berbagai organ.
Ia meninggal di usia 65 tahun di John's Hospital di Santa Monica, California, setelah sempat bolak-balik AS-Jerman untuk perawatan radioterapi.
Gitaris Van Halen ini juga memiliki riwayat sebagai perokok berat. Seberapa besar risikonya terhadap kanker yang diidapnya?
Dokter spesialis onkologi radiasi dari Siloam Hospitals MRCCC Semanggi, dr Denny Handoyo Kirana, SpOnk-Rad, menyebut pengaruh rokok terhadap kanker tenggorokan itu sangat besar. Ini karena bagian tubuh paling berpengaruh terhadap rokok adalah bagian kepala-leher.
"Karena kalau bicara kanker yang hubungannya dengan rokok, yang paling berpengaruh pasti bagian kepala-leher. Terutama bagian rongga mulut sampai tenggorokan, karena asapnya rokok banyak berkumpul di sana," kata dr Denny saat dihubungi detikcom, Rabu (7/10/2020).
Menurut dr Denny, saat merokok, rokok itu akan dibakar lalu dihirup asapnya ke dalam mulut. Dengan begitu, asap rokok akan melewati banyak organ di area mulut hingga tenggorokan.
"Insiden paling besar bisa terjadi di tenggorokan, nasofaring atau tenggorokan bagian atas, dan pita suara," jelasnya.
Selain itu, di Indonesia sendiri juga para perokok lebih banyak mengalami kanker pita suara dan tenggorokan. Ini karena asap itu akan dihirup banyak masuk lewat tenggorokan sampai pita suara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar