Minggu, 20 Desember 2020

5 Jenis Buah yang Dipercaya Bisa Menurunkan Gula Darah

 Beberapa makanan sehat dapat dikonsumsi oleh pasien yang terkena pra-diabetes, diabetes, atau penyakit lainnya yang berhubungan dengan gula darah. Buah-buahan menjadi salah satunya yang diketahui dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

Menurunkan kadar gula darah tidak hanya sekedar mengatur pola makan, namun harus dibarengi dengan aktifitas lain, seperti berolahraga dan istirahat yang cukup. Menjaga pikiran dari stres juga salah satu cara yang dapat dilakukan agar tubuh tetap sehat.


Dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 buah yang dapat dikonsumsi untuk menurunkan kadar gula darah:


1. Stroberi

Kandungan antioksidan di dalam buah ini dapat menurunkan kadar gula darah serta menekan kolesterol. Stroberi juga membantu melawan serat yang menyebabkan obesitas terhadap tubuh.


2. Alpukat

Alpukat mengandung lemak sehat, vitamin, dan mineral yang bagus untuk menurunkan kadar gula darah. Lemak sehat dalam alpukat juga dapat meningkatkan kesehatan jantung.


3. Apel

Asam klorogenat dan asam galat dalam apel dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah. Penelitian menunjukkan, bahwa makan apel 30 menit sebelum makan nasi dapat membantu menurunkan gula darah dibandingkan hanya makan nasi saja.


4. Jeruk

Meskipun tergolong manis, buah-buahan dapat menurunkan kadar gula darah. Kandungan glisemik rendah dalam jeruk dipercaya tidak berpengaruh pada peningkatan gula darah. Jeruk juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mencegah diabetes.


5. Buah beri

Kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan dalam buah beri mampu menurunkan gula darah. Penelitian mengungkapkan bahwa mencampurkan buah beri dengan makanan karbohidrat dapat mengurangi gula darah dalam tubuh.

https://movieon28.com/movies/the-night-comes-for-us/


Tak Selalu Menyehatkan, Ini 6 Efek Samping Minum Teh Berlebihan


 Teh merupakan salah satu minuman favorit yang sering dikonsumsi banyak orang. Selain menghangatkan tubuh, minuman ini juga dapat melegakan tenggorokan jika sedang tidak enak badan.

Selain itu, teh juga dapat mengurangi risiko kanker, obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Namun, mengonsumsi teh lebih dari tiga sampai empat cangkir sehari dapat menimbulkan efek samping yang tidak baik.


Dikutip dari Healthline, berikut enam efek samping mengonsumsi teh berlebihan:


1. Mengurangi penyerapan zat besi

Teh adalah minuman yang kaya akan senyawa tanin. Tanin dapat mengikat zat besi dalam makanan tertentu, sehingga tidak bisa diserap di saluran pencernaan.


Penelitian menunjukkan bahwa tanin cenderung menghambat penyerapan zat besi dari sumber nabati daripada dari makanan hewani. Jika kadar zat besi dalam tubuh cukup rendah, asupan teh yang berlebihan dapat memperburuk kondisi Anda.


2. Meningkatkan kecemasan dan stres berlebihan

Daun teh secara alami mengandung kafein yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan kecemasan serta rasa stres yang berlebihan. Hal ini bisa terjadi jika Anda mengonsumsi lebih dari tiga cangkir teh per harinya.


Teh herbal bebas kafein bisa menjadi pilihan jika Anda ingin mengurangi efek samping yang negatif. Teh herbal tidak dianggap sebagai teh asli karena tidak berasal dari tanaman Camellia sinensis dan dibuat dengan bahan bebas kafein lainnya.


3. Tidur jadi terganggu

Melatonin adalah hormon yang memberi sinyal pada otak bahwa sudah waktunya untuk tidur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat produksi melatonin sehingga mengakibatkan kualitas tidur yang buruk.


Kurang tidur seringkali dikaitkan dengan kelelahan dan kontrol gula darah yang kurang baik. Untuk itu, asupan kafein dalam teh perlu dikurangi untuk memperbaiki pola tidur Anda.

https://movieon28.com/movies/tembang-lingsir/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar