Minggu, 20 Desember 2020

Tak Selalu Menyehatkan, Ini 6 Efek Samping Minum Teh Berlebihan

 Teh merupakan salah satu minuman favorit yang sering dikonsumsi banyak orang. Selain menghangatkan tubuh, minuman ini juga dapat melegakan tenggorokan jika sedang tidak enak badan.

Selain itu, teh juga dapat mengurangi risiko kanker, obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Namun, mengonsumsi teh lebih dari tiga sampai empat cangkir sehari dapat menimbulkan efek samping yang tidak baik.


Dikutip dari Healthline, berikut enam efek samping mengonsumsi teh berlebihan:


1. Mengurangi penyerapan zat besi

Teh adalah minuman yang kaya akan senyawa tanin. Tanin dapat mengikat zat besi dalam makanan tertentu, sehingga tidak bisa diserap di saluran pencernaan.


Penelitian menunjukkan bahwa tanin cenderung menghambat penyerapan zat besi dari sumber nabati daripada dari makanan hewani. Jika kadar zat besi dalam tubuh cukup rendah, asupan teh yang berlebihan dapat memperburuk kondisi Anda.


2. Meningkatkan kecemasan dan stres berlebihan

Daun teh secara alami mengandung kafein yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan kecemasan serta rasa stres yang berlebihan. Hal ini bisa terjadi jika Anda mengonsumsi lebih dari tiga cangkir teh per harinya.


Teh herbal bebas kafein bisa menjadi pilihan jika Anda ingin mengurangi efek samping yang negatif. Teh herbal tidak dianggap sebagai teh asli karena tidak berasal dari tanaman Camellia sinensis dan dibuat dengan bahan bebas kafein lainnya.


3. Tidur jadi terganggu

Melatonin adalah hormon yang memberi sinyal pada otak bahwa sudah waktunya untuk tidur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat menghambat produksi melatonin sehingga mengakibatkan kualitas tidur yang buruk.


Kurang tidur seringkali dikaitkan dengan kelelahan dan kontrol gula darah yang kurang baik. Untuk itu, asupan kafein dalam teh perlu dikurangi untuk memperbaiki pola tidur Anda.


4. Mual

Senyawa tertentu dapat menyebabkan rasa mual apabila dikonsumsi secara berlebihan, terlebih lagi saat perut dalam keadaan kosong. Sifat astringen dari tanin yang terkandung dalam teh dapat mengiritasi jaringan pencernaan, sehingga menyebabkan mual atau sakit perut.

5. Maag

Kafein dalam teh dapat menyebabkan mulas atau memperburuk refluks asam yang sudah ada sebelumnya karena kemampuannya untuk mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah. Hal ini dapat meningkatkan produksi asam di perut.


Jika Anda rutin mengonsumsi teh dalam jumlah besar dan sering mengalami mulas, ada baiknya untuk mengurangi asupan minuman tersebut. Hal ini juga dilakukan agar terhindar dari penyakit yang berbahaya.


6. Sakit kepala

Konsumsi kafein secara berlebihan dapat menyebabkan sakit kepala berulang. Meskipun kadar kafein dalam teh lebih rendah dibandingkan kopi dan minuamn soda, cobalah untuk mengurangi asupan kopi bila sakit kepala terus menerus terjadi.

https://movieon28.com/movies/the-way-i-love-you-2/


Libur Tahun Baru, Satgas: Jangan Remehkan Lonjakan Kasus Positif


Masyarakat Indonesia diminta membatasi bepergian saat libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021. Sebab, bepergian dan aktivitas di luar rumah dapat meningkatkan risiko terpapar virus Corona.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menekankan mobilisasi masyarakat, apalagi di tempat ramai, sangat rentan menyebabkan penularan virus. Saat masyarakat berkerumun, besar kemungkinan orang yang terpapar COVID-19 menularkan ke orang lain.


Dipaparkan Wiku, penularan COVID-19 saat libur panjang akan menimbulkan efek domino. Salah satunya okupansi rumah sakit penanganan COVID-19 meningkat sehingga menyulitkan proses penanganan pasien.


"Lonjakan kasus positif bukanlah hal yang patut diremehkan mengingat lonjakan kasus ini membawa dampak lanjutan lainnya seperti berkurangnya jumlah tempat tidur di isolasi maupun ruang ICU, di mana di beberapa daerah kapasitasnya sudah di atas 70 persen terisi," kata Wiku dikutip dari situs resmi satgascovid19.go.id, Minggu (20/12/2020).


Imbas lain yang dapat terjadi dari lonjakan kasus, lanjut Wiku, yakni beban petugas kesehatan yang menangani pasien COVID-19 semakin berat, serta bertambahnya potensi penularan dan meningkatkan risiko korban jiwa akibat COVID-19.


Dikatakan Wiku, pemerintah saat ini sedang menyusun kebijakan perjalanan selama periode liburan panjang termasuk syarat testing bagi pelaku perjalanan menggunakan tes swab antigen yang diakui sebagai alat screening COVID-19 oleh Badan Kesehatan Internasional (WHO).


"Satgas menyadari beberapa bagian dari peraturan ini terkesan sulit dijalankan. Tapi masyarakat harus menyadari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bertujuan melindungi masyarakat dan mencegah lonjakan kasus COVID-19," ulasnya.


Selama 10 bulan menghadapi pandemi, prinsip 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) menjadi cara utama untuk menghindari penularan COVID-19. Praktik 3M, imbuh Wiku, nantinya akan diperkuat dengan kehadiran vaksin COVID-19.

https://movieon28.com/movies/the-way-i-love-you/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar