Belum selesai diterpa tsunami COVID-19 gelombang kedua, India diminta bersiap untuk menghadapi gelombang ketiga pandemi COVID-19 atau third wave.
Kepala penasihat ilmiah pemerintah India, K Vijay Raghavan, mengatakan negara tersebut harus siap menghadapi gelombang Corona baru. Menurutnya, hal ini tidak bisa dihindari dan belum pasti kapan datangnya.
"Gelombang ketiga tidak bisa dihindari, mengingat betapa tingginya virus yang beredar. Namun, belum jelas kapan gelombang tiga ini akan terjadi. Kita harus bersiap menghadapi gelombang baru itu," kata Raghavan yang dikutip dari France24, Kamis (6/5/2021).
Saat ini, India masih terus berjuang untuk mengatasi second wave atau gelombang kedua pandemi COVID-19. Bahkan para ahli berpendapat bahwa negara tersebut belum mencapai puncak dari second wave dalam beberapa pekan ke depan.
Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kasus infeksi, RS di beberapa wilayah India kekurangan tempat tidur, serta alat bantu oksigen untuk pasien. Hal ini membuat India membutuhkan lebih banyak alat oksigen dari negara lain untuk mengatasi lonjakan kasus hingga stabil.
"Kami tidak memiliki cukup oksigen. Jika kita bisa mendapatkan lebih banyak oksigen, lebih banyak nyawa yang akan diselamatkan," ujar seorang pejabat tinggi pemerintahan setempat.
Beberapa hari terakhir, sejumlah kiriman alat oksigen dan peralatan medis lainnya datang dari beberapa negara yaitu Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia, dan negara-negara lainnya. Sebelum adanya bantuan ini, banyak pasien yang harus meninggal di jalanan karena tidak mendapatkan tempat tidur di RS.
Di ibukota India, New Delhi, banyak RS yang mulai kekurangan stok oksigen sejak dia pekan lalu. Tak hanya itu, sejumlah RS di Kolkata, Bangalore, dan kota besar lainnya juga melaporkan kekurangan alat medis yang serius.
https://trimay98.com/movies/drishyam-2-2/
Kasus COVID-19 RI Terbanyak Datang dari 10 Negara Ini
Berbagai varian baru COVID-19 sudah masuk ke Indonesia, sebagian di antaranya termasuk yang diwaspadai. Berdasarkan catatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan, ada beberapa negara yang paling banyak menyumbang masuknya kasus positif ke Indonesia.
Hal itu diungkap juru bicara satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam siaran pers Kamis (6/5/2021).
Tercatat selama periode 28 Desember 2020 hingga 3 Mei 2021, berikut 10 negara penyumbang kasus positif terbanyak:
Arab Saudi
Uni Emirat Arab
Turki
Malaysia
Qatar
Mesir
Jepang
Singapura
Kongo
Lebanon
Sedangkan 5 teratas negara sumber kasus pada WNA (Warga Negara Asing) adalah sebagai berikut:
India
Uni Emirat Arab
Qatar
Jepang
Turki
Prof Wiku mengingatkan, pembatasan pelaku perjalanan perlu dilakukan untuk mencegah masuknya berbagai mutasi dan varian baru virus Corona. Termasuk varian B1617 dari India, yang belakangan sudah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
"Virus tidak mengenal batas teritorial dan setiap negara saling terhubung," pesannya.
https://trimay98.com/movies/drishyam-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar