Gas yang terperangkap di rongga Miss V kerap memicu bunyi mirip kentut. Bedanya, tidak ada bau menyengat karena bukan gas dari hasil metabolisme makanan seperti halnya kentut beneran.
Meski tidak bau, kentut Miss V atau kerap disebut 'queef' bisa dibilang cukup mengganggu. Setidaknya, bikin canggung jika sampai terdengar orang di sekitar.
Sebenarnya, apa sih penyebab Miss V bisa terkentut-kentut?
Berikut ini adalah 2 penyebab umum vagina mengeluarkan suara kentut, dikutip dari beberapa sumber.
1. Seks
Aktivitas seksual merupakan penyebab paling umum keluarnya suara kentut dari vagina. Hal ini bisa terjadi dikarenakan gerakan saat penetrasi, penis keluar masuk vagina, menyebabkan udara masuk kemudian terperangkap di dalamnya, dikutip dari Healthline.
Saat otot dalam keadaan menegang ketika penis diangkat atau orgasme, gas yang terperangkap tersebut kemudian akan keluar dan menimbulkan suara kentut.
Tidak hanya karena penetrasi, terperangkapnya gas di dalam vagina bisa juga terjadi dikarenakan aktivitas oral seks. Meski begitu, jangan khawatir, kentut dari vagina tidak menimbulkan bau tak sedap.
2. Yoga
Dikutip dari Very Well Fit, keluarnya gas dari vagina saat melakukan yoga terjadi kepada banyak perempuan, terlebih pada perempuan yang memiliki otot dasar panggul atau pelvic floor yang kendur.
Sama seperti saat melakukan aktivitas seksual, gas yang keluar dari vagina saat yoga terjadi karena adanya udara yang terperangkap di dalamnya. Vagina merupakan lubang yang pada saat gerakan tertentu dapat membuat udara masuk ke dalamnya. Saat udara tersebut dipaksa keluar, ia akan mengeluarkan suara layaknya kentut.
Sebenarnya tidak banyak hal yang dapat dilakukan untuk menghindari terperangkapnya gas dalam vagina. Tetapi, terdapat beberapa tips yang dapat membantu, diantaranya adalah melakukan senam kegel untuk memperkuat dasar panggul.
Sedangkan untuk menghindari terperangkapnya gas saat melakukan aktivitas seksual adalah dengan memberikan cukup cairan pelumas pada vagina. Hal itu dilakukan untuk dapat menghindari gesekan yang kering sehingga memungkinkan gas terperangkap di dalamnya.
https://trimay98.com/movies/drishyam/
Belum Selesai Gelombang Kedua, India Dihantui Gelombang Ketiga COVID-19!
Belum selesai diterpa tsunami COVID-19 gelombang kedua, India diminta bersiap untuk menghadapi gelombang ketiga pandemi COVID-19 atau third wave.
Kepala penasihat ilmiah pemerintah India, K Vijay Raghavan, mengatakan negara tersebut harus siap menghadapi gelombang Corona baru. Menurutnya, hal ini tidak bisa dihindari dan belum pasti kapan datangnya.
"Gelombang ketiga tidak bisa dihindari, mengingat betapa tingginya virus yang beredar. Namun, belum jelas kapan gelombang tiga ini akan terjadi. Kita harus bersiap menghadapi gelombang baru itu," kata Raghavan yang dikutip dari France24, Kamis (6/5/2021).
Saat ini, India masih terus berjuang untuk mengatasi second wave atau gelombang kedua pandemi COVID-19. Bahkan para ahli berpendapat bahwa negara tersebut belum mencapai puncak dari second wave dalam beberapa pekan ke depan.
Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kasus infeksi, RS di beberapa wilayah India kekurangan tempat tidur, serta alat bantu oksigen untuk pasien. Hal ini membuat India membutuhkan lebih banyak alat oksigen dari negara lain untuk mengatasi lonjakan kasus hingga stabil.
"Kami tidak memiliki cukup oksigen. Jika kita bisa mendapatkan lebih banyak oksigen, lebih banyak nyawa yang akan diselamatkan," ujar seorang pejabat tinggi pemerintahan setempat.
Beberapa hari terakhir, sejumlah kiriman alat oksigen dan peralatan medis lainnya datang dari beberapa negara yaitu Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Rusia, dan negara-negara lainnya. Sebelum adanya bantuan ini, banyak pasien yang harus meninggal di jalanan karena tidak mendapatkan tempat tidur di RS.
Di ibukota India, New Delhi, banyak RS yang mulai kekurangan stok oksigen sejak dia pekan lalu. Tak hanya itu, sejumlah RS di Kolkata, Bangalore, dan kota besar lainnya juga melaporkan kekurangan alat medis yang serius.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar