Alien bisa saja mengintai Bumi dengan perangkat robot yang ditempatkan di asteroid dekat. Begitu teori yang baru saja dikemukakan oleh ilmuwan fisika asal Amerika Serikat, James Benford.
Gagasan bahwa alien memanfaatkan wahana antar bintang untuk mengobservasi dan memonitor makhluk hidup lain pertama kali dikemukakan oleh ilmuwan universitas Stanford, Ronald Bracewell, pada tahun 1960.
Sekarang, fisikawan James Benford menyatakan kandidat lokasi pengawasan itu kemungkinan berada di asteroid. Tidak sembarang asteroid, melainkan yang bergerak dalam waktu yang sama dengan Bumi mengitari Matahari.
Dikutip detikINET dari Mirror, kurang dari 20 obyek angkasa semacam itu ditemukan. Terdekat adalah asteroid kecil yang dinamai 2016 HO3.
2016 HO3 telah mengitari Bumi hampir selama seabad. NASA bahkan menyebutnya sebagai 'teman konstan Bumi'.
"2016 HO3 memutar di sekitar planet kita, namun tidak pernah bergerak sangat jauh di saat keduanya mengitari Matahari," kata peneliti NASA, Paul Chodas.
Menurut Benford, dekatnya jarak itu membuatnya menjadi tempat yang ideal bagi alien untuk menempatkan perangkatnya dan mengintai manusia.
"Obyek dekat Bumi itu menyediakan cara ideal untuk melihat dunia kita dari obyek natural yang aman," demikian tulisnya dalam sebuah publikasi. "Hal itu menyediakan keperluan alien, material, lokasi yang kuat dan persembunyian," paparnya.
Dia menyarankan agar asteroid dekat Bumi semacam itu diinvestigasi lebih lanjut. Penelitian bisa dilakukan secara jarak jauh ataupun mengunjunginya langsung dengan wahana antariksa.
Tentu tidak semua ilmuwan sepakat dengan teori Brendford. "Seberapa mungkin wahana alien ada di obyek co orbital itu, jelas sangat cenderung tidak mungkin," ujar Paul Davies, ahli antariksa dari Arizona State University.
"Namun jika ongkosnya sangat kecil untuk melihatnya, kenapa tidak? Bahkan meski kita tak menemukan alien, barangkali ada sesuatu yang menarik," imbuhnya. https://bit.ly/35mDd7D
Nah, China berencana untuk menyambangi asteroid tersebut pada tahun 2022. Mungkin saat itulah, misterinya akan terjawab.
Tak Ingin Manusia Punah karena Asteroid, NASA Ambil Langkah Ini
NASA makin serius menanggulangi ancaman asteroid yang bisa membahayakan Bumi. Lembaga antariksa Amerika Serikat itu berencana untuk meluncurkan teleskop antariksa untuk mengamati asteroid yang berbahaya sebagai bagian sistem pertahanan planet ini.
Dikutip detikINET dari Business Insider, teleskop bersangkutan akan menggunakan radiasi infrared untuk mendeteksi panas dari bebatuan yang berkeliaran di antariksa. Sebutannya adalah Near-Earth Object Surveillance Mission (NEOSM).
"Ini adalah langkah besar tentang takdir manusia, karena dinosaurus tentunya tidak punya program survei asteroid untuk melindungi diri mereka," kata Richard Binzel, profesor ilmu planet di MIT.
Ia merujuk pada punahnya dinosaurus yang diduga kuat karena hantaman dahsyat asteroid. Kejadian semacam itu berpotensi terjadi kembali suatu saat di masa depan sehingga manusia harus mengambil langkah antisipasi semacam ini.
"Mengetahui apa yang ada di luar sana adalah sesuatu yang telah diadvokasi komunitas ilmu planet selama hampir 30 tahun. Jadi ini adalah sebuah langkah terobosan," tandasnya. https://bit.ly/2XwFvhO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar