Sabtu, 23 November 2019

Karena Daging Babi, Ada 700 Cacing Pita di Otak, Dada, dan Paru-paru Pria Ini

Seorang pria di Hangzhou, China mengalami sakit kepala yang berulang dan kejang yang cukup sering. Adalah Zhu Zhong-fa (43) yang merasakan gejala itu lebih dari satu bulan.

Ia memutuskan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter di First Affiliated Hospital of College of Medicine, Zhejiang University. dr Wang Jian-rong yang memeriksanya mendiagnosis Zhu dengan taenaisis, penyakit yang disebabkan oleh parasit seperti cacing pita.

Benar adanya, setelah pemeriksaan terbukti ada sekitar 700 cacing pita yang tersebar di otak, dada, dan paru-paru Zhu. dr Wang mengatakan bahwa infeksi cacing pita menyebabkan kerusakan organ penting.

"Ada beberapa lesi di ruang di otak pasien. Itu juga ada di paru-paru dan mengisi otot-otot di rongga dada," katanya dikutip dari Mirror.

Berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), ketika telur cacing pita memasuki sistem saraf pusat, mereka dapat menyebabkan gejala neurologis pasien, termasuk serangan epilepsi. Untungnya, taenaisis yang dialami Zhu dapat diobati dengan obat pencahar dan obat dosis tinggi lainnya.

Zhu mengaku bahwa dirinya ingat memasak daging babi di hotpot satu bulan lalu dan mungkin tidak memasaknya hingga matang. dr Wang menegaskan bahwa daging yang tidak dimasak hingga matang membuat telur cacing pita tetap hidup.

"Jika kamu tidak memasak hingga matang dagingmu, ada kemungkinan cacing pita dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan penyakit yang berbeda," pungkas dr Wang. https://bit.ly/2QIp4O7

Disangka Kanker, Rupanya Ada Jabang Bayi Hidup 15 Tahun di Perut

 Tubuh manusia penuh dengan hal-hal misteri dan mengejutkan yang kadang tidak dipikirkan oleh akal sehat. Seperti temuan benda-benda aneh di tubuh dan penemuan organ lebih dari satu.

Seperti yang dialami oleh seorang wanita usia 60 tahun yang persalinannya terlambat 15 tahun. Dilaporkan World of Buzz, wanita di Khartoum, Sudan, sudah mengeluh sakit perut sejak lama dan perutnya mengalami pembengkakan.

Dokter awalnya mengira wanita itu mengidap kanker atau tumor. Ternyata setelah menjalani USG dan CT Scan, tim medis menemukan wanita itu hamil tapi bayinya telah meninggal.

"Setelah pemeriksaan, dokter memutuskan mengoperasi wanita itu dan mengeluarkan jabang bayi," demikian dikutip situs tersebut.

Setelah diperiksa, bayi itu dikelilingi oleh massa yang tebal dan bukan berasal dari karsinoma, fibrosis, atau jaringan ikat lainnya. Wanita ini akhirnya menjalani operasi untuk mengeluarkan bayinya yang tampaknya sudah memaksa keluar sejak 15 tahun sebelumnya.

Fenomena ini dikenal sebagai lithopedion atau kondisi janin berkembang, meninggal dunia, dan membatu di luar uterus. Sepanjang 400 tahun sejarah medis, hanya ada 300 kasus lithopedion di seluruh dunia. https://bit.ly/2pHazPm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar