Maraknya psikotropika yang dijual secara bebas di lapak-lapak online dinilai meresahkan. Jika obat ini sampai digunakan tanpa aturan yang tepat, tentu dapat membahayakan pemakainya.
dr Andri, SpKJ, FACLP, psikiater di Klinik Psikosomatik RS OMNI mengatakan, obat psikotropika tidak boleh digunakan secara sembarang. Bahkan dengan resep dokter jiwa sekalipun, penggunaan obat jenis ini sangat dibatasi.
"Karena banyaknya penyalahgunaan ini, kita berharap ada peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di sini. Dalam hal ini, BPOM bertugas untuk menangani dan mengawasi peredaran obat di Indonesia," ujarnya.
Dalam praktik keseharian, pengawasan obat di apotek bisa dilakukan dengan cara mendatanginya. Namun, untuk perdagangan lewat online, mungkin akan memerlukan tanggung jawab yang lebih besar.
"Kalau mengawasi apotek biasa yang buka praktiknya setiap hari, bisa lebih mudah dengan datang langsung ke tempat itu. Tapi, kalau yang online seperti ini, pasti tanggung jawabnya lebih besar dan tidak mudah. Ibaratnya 'patah satu, hilang berganti' pasti akan bermunculan lagi jika tidak dituntaskan," tutur dr Andri.
Selain itu, permasalahan penjualan obat bebas melalui toko online juga akan menjadi permasalahan di kalangan masyarakat. Supaya masyarakat paham, dr Andri selalu rutin membagikan edukasi atau ilmu agar mereka tahu menggunakan obat dengan bijak. https://bit.ly/2OvRAjl
Banyak Beredar di Toko Online, Roaccutane untuk Obat Jerawat Aman Nggak Sih?
Remaja khususnya perempuan, penampilan menjadi hal yang paling diperhatikan. Keberadaan jerawat bisa menjadi hal yang dapat mengganggu penampilannya. Dalam mengatasinya, sebagian dari mereka mengikuti tips atau saran dari beauty vlogger maupun selebgram. Namun, harus hati-hati, terkadang saran tersebut bisa tidak cocok untuk kita.
Salah satu obat ampuh untuk mengobati jerawat adalah roaccutane. Roaccutane merupakan obat yang mengandung isotretinoin, yaitu turunan dari vitamin A. Obat ini berfungsi secara sistematik untuk mengurangi gejala jerawat yang sudah tidak merespon lagi terhadap antibiotik atau terapi topikal lainnya.
Menurut dokter kulit Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), dr Susie Rendra, SpKK, roaccutane merupakan obat jerawat yang sangat bagus, tetapi memiliki dampak dan efek samping yang banyak juga.
"Roaccutane ini memang bagus banget. Tapi kalo kamu baca isotretinoin, ini dapat memberikan efek yang besar, salah satunya pada kondisi psikologi pemakainya," katanya pada detikcom di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).
Kandungan isotretinoin dalam obat ini memang sangat bagus untuk mengobati jerawat. Tetapi, menimbulkan efek samping pada keadaan psikologi, salah satunya meningkatkan angka depresi.
"Kita sebut isotret, karena itu kandungan utamanya, salah satu efek samping untuk pemakainya ya depresi. Tapi, nggak selalu orang yang minum roaccutan atau isotret ini pasti depresi. Ada juga efek samping lainnya seperti purging atau keluar banyak biji-biji jerawat, walaupun tidak banyak yang mengalami keadaan seperti ini," jelas dr Susie.
dr Susie menjelaskan, obat ini sebenarnya tidak masuk di Indonesia dan tidak pernah diizinkan beredar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Saya nggak tahu jelas kenapa isotretinoin tidak masuk ke Indonesia, karena di luar negeri semuanya masuk seperti Malaysia dan Singapura. Yang jelas, produk ini memang tidak pernah diizinkan beredar oleh BPOM. Kalau pun ada di toko-toko online, itu pasti dari black market. Kita kan nggak bisa tahu kan itu produk asli atau tidak," tukasnya.
"Jika ditanya aman atau tidak menggunakan obat ini, buktinya dipakai di berbagai negara kok. Cuma lebih baik lagi kalau kita mencari cara lain yang lebih aman untuk mengobati jerawat itu," imbuhnya.
Penggunaan roaccutane pada remaja harus selalu dipantau. Ini dilakukan untuk mencegah terjadi dampak selain hilangnya jerawat pada wajahnya. dr Susie menyarankan, mengobati jerawat bisa menggunakan antibiotik ataupun hormonal yang memang lebih aman.
"Kalau ditanya gantinya, isotret tidak bisa digantikan. Tapi ingat, mengatasi jerawat tidak mesti pake isotretinoin, kecuali kasus yang berat ya. Istilahnya mah, tak ada rotan, akar pun jadi. Pengobatan pertama bisa pakai antibiotik. Jika tidak sembuh juga apalagi pada perempuan, bisa mengobati secara hormonal menggunakan obat KB. https://bit.ly/37pwk7g
Tidak ada komentar:
Posting Komentar