Minggu, 22 Desember 2019

Ngopi ala Warga Lokal di Simeulue

Budaya berkumpul di warung kopi tak cuma ada di Bangka Belitung. Warga di Simeulue pun punya tradisi serupa.

Hal itu pun diketahui Tim detikcom dan Bank BRI saat berkunjung ke Pulau Simeulue di Provinsi Aceh pada 28 Agustus hingga 5 September 2019 lalu.

Kebetulan, penginapan detikcom tak jauh dari warung kopi yang berlokasi persis di samping kantor Bupati Simeulue. Memiliki nama Kopi Pratama, warung yang satu ini sudah ramai oleh pengunjung dari pagi.

Ditemui oleh detikcom, tampak sang peracik kopi bernama Ali yang tengah mempertunjukkan kebolehannya mengolah kopi. Layaknya di kedai kopi peranakan, Ali lihai mengangkat air seduhan kopi dengan kain dan menuangkan airnya satu per satu ke gelas yang telah berjajar.

Hasilnya, satu gelas kopi hitam tanpa bubuk pun segera tersaji. Hanya bagi kamu yang suka kopi pahit, penyajian kopi di Simeulue selalu disajikan manis dengan gula. Pastikan kamu memesannya tanpa gula.

Hanya buat kamu yang tak terlalu suka kopi, bisa memesan kopi susu. Olahan susu yang dicampur dengan susu kental manis. Untuk kudapan, bisa memilih anekaa kue basah yang dijajar di etalase khusus samping 'dapur' warung kopi.

Segelas kopi hitam cukup Rp 5 ribu saja (Rifkianto/detikcom)Segelas kopi hitam cukup Rp 5 ribu saja (Rifkianto/detikcom)

Saat detikcom bertandang ke sana, tampak aneka pengunjung dari sejumlah kalangan. Mulai dari masyarakat biasa, PNS sampai aparat militer. Semua saling membaur dengan rekan masing-masing sambil bertukar cerita lewat segelas kopi.

Tak heran, kalau keberadaan warung kopi di Simeulue tak ubahnya dengan saluran gosip di televisi. Semua cerita muncul dan menyebar di sana dengan lebih hangat dan menyenangkan.

Secangkir kopi biasa pun dihargai sekitar Rp 5 ribu saja. Murah meriah dan tentunya asyik buat berlama-lama.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!

Geopark Mini dari Pekalongan

Pekalongan tak kehabisan destinasi menarik. Contohnya saja Curug Bengkelung, yang seperti geopark mini.

Curug Bengkelung merupakan destinasi wisata terpopuler baru di Pekalongan. Terletak di Kecamatan Doro daerah selatan dari Kabupaten Pekalongan yang berbukit-bukit.

Pekalongan tak kehabisan dengan objek wisata favorit, hal ini tak lepas dari munculnya spot-spot wisata baru yang memang tersebar di kabupaten ini. Wilayah utara berbatasan dengan pantai (Laut Jawa) dan wilayah selatan merupakan daerah perbukitan hijau yang luas yang tentu menyimpam sejumlah potensi pariwisata.

Salah satu yang baru-baru ini menjadi daya tarik sejumlah wisatawan adalah Curug Bengkelung yang terletak di bagian selatan Kabupaten Pekalongan. Eksotisme alam berusaha ditawarkan tempat wisata ini, yakni perpaduan air terjun dan tebing berbatu yang alami.

Meski terletak di daerah perbukitan, kerja sama masyarakat dan dinas pariwisata cukup baik sehingga potensi wisata yang sebelumnya kurang dikenal ini makin diminati, di antaranya adalah pembangunan akses jalan ke Curug Bengkelung yang begitu terawat serta adanya loket resmi untuk pembelian tiket para travelermenjadikan objek wisata ini nyaman dan terkondisikan tanpa calo atau preman.

Sejumlah fasilitas pun dibangun oleh pihak pengelola dengan tujuan membuat nyaman pengunjung dan memanjakannya. Di antaranya adalah tempat ibadah, kantin, dan spot-spot foto yang kreatif. Tak lupa, pengelola juga menyediakan sejumlah tempat sampah yang tentu saja membuat tempat ini tetap terjaga kebersihannya.

Memasuki kawasan Curug Bengkelung, pengunjung disuguhkan pemandangan air terjun yang wah mengalir di bawah tebing bebatuan. Menurut referensi dari ilmu kebumian, batuan yang menjulang tersebut sejenis batuan lempung ataupun batuan sedimen yang mengalami proses alami dalam waktu lama. Tentu saja ini menambah keeksotisan tempat ini, layaknya mini geopark.

Selain itu aliran air yang tenang dengan kedalaman air 0-2 meter cukup ramah bagi pengunjung untuk bermain di sekitar curug ini.

Tulisan besar 'Bengkelung Park' agaknya cukup mengganggu suasana hati para pemuja spot alami. Namun tulisan yang terpampang tersebut tidaklah permanen sehingga tak merusak keasrian lingkungan di sini.

Justru menjadi daya tarik bagi fotografer dalam mengabadikan momen. Di seberang curug juga terdapat jembatan bambu yang ikonis yang bisa dijadikan spot foto menarik atau sekedar dijadikan tempat berdiri untuk menyaksikan Curug Bengkelung dari kejauhan.

Jika diamati, pihak pengelola sedang mengembangkan spot-spot lain yang masih berada di satu area. Seperti pembuatan jalan menuju goa, air terjun lain, maupun spot sejarah berupa punden berundak.

Tentu saja Curug Bengkelung bisa dijadikan Anda dan keluarga untuk tujuan wisata selanjutnya di akhir pekan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar