Minggu, 22 Desember 2019

Geopark Mini dari Pekalongan

Pekalongan tak kehabisan destinasi menarik. Contohnya saja Curug Bengkelung, yang seperti geopark mini.

Curug Bengkelung merupakan destinasi wisata terpopuler baru di Pekalongan. Terletak di Kecamatan Doro daerah selatan dari Kabupaten Pekalongan yang berbukit-bukit.

Pekalongan tak kehabisan dengan objek wisata favorit, hal ini tak lepas dari munculnya spot-spot wisata baru yang memang tersebar di kabupaten ini. Wilayah utara berbatasan dengan pantai (Laut Jawa) dan wilayah selatan merupakan daerah perbukitan hijau yang luas yang tentu menyimpam sejumlah potensi pariwisata.

Salah satu yang baru-baru ini menjadi daya tarik sejumlah wisatawan adalah Curug Bengkelung yang terletak di bagian selatan Kabupaten Pekalongan. Eksotisme alam berusaha ditawarkan tempat wisata ini, yakni perpaduan air terjun dan tebing berbatu yang alami.

Meski terletak di daerah perbukitan, kerja sama masyarakat dan dinas pariwisata cukup baik sehingga potensi wisata yang sebelumnya kurang dikenal ini makin diminati, di antaranya adalah pembangunan akses jalan ke Curug Bengkelung yang begitu terawat serta adanya loket resmi untuk pembelian tiket para travelermenjadikan objek wisata ini nyaman dan terkondisikan tanpa calo atau preman.

Sejumlah fasilitas pun dibangun oleh pihak pengelola dengan tujuan membuat nyaman pengunjung dan memanjakannya. Di antaranya adalah tempat ibadah, kantin, dan spot-spot foto yang kreatif. Tak lupa, pengelola juga menyediakan sejumlah tempat sampah yang tentu saja membuat tempat ini tetap terjaga kebersihannya.

Memasuki kawasan Curug Bengkelung, pengunjung disuguhkan pemandangan air terjun yang wah mengalir di bawah tebing bebatuan. Menurut referensi dari ilmu kebumian, batuan yang menjulang tersebut sejenis batuan lempung ataupun batuan sedimen yang mengalami proses alami dalam waktu lama. Tentu saja ini menambah keeksotisan tempat ini, layaknya mini geopark.

Selain itu aliran air yang tenang dengan kedalaman air 0-2 meter cukup ramah bagi pengunjung untuk bermain di sekitar curug ini.

Tulisan besar 'Bengkelung Park' agaknya cukup mengganggu suasana hati para pemuja spot alami. Namun tulisan yang terpampang tersebut tidaklah permanen sehingga tak merusak keasrian lingkungan di sini.

Justru menjadi daya tarik bagi fotografer dalam mengabadikan momen. Di seberang curug juga terdapat jembatan bambu yang ikonis yang bisa dijadikan spot foto menarik atau sekedar dijadikan tempat berdiri untuk menyaksikan Curug Bengkelung dari kejauhan.

Jika diamati, pihak pengelola sedang mengembangkan spot-spot lain yang masih berada di satu area. Seperti pembuatan jalan menuju goa, air terjun lain, maupun spot sejarah berupa punden berundak.

Tentu saja Curug Bengkelung bisa dijadikan Anda dan keluarga untuk tujuan wisata selanjutnya di akhir pekan ini.

Yang Baru dari Kebumen, Kampung Garam Instagramable

Liburan ke Kebumen, kamu bisa wisata ke Kampung Garam. Tak hanya edukasi dan melihat produksi garam, namun juga bisa berfoto di tunel garam yang instagramable.

Kemarin, Selasa (23/9), Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) meresmikan Kampung Garam di Kebumen, Jawa Tengah. Selain menjadi sentra produksi garam, kampung tersebut juga sekaligus menjadi objek wisata baru.

Tak hanya jadi destinasi wisata, sepanjang pantai di pesisir selatan Kebumen juga merupakan sentra penghasil garam. Karena memiliki kualitas garam yang bagus, secara resmi Kementrian Kelautan dan Perikanan RI meresmikan daerah di tepi pantai selatan itu sebagai Kampung Garam.

Peluncuran Kampung Garam dilaksanakan di Desa Mirit Petikusan, Kecamatan Mirit pada Selasa (24/9/2019). Kampung Garam resmi diluncurkan dengan pelepasan balon udara oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Ir. Syarif Wijaya, Ph. D Frina yang didampingi oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz.

Selain menjadi sentra produksi garam, kampung tersebut juga sekaligus menjadi objek wisata baru. Diharapkan, kampung wisata itu dapat terus berkembang dan menarik wisatawan untuk berkunjung.

Tempat untuk memproduksi garam sengaja dibuat dengan bentuk tunel bukan kolam terbuka. Selain bisa menghasilkan garam yang lebih bagus, tunel-tunel yang disusun rapi juga akan menjadi spot foto yang instagramable.

"Kenapa harus tunel bukan kolam besar, karena kalau tunel tidak terpengaruh cuaca dan garam yang dihasilkan bersih. Ini juga jadi kampung wisata yang menarik dengan adanya tunel-tunel itu," kata Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Ir. Syarif Wijaya, Ph. D Frina di sela-sela peluncuran Kampung Garam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar