Kamis, 17 Desember 2020

Peter Nygard, Miliarder Kanada yang Dirundung Kasus Perdagangan Seks

 Miliarder asal Kanada, Peter Nygard (79) yang meniti karir di bisnis fesyen didakwa pengadilan di Amerika Serikat (AS) atas kasus perdagangan seks dan pemerasan. Diduga targetnya adalah puluhan wanita dan gadis di bawah umur.

Dilansir dari Reuters, Rabu (16/12/2020), Nygard ditangkap Kepolisian Kanada di Kota Winnipeg, Provinsi Manitoba pada Senin (14/12) kemarin.


Jaksa di Manhattan, AD Audrey Strauss mengatakan, Nygard telah melakukan aksinya sehak tahun 1995. Pria berusia 79 tahun itu daporkan menggunakan pengaruhnya dan bisnisnya untuk merekrut sejumlah wanita yang merupakan korbannya di AS, Kanada, dan Bahama untuk memuaskan dirinya sendiri, dan juga rekan-rekannya secara seksual.


Nygard juga menerima 57 gugatan perdata di Manhattan dan keseluruhannya dari wanita tak disebutkan namanya. Seluruh gugatan itu terkait tuduhan pelecehan seksual.


Pihak berwenang mengatakan, para korban diserang oleh Nygard atau rekan-rekannya, dengan obat bius untuk memastikan mereka memenuhi tuntutan seksualnya. Nygard juga dilaporkan sering menargetkan korban yang berasal dari latar belakang yang kurang beruntung atau pernah mengalami pelecehan.


Kemudian, Nygard juga mendapat 9 dakwaan yang menyatakan ia menggunakan berbagai cara untuk menyerang korban. Terutama, korban-korban yang dimanfaatkan untuk pesra yang didanai perusahaan, yang dilengkapi makanan gratis, minuman, dan layanan spa. Pesta itu dilaporkan digelar di properti milik Nygard di California dan Bahama.


Nygard juga menggunakan ancaman untuk menangkap korban, antara lain ancaman merusak reputasi korban. Nygard juga dilaporkan mengancam para korban yang mencoba melapor ke pihak berwenang.


Namun, Nygard membantah semua tuduhan itu melalui kuasa hukumnya, Jay Prober.


"Nygard dengan keras menyangkal semua tuduhan dan berharap bantahannya ini akan dikabulkan di pengadilan, "kata Prober.


Dilansir dari Forbes, Nygard pernah menjadi orang terkaya di Kanada berkat perusahaannya yang memproduksi busana rancangannya sendiri. Pada tahun 2009, ia tercatat memiliki kekayaan sebesar US$ 817 juta atau sekitar Rp 8,98 triliun (asumsi kurs Rp 11.000/US$ pada tahun 2009.


Pada Februari 2020 lalu, Nygard mengundurkan diri dari jabatan Chairman di perusahaannya, Nygard International setelah kantor pusatnya di New York digerebek oleh FBI.


Kemudian, Perusahaan mengajukan pailit pada Maret 2020, atau satu bulan setelahnya.

https://maymovie98.com/movies/star-wars-the-rise-of-skywalker/


3 Alasan Pengusaha Tak Setuju Jam Operasi Mal sampai 19.00


 Kebijakan pembatasan operasional mal sampai pukul 19.00 di wilayah Jabodetabek selama libur jelang Tahun Baru ditolak para pengusaha ritel. Selain itu, operasional mal di luar Jabodetabek juga dibatasi sampai pukul 20.00.

Para pengusaha ritel menilai kebijakan tersebut merugikan. Berikut ini 3 alasan pengusaha menolak pembatasan jam operasional tersebut.


1. Bikin mal sepi

Menurut Ketum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mal akan kehilangan pengunjung bila jelang momen tahun baru mal cuma bisa beroperasi sampai pukul 19.00 dan 20.00 saja.


Menurutnya, justru di sekitar pukul 19.00-20.00 merupakan waktu-waktu emas bagi toko-toko di mal. Apalagi di musim liburan tahun baru, banyak orang berkunjung ke mal justru pada jam-jam tersebut.


"Jam-jam itu adalah jamnya daya tarik orang ke mal dan mendatangkan omzet. Kan biasanya yang mau makan malam di luar jam segitu pergi ke malnya, nanti habis itu dia jalan-jalan ke toko-toko terus belanja," ujar Budihardjo saat dihubungi detikcom, Rabu (16/12/2020).


"Apalagi musim tahun baru, orang pada libur, datang ke mal bareng keluarganya. Kita juga sudah siapkan diskon," lanjutnya.


Dia menilai mal akan kehilangan pengunjung sangat banyak sekali dengan pembatasan operasional yang cuma sampai pukul 19.00 dan 20.00. Dia menilai omzet yang didapatkan pun akan semakin sedikit.


"Itu akan membuat rugi sekali, ini memukul pengunjung ke mal, orang tidak akan ke mal ya. Ujungnya, semua toko kena pengaruh, malnya akan jadi sepi. Ini akan menurunkan sekali omzet kita, mungkin di sini kita cuma dapat 30% omzet biasanya aja kalau ditahan begini," ujar Budihardjo.


2. Harusnya mal buka sampai pukul 22.00

Budihardjo pun menilai harusnya mal dibuka sampai pukul 22.00 WIB.


"Harusnya sampai jam 10 malam (22.00) aja lah ini cukup, nggak perlu sampai jam 12 kayak sebelum COVID-19 itu sudah sangat cukup," kata Budihardjo.


Dia menilai mal akan kehilangan pengunjung sangat banyak sekali dengan pembatasan operasional mal yang cuma sampai pukul 19.00 dan 20.00. Dia menilai omzet yang didapatkan pun akan semakin sedikit.


"Itu akan membuat rugi sekali, ini memukul pengunjung ke mal, orang tidak akan ke mal ya. Ujungnya, semua toko kena pengaruh, malnya akan jadi sepi. Ini akan menurunkan sekali omzet kita, mungkin di sini kita cuma dapat 30% omzet biasanya aja kalau ditahan begini," ujar Budihardjo.

https://maymovie98.com/movies/memoirs-of-a-geisha/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar